Loko Cafe Stasiun Gubeng Baru

Meski dalam beberapa hal saya ini cenderung sering last-minute-girl, tapi untuk urusan transportasi publik, saya lebih suka menunggu ketimbang ketinggalan. Begitu juga saat kunjungan impulsif saya ke Surabaya awal bulan lalu. Travelmate saya yang lebih dadakan itu harus pulang ke Jogja dengan selisih kereta 2 jam lebih awal dibanding saya. Sialnya sepeda motor yang kami sewa juga harus dikembalikan pada jam tersebut. Akibatnya saya punya jeda 2 jam yang terlalu malas untuk saya habiskan di luar area stasiun.

Loko Cafe ini berlokasi di Stasiun Gubeng Baru Surabaya. Letaknya cukup dekat untuk menyaksikan lalu lalang kereta api. Namun juga cukup tenang untuk tidak terganggu dengan hiruk pikuk kesibukan Stasiun. Menggendong ransel ukuran tanggung, saya melangkahkan kaki ke Loko Cafe. Begitu membuka pintu, saya mendapati sudut khusus untuk meletakkan koper bagi para pengunjung. Melirik ke kanan, rupanya ruangan dalam Loko ini tidak terlalu besar. Keberadaan sudut khusus koper ini membuat area meja kursi terlihat lebih rapi dan lega.

susut penyimpanan koper di dekat pintu

Sesaat setelah saya duduk, mas waiter mengantarkan buku menu. Tadinya saya hanya berencana numpang ngopi sembari membunuh sisa waktu hingga jam keberangkatan kereta saya. Apalagi baru setengah jam yang lalu perut ini diisi nasi kare Warung Gubeng Pojok yang legendaris itu. Entah kenapa tiba tiba saya menyebut “Omelette with French Fries” ketika mas Waiter menanyakan pesanan saya. Ah biarlah, toh kereta masih lama dan nasi kare tadi masih dapat berbagi tempat.

“Kereta jam berapa?”

Saya sedikit terkejut ketika pertanyaan ini terlontar usai saya memesan menu

“jam 5, kenapa?”

Rupanya pihak Loko ingin memastikan waktu persiapan dan waktu santap tidak mengganggu jam keberangkatan setiap pengunjungnya. Pertanyaan itu saya dengar selalu ditanyakan pada setiap pengunjung Loko Cafe yang memesan menu. Pertanyaan yang mungkin tidak pernah ada di Cafeshop luaran sana.

Ritme di dalam Loko Cafe ini lumayan cepat. Pengunjung datang dan pergi hanya dalam jeda waktu yang pendek. Pelayanan juga cukup cepat, dari mengantarkan sajian, hingga membersihkan meja dan merapikan kursi. Sepertinya kala itu hanya saya seorang yang tetap dalam mode slow motion.

kursi kursi yang cepat tertata rapi kembali

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan dari Loko Cafe. Omelette with French Fries nya disajikan dalam porsi lebih besar dari perkiraan saya. Telur dadar yang digulung dengan isian keju dan mushroom pun cukup tebal. Keju yang diberi juga tidak pelit, sehingga gurih keju dan telur dadar berpadu harmonis dalam tiap kunyahan. Kentang goreng garing tanpa ditambah bumbu neko-neko juga akhirnya tandas setelah sedikit demi sedikit saya cocol dalam mayonaise dan saos sambal. Tidak ketinggalan sejumput salad segar melengkapi meriahnya piring saya sore itu. Penyajiannya yang menyerupai wajah yang tersenyum, tak urung memaksa saya untuk melengkungkan senyum pula.

omelette yang tersenyum

Sore itu saya menyeruput segelas capuccino dingin. Sayangnya saya kurang menemukan istimewa nya capuccino ala Loko ini. Saya kurang bisa merasakan base espresso yang seharusnya ada dalam setiap sajian capuccino. Tapi tak apa, sore itu saya hanya ingin menikmati sisa-sisa waktu di Kota Pahlawan bersama dengan detik-detik segera berakhirnya liburan singkat saya. Rupanya, menutup kunjungan di kota ini dengan menyegaja ke Loko Cafe, menutup dengan manis perjalanan saya kala itu.

*Loko Cafe terletak di bagian dalam Stasiun Gubeng Baru Surabaya

*Iced Hazelnut Capuccino : R. 22,000

*Omelette Mix Cheese Mushroom with French Fries : Rp. 20,000

*foto dan kunjungan pada 3 September 2017, pukul sekitar pukul 15.15 WIB

12 thoughts on “Loko Cafe Stasiun Gubeng Baru

  1. Eh kemarin pas aku di stasiun tugu ada Loko juga mbak. Loko Jogja sama Sby sama ga sih ?
    Menunya ternyata gak mahal² amat ya, kukira dg menu gtuan bisa sampe 40rb 😂, mending aku makan di Loko timbang di dalam kereta 😂😂

  2. Jadi pengin singgah kemari, Mbak. Porsinya besar dan menggoda banget. Ini di bagian Stasiun Gubeng yang baru itu kan ya? Saya sepertinya pernah lihat kafe ini dari dalam kereta. Awalnya saya pikir ini kafe biasa-biasa saja seperti Loko Cafe di stasiun-stasiun lain. Ternyata cozy juga ya. Apalagi stafnya tanggap dengan jadwal keberangkatan kita. Jadi tidak usah terlalu takut lupa ketinggalan kereta karena sudah ada yang mengingatkan di awal kunjungan ke kafe ini. Hehe.

    1. ooooo pantasan akhir-akhir ini di Jogja banyak bermunculan kafe2 dengan dinding full kaca atau jendela besar-besar. itu toh manfaatnya

  3. Asik kali ya, kalau setiap stasiun ada cafe beginian, ya setidaknya ketika kita sedang menunggu waktu, masih ada tempat untuk bersantai. Bukan malah di usir sama petugas stasiun karena nggak kunjung keluar dari peron *pengalaman pribadi*

    1. iyaaa, Kak. aku juga pernah dimarahin gara2 pengen masuk peron kecepetan. wkwkwkwk.
      sekarang kalo tiap ke stasiun cari Loko Cafe aja lah, buat ngadem dan gak ada yang marah2in

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *