Embung Nglanggeran

wpid-img_20140808_102325.jpg

Harus tiga kali kemari sampai saya benar-benar bikin posting ini. Mungkin ada yang sudah pernah lihat foto-foto di lokasi ini baik di blog ini, atau akun instagram yang terhubung ke facebook dan twitter. Sebelumnya bahkan saya bertekad untuk gak bikin posting tentang embung ini sebelum ke Gunung Api Purba Nglanggeran.

 

Senja di kunjungan pertama

Senja di kunjungan pertama

Embung Nglanggeran adalah waduk buatan di ketinggian, dekat dengan Gunung Api Purba Nglanggeran. Embung ini menjadi pemandangan menarik ketika Anda sedang di puncak gunung api purba. Ternyata tidak hanya satu sisi saja, karena dari Embung Nglanggeran pun, Gunung Api Purba menjadi pemandangan cantik juga. tebing-tebing dengan ukiran indah, dan titik-titik kecil pengunjung di puncak Gunung Api Purba,terlihat manis dari embung.

 

tebing-tebing gunung purba

tebing-tebing gunung purba

Karena terletak di ketinggian, ada baiknya berkunjung saat sore hari. Beberapa pendapat mengatakan, embung nglanggeran termasuk salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan sunset. Dengan datang saat sore, tentu masih ada waktu untuk mengabadikan saat-saat matahari masih terang. Warna langit yang memantul di air embung, dan refleksi titik-titik pengunjung, juga tebing-tebing gunung api yang bercermin terbalik, cukup membahagiakan mata.

 IMG_20140805_190049

foto panorama

foto panorama

Saat senja resmi turun, matahari pun turut bercermin pada air embung. Tak harus ke pantai, tak perlu mendaki gunung, untuk bisa mendapatkan momen indah ini. Pastikan untuk memilih spot yang tepat. Karena yang ingin menikmati saat-saat matahari berpamitan tidak  cuma kita kan? Berfoto siluet dengan pose cihuy, alay, mainstream, candid,  atau apapun bisa jadi oleh-oleh berharga di masa depan. Bahan cerita untuk anak cucu, mungkin?  Sebelum mereka protes No Pic=Hoax?

 IMG_20140805_213443

Tak perlu takut kelelahan, karena meski letaknya di ketinggian, embung ini dapat di akses kendaraan. Dari area parkir, hanya cukup menaiki beberapa anak tangga saja dan voilaaa hamparan air embung menyapa kita. Ditambah pemandangan kota Jogja dari ketinggian. Jika sedang berkabut, semacam ada sensasi berada di atas awan. Menyenangkan, bukan? Selain itu, untuk mengitari embung juga tidak terlalu luas. Mungkin 15-20 menit sudah cukup menginjak semua spot nya.

SAMSUNG CSC

tangga naiknya yg berkelok-kelok itu. dikit aja kan?

 

* Embung Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kec. Patuk, Kab Gunung Kidul, Prop DI Yogyakarta

* untuk mencapai lokasi, dari Kota Yogyakarta melalui Jl Wonosari ke timur, setelah Polsek Patuk, lurus saja lagi sampai menemui pertigaan (ada jembatan) dengan papan penunjuk jalan “Nglanggeran”. ikuti jalurnya dan ikuti setiap papan penunjuk ke Embung/Gunung Purba. jika bingung, tidak yakin, atau tersesat, silahkan bertanya

jika dengan kendaraan umum, menggunakan Bus Jogja-Wonosari, turun di Patuk, disambung ojek.

* retribusi masuk di siang hari, Rp 5,000 (inc. Asuransi Rp. 2,000) dan parkir sepeda motor Rp. 2,000

*jalan masuk dari gerbang ke lahan parkir embung sedikit  menantang, pastikan kendaraan anda baik-baik saja.

* lokasi ini buka sampai malam. tidak diperkenankan memancing, berenang, berperahu, apalagi bunuh diri

#sikilfie

#sikilfie

51 thoughts on “Embung Nglanggeran

    1. ouch dibaca sama masternya foto n jalan jalan jogja.
      *tutupin muka malu
      iya, mas. jangan sampe
      #sikilfie ud sering koq. terutama kalo jalan sendiri/ gak ad yg motoin

  1. Dirimu tiga kali kemari pas pagi, siang, sore? Apa pas masih belum ditarik tiket, pas tiketnya masih seikhlasnya, dan pas tiketnya udah resmi? hehehe

    Foto yang paling bawah itu mengingatkan saya pada awal2 saya baca blogmu ini…

    1. sore semuaaaa. yg pertama potonya kehapus cm selamat berapa biji.
      yg kedua kemaleman.
      yg ketiga baru kmaren selasa ini.

      horeee hidup #sikilfie..temen jalan aku males naik ke atas jd aku sikilfie aja deh. dah lama jg gak sikilfie hihi.

  2. Dari rumah saya di Klaten (bukan rumah suami yg di Karangdowo, lho ya…) cuma setengah jam ke Nglanggeran. 🙂 udah pernah naik gunungnya, tapi belom ke embungnya.

    1. Kebalik donk kita, mbaaa
      Aku bacaa yg dek diana ke nglanggeran itu.
      Aku blm pernah ke gunungnyaa
      Btw, aku belom pernah loh naik gunung kidul dr klaten. Lebih serem ya medannya?

  3. Ngeliat matahari terbenam di sana asyik juga ya kayaknya…..

    Btw, di Condong Catur juga ada embung, lho. Tapi aku lupa namanya apa. Kalo pagi dan sore rame banget, banyak orang-orang yg pada joging bareng anjing mereka 😀

  4. udah ke nglanggeran.. tapi belum sempat ke embungnya..
    keliatannya romantis.

    btw, sepertinya blog mu makin rame Qied hehe.. gak perlu live link lagi keknya hihi

  5. Kalok anak ku nantik ngomong NO PIC = HOAX, aku akan berkata, “Kamu harus menghargai keputusan Mama yang ngga sukak selfie..” atau “Loh.. Itu kan uda ada foto kakiknya Mama..” dsb dst..

    1. Iya beb paling enggak tuh #sikilfie.
      Kalo menurutku sih buat mengabadikan memori dan sejarah kita sendiri juga. Buat dikenang. Kapasitas otakku terbatas soalnya 😉

  6. pertengahan Nov mau ke Jogja, rencananya sih kesini sama gunung api purbanya juga. Tapi cuma punya waktu dari pagi sampe siang, karena sorenya harus ke Magelang. Ada alternatif lain kah? selain ratu boko, prambanan, dan daerah keraton – malioboro ya hihihi 😀

    1. kalo pagi sampe siang aja di gunung purba n embung ud habis waktu mbaa. kalo mau bagusan explore gunung kidul tuh banyak alternatif.
      bisa pantai, goa2, sungai2,
      kenapa buru2 amat, mb?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *