Pengalaman Pakai Xiaomi Redmi 4A

Foto dari erafone.com

Penggunaan ponsel yang kerap kali semena-mena membuat ponsel tangguh saya akhirnya nyerah juga. Meski fungsi dan ketahanannya masih berjalan sangat normal (untuk ponsel seusianya), namun gangguan pada tampilan layar, memaksa saya untuk memikirkan pendamping dengan layar yang sehat. Awalnya saya berniat mencarikan brand sejenis dengan ketangguhan yang mirip-mirip. Namun rupanya sudah cukup sulit mendapatkan ponsel dengan brand jepang yang sedang tak sejaya masanya dulu.

Terdesak kbutuhan dan sudah lelah berfikir hingga sempat melemparkan pertanyaan tentang rekomendasi ponsel murah di halaman facebook saya. Akhirnya pilihan saya secara spontan dan tanpa banyak pertimbangan tertuju pada ponsel murah dari brand yang sedang hype. Yups, Xiaomi Redmi 4A. ponsel termurah dari brand tersebut. Ekspektasi saya tidak banyak pada ponsel ini. Saat itu yang saya butuhkan hanya asal saya punya ponsel saja, cukup.

Tidak ada saya mencari ponsel untuk fotografi (meski saya suka foto-foto), tidak pula mencari spek maha dewa karena saya toh gak butuh-butuh amat. Jadi dengan melihat spesifikasi ponsel Xiaomi Redmi 4A ini, saya kira sudah cukup lah. Faktanya, pengalaman saya selama hampir 3 bulan ini melebihi ekspektasi saya atas ponsel murah.

  1. Desain

Ponsel ini berukuran sedang dengan body belakang polycarbonate. Tersedia 2 pilihan warna, namun milik saya kebetulan yang Grey. Yang asique dari ponsel ini adalah bodynya ringan sekali!. paling ringan diantara ponsel-ponsel saya terdahulu, bahkan dari semua ponsel di rumah. Berdasarkan hasil timbangan kopi di rumah, ponsel ini hanya seberat 130 gram saja. Jadi sangat amat gak ngganggu kalau disakuin.

Tampilan depannya polos tanpa label atau tulisan apapun, dengan fungsi home dan back di luar layar, namun tanpa tombol fisik. Tombol power dan volume terletak di sisi kanan. Sementara bagian bawah berisi slot charging dan microfon. Untuk tempat memory card tambahan (jika dibutuhkan) dan micro simcard, ada semacam laci yang ditanam di sisi kiri ponsel. Buat saya lumayan enak digenggam karena jumlah tombol dan segala macam yang minim di samping-samping ponsel.

Xiaomi Redmi 4A ini memiliki layar 5 fully laminated dengan resolusi HD. Sudah IPS capacitive touchscreen dengan ukuran pixel 720×1280 pixels, 16M colors. Temperatur warnanya juga bisa disetting ke normal, warm ataupun cool.

 

  1. Operating System

OS Android yang diusung dalam ponsel ini adalah Marshmallow (v 6.01). Saya sih gak yakin ya apakah nantinya bisa upgrade ke Nougat. Untuk operating system dari Xiaominya menggunakan MIUI 8, which is saya gak mudeng. Jadinya belum bisa cerita plus lagi belum bisa memaksimalkan fiturnya yang satu ini. Hehe

 

  1. Dual 4G

Xiaomi Redmi 4A memang menyediakan slot untuk 2 simcard. Namun slot salah satu simcard nya optional dengan memory card. Pengguna dapat memilih akan menggunakan slot tersebut untuk simcard kedua ataukah memory card tambahan.

Untuk yang saya pakai saat ini, keduanya saya isi simcard dari 2 provider yang berbeda. Asyiknya, kedua simcard ini sama sama dapat digunakan di jaringan 4G. Ketika simcard A digunakan untuk internet di jalur 4G, simcard B dengan internet off dapat digunakan telepon dan sms. Namun ketika sewaktu-waktu ingin di switch, simcard B tetap dapat digunakan untuk 4G juga. Karena saya sering switch dua simcard saya, ketika berada di area dengan sinyal simcard A kurang baik, saya segera switch penggunaan internet ke sim B. Begitupun sebaliknya.

 

  1. Garansi Resmi

Tidak banyak ponsel keluaran Xiaomi yang memiliki garansi resmi. Beruntung Xiaomi Redmi 4A ini termasuk dalam ponsel Xiaomi bergaransi resmi dan dapat dibeli di counter-counter resmi. Saya sendiri membelinya di Erafone.

 

  1. Kamera

Ini cukup beyond expectation banget sih. Saya gak ngarep yang muluk muluk ketika membeli Xiaomi Redmi 4A ini. Bahkan sepertinya saya mengabaikan spesifikasi kameranya, karena harga yang sangat murah membuat saya tidak berani berekspektasi. Bahkan di awal awal memiliki ponsel ini, saya jarang mencoba untuk memotret atau utak atik fitur kameranya.

Ponsel ini mempunyai kamera utama 13 Mega Pixel dengan fitur HDR yang bikin saya gila. Coba deh cek foto-foto saya di postingan Antologi Space. Semua foto di sana menggunakan ponsel murah ini dengan fitur HD. Beberapa jepretan di akun instagram saya juga menggunakan ponsel ini. Warna dan kerapatan pixels dari hasil fotonya memuaskan banget dan cukup keren lah untuk kebutuhan sosial media dan postingan blog. Setidaknya sudah cukup memancing pertanyaan ‘fotonya pake kamera apa’.  Memorynya juga cukup lega untuk menyimpan banyak jepretan.

Sayangnya untuk fotografi saat malam hari atau low light, saya belum menemukan settingan yang pas. Sehingga hasil jepretan malam saya belum sememuaskan saat siang. Berikut contohnya

foto siang outdoor
foto malam
foto indoor

*semua foto tanpa edit alias file mentah

  1. Memory

Xiaomi Redmi 4A memiliki kapasitas RAM 2 GB (standar banget ya), dan kapasitas internal 32 GB. Sebenarnya tersedia yang 16 GB juga sih, tapi punya saya ini kebetulan yang 32 GB karena saat itu yang available memang hanya yang ini. Buat saya memory segini sudah cukup, makanya slot memory card saya pakai untuk simcard 2. Namun buat yang tidak membutuhkan simcard lain dan butuh kapasitas penyimpanan yang lebih lega, bisa juga menambahkan memory card hingga 128 GB. Duh mau nyimpen berapa banyak kenangan masa lalu tuh.

  1. Kapasitas Baterai

Ini termasuk salah satu pertimbangan saya saat beli ponsel sih ya. Jadi ponsel lama saya itu lumayan awet batrenya karena dalam sehari saya cukup charge subuh-subuh, dan paling baru habis saat setelah isya. Padahal kapasitasnya 2300 mAH aja dan saya anaknya rajin sekral sekrol kan. Hehe. Nah ternyata kapasitas batre Xiaomi Redmi 4A ini 3120 mAH jadi lumayan awet lah dipakai seharian. Etapi agak heran juga kapasitas lebih besar tapi kok sama aja ya habisnya di sekitar isya? Tanya kenapa.

 

  1. Transfer MTP

Nah ini yang gak ada di ponsel jadul saya. Jadi ketika kita nyolokin ponsel ke PC, tidak serta merta langsung dapat data ponsel dibaca atau terhubung dengan komputer. Namun ada tiga pilihan yaitu Charging Only, Transfer Files (MTP) dan Transfer Photos (PTP). Ketika pertama kali nyolok ke Perangkat Komputer, maka otomatis yang terjadi pertama adalah Charging Only. Kalau ternyata kebutuhannya untuk transfer files atau photos, baru pengguna ponsel mengkonfirmasi. Buat saya ini lebih aman dan enak sih, jadi soal colok mencolok bisa dipilih sesuai tujuan.

 

  1. Harga dan Paket Pembelian

Ini bagian paling penting. Jadi dengan setelah ngoceh panjang lebar soal ponsel ini, saya kasih tau aja kalo Harga Xiaomi Redmi 4A ini dibawah 1,5 juta. Ini saya pakai harga dari Erafone ya sebagai distributor resmi. Bisa jadi di luaran sana harganya bisa lebih rendah atau tinggi. Harga pastinya sih untuk sekarang di web Erafone Rp. 1,499,000. Jadi kalau bawanya ngepas 1,5 juta masih nyisa buat bayar parkir.

Untuk paket pembeliannya standar, kotak dengan charger dan besi kecil ajaib buat ngeluarin laci simcard dan charger sekaligus kabel data. Kelengkapan lainnya ada buku petunjuk dan kartu garansi resmi. Yang umumnya di kebanyakan ponsel ada tapi di sini tidak ada adalah earphone. Ya namanya juga murah, ya kan.

21 thoughts on “Pengalaman Pakai Xiaomi Redmi 4A

    1. Hehehehe so far masi seneng sih pake ponsel ini. Padahal pas sebelum beli sempet kepikiran buat nanti beli hp lagi yang bagusan

    1. Brand lain juga banyak yang bagus. Ini karena gak punya ekspektasi aja sama ponsel murah ternyata lumayan bangeeeet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *