I,ROBOT

Beberapa poin yang menjadi perhatian dari film “I,ROBOT” kaitannya dengan nilai-nilai peradaban pada masyarakat dan dampak perekonomiannya:

Ä Peradaban yang maju, manusia menjadi manja, kurang berusaha

Hal ini terlihat jelas dari bagaimana manusia mengendarai kendaraan tanpa harus menyetir. Tidak perlu belanja sendiri, atau memasak sendiri, karena sudah dapat dilakukan oleh robot dengan baik.

Diceritakan juga dalam film ini, hamper setiap orang memiliki robot pribadi. Menunjukkan betapa manjanya manusia masa itu

Ä Manusia kurang sosialisasi ke sesama karena lebih banyak berinteraksi dengan robot

Baby sitter dari manusia tidak lagi diperlukan, karena cukup dengan robot. Menunjukkan dari kecil seorang anak tidak dibiasakan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan manusia. Sehingga karakter sosialnya tidak terbentuk. Kurangnya sosialisasi dengan orang lain juga menyebabkan pengetahuan tentang tata krama dan adat bergaul sangat minim.

Kondisi seperti ini sangat mempengaruhi peradaban untuk generasi selanjutnya. Minimnya nilai moral dan kebutaan adat social menyebabkan peradaban yang kian buruk dan terpuruk. Nilai moral dan tata krama sedikit demi sedikit akan terkikis, dan individualism serta egoism semakin subur dalam tiap manusia. Jiwa sosialnya pun menurun, karena lebih senang berinteraksi dengan robot.

Ä Kemungkinan pengangguran lebih banyak

Sebagaimana point di atas, tidak diperlukaannya juru masak, baby sitter, sopir, dan profesi lain yang tergantikan oleh keberadaan robot. Pabrik pembuatan robot (USR) pun mempekerjakan robot untuk produksi robot selanjutnya.

Hal seperti ini tentunya melemahkan aktivitas ekonomi itu sendiri dalam masyarakat tersebut. Orang-orang jenius atau ahli mungkin akan memiliki kejayaan karir. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tak memiliki keahlian khusus atau keahliannya kurang memadai? Apa yang bisa ia lakukan?

Ä Manusia mengagungkan ciptaannya sendiri, ketergantungan dan akhirnya ciptaan manusia tersebut berbalik ingin menguasai manusia

Manusia kagum terhadap dirinya sendiri yang merasa mampu menciptakan sesuatu yang hebat. Ketika robot-robot dan semua benda otomatis tersebut telah menjadi candu, manusia tak bisa lepas darinya (Terlihat pada adegan mengendarai sepeda motor, Dr. Calvin sangat ketakutan, dan tak yakin akan keamanannya), robot-robot ciptaannya yang telah dilengkapi kemampuan berlogika dan berevolusi menjadi berbalik ingin menguasai manusia (dalam film ini, VIKI sebagai prosessor di dunia robot lah pemprakarsa dan pengendalinya)

Bisa jadi hal ini sebenarnya merupakan peringatan atau tadzkiroh bagi manusia yang sombong dan mengagungkan dirinya sendiri dan ciptaannya. Merasa mampu menguasai dunia tanpa menyadari hakikat dirinya yang juga sebagai makhluk, ciptaan Sang Pencipta.

Ä Manusia meniru ciptaan-Nya tetapi takkan mampu

Dalam hal ini, manusia menciptakan robot yang memiliki sifat-sifat seperti manusia, seperti logika, perasaan, bahkan ada robot yang mampu bermimpi. Akan tetapi manusia lupa, bahwa ia takkan mampu mengontrol semua yang telah diberikan pada ciptaan mereka itu. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi akibat keterbatasan ini.

Karena tipe manusia adalah makhluk ciptaan, sehingga tak mampu tuk menciptakan yang sesuai dengan dirinya. Atau bahkan lebih. Ciptaan manusia tidak akan memiliki keseimbangan sempurna seperti ciptaan Sang Pencipta[1]. Manusia akan lengah untuk mengontrol ciptaannya sementara Sang Pencipta takkan pernah lengah terhadap ciptaan-Nya [2]


[1] Al Quran : Al Mulk 3

[2] Al Quran : Al Mukminun 17

One thought on “I,ROBOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *