Akun Instagram ku

Sejak diluncurkan menu upload video di instagram beberapa waktu lalu, akhirnya di penghujung 2013 ini saya upload video pertama di akun saya. Ya, saya memang malas upload video karena saya pun gak bisa malas bikin video. Video pertama yang saya upload ini pun buah karya Statigram, yang mendokumentasi momen2 terbaik (baca: poto paling banyak di like) instagram kita sepanjang 2013 (mungkin ceritanya edisi akhir thun gituuh). Koneksi kacrut bikin saya gagal berkali kali upkoad video nya disini. Kalo penasaran boleh klik link dibawah ini. Resiko menyesal ditangung kemudian. Hehe

Saya pertama kali lihat video statigram di akun instagram “Johandiyahya”, yang punya likers sampai 5 digit. Toyphotography nya emang keren keren.
image

Terus ternyata akun “mirles” juga upload video serupa. Jadi saya iseng iseng googling statigram dan upload video best momen juga.
Saya bikin akun instagram pertama 83 pekan lalu (setidaknya begitu menurut instagram), di ponsel dg iOS. Sempat vakum sejak gak pegang iOS sampe kemudian punya aktif lagi di Android. Bagi saya, upload di instagram bukan ajang pamer. Nyatanya sampai sekian puluh foto yg saya upload, tdk ad like tidak ad comment minim follower tapi saya ternyata tetap keep instagramming.
Saya penganut kebanyakan instagram. Yg saya share hanya hal hal sekitar saya yg ingin saya dokumentasi kan. Makanan, minuman, teman2, event, jalan jalan, dan hal hal absurd lainnya.
Sampai detik sebelum posting ini tayang, sudah 500an foto terupload di akun ‘aqied’. Dengan kenyataan saya tidak punya kamera, apalagi kamera profe (bisa make juga enggak), saya tidak pernah menyangka akan ada 200 an lebih follower yg bersedia saya rusuhi home nya dengan foto2 absurd bin amatir saya. Saya tdk pernah mengira bakal ada yg nge like foto saya. Bahkan ad akun akun yg saya curiga autolike saking seringny nge like, tp ternyata tidak (saya sampe konfirmasi ke orang2ny loh). Belum lagi yang like ato komen di facebook atau twitter.
Tapi apakah jika tidak ad komen atau like saya berhenti? Ternyata tidak. Tidak ad posting instagram yg akhirnya saya hapus hanya karena tidak ada komen atau like. Tidak juga saya berhenti ber instagram ria hanya karena sekian foto saya tdk berhasil menjerat like dan menjaring komen. Setidaknya hingga 2013 ini. Walo sepanjang ini saya hanya mengambil gambar dari kamera ponsel, atau sesekali kamera pocket pinjaman dan aplikasi photo editor sederhana yg bisa ditangkap ponsel sederhana saya.
Untuk itu, terima kasih sebesar2nya saya haturkan untuk seluruh follower instagram, friends facebook dan pembaca blog saya yg bersedia (terpaksa tidak terpaksa) memberi ruang bagi saya menayangkan bagian2 kecil dr sekitar saya yg bisa tertangkan secara visual. Untuk yang merasa terganggu, saya mohon maaf. Dan jika ternyata aktivitas saya yg seperti ini mengganggu Anda, silakan unfollow. ????
image

3 thoughts on “Akun Instagram ku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *