Gagal Malas Mandi di Air Terjun Jagir

Sebagai pekerja setiap senin sampai jumat, dilanjutkan pelajar saat sabtu, saya terpaksa melakukan aktifitas yang tidak saya sukai setiap paginya. Mandi Pagi. Ya, ada kalanya kita tetap harus melakukan apa yang tidak kita sukai meski terpaksa. Maka saat-saat libur tanpa kewajiban mandi pagi adalah kemewahan tiada tara bagi saya.

Namun rupanya tidak demikian dengan teman-teman #TripTanpaDeadline yang agak-agak kesal dengan kemalasan saya ini. Maka pada suatu pagi, dengan sengajanya destinasi yang dipilih adalah Air Terjun Jagir, Kampung Anyar. Kolam air terjun ini dapat dicapai dengan menuruni tangga dari tanah yang tidak sempat saya hitung jumlahnya. Karena saya bukan Sherlock Holmes yang otomatis menghitung setiap jumlah tangga yang dilaluinya.

Begitu menjejak tepi kolam dengan dua air terjunnya, saya mencelupkan jempol kaki dan mengeluh dalam hati.

“duh, dingin banget”

Kemudian clingak-clinguk mencari kehangatan.

Melihat teman-teman lain yang sudah asyik sendiri cebur-ceburan, saya tergerak untuk mengetes air lagi. Kali kedua ini saya mencelupkan jari tangan, lalu menyimpulkan dalam hati

“masih dingin sih, tapi gak ada apa-apanya dibanding dinginnya sikap dia”

Apalagi melihat airnya yang jernih, membuat batin saya serta merta menyanyikan Suci dalam Debu.

Melirik Aji dan Mas Alan masih sibuk dengan kameranya, saya pikir kesempatan yang bagus untuk nyebur sekarang. Siapa tau bisa sekalian minta difotoin kan #curang. Maka pagi itu dengan resmi batal lah rencana saya untuk malas-malasan mandi di hari libur.

 

Pagi itu Air Terjun Jagir sangat sepi. Pengunjung baru ada kami saja sehingga kolam tak seberapa luas di sini serasa kolam renang pribadi. Selain airnya yang dingin, suasananya juga adem dengan rindangnya pepohonan di sekeliling. Sinar matahari pagi yang menyusup di sela sela rimbun pepohonan, memberi efek ray of light yang syahdu di sabtu pagi itu.

Kolam di Air Terjun Jagir ini tidak seberapa dalam. Jadi aman untuk anak-anak ataupun penakut air seperti saya. Asyiknya lagi air terjunnya tidak terlalu besar namun cukup deras dan dekat untuk bermain-main langsung di tengah guyurannya. Manisnya lagi pada sorot-sorot mentari tertentu, membentuk pelangi di air terjun ini. Ternyata mandi pagi bisa menyenangkan juga.

Air Terjun Jagir ini sangat segar karena berasal dari mata air langsung. Kabarnya terdapat 3 sumber mata air, karena itu air terjunnya juga tidak hanya satu. Berdua berdampingan dan menyatu di dalam kolam. Nah itu yang sudah berdua berdampingan kapan menyatunya? #okeskip.

Kawasan Air Terjun Jagir ini dilengkapi dengan kamar mandi/ganti yang cukup. Ada juga 2 warung yang menyediakan aneka minuman, gorengan, dan mie instan dengan harga cukup murah. Sementara Mushola dapat ditemukan dalam perjalanan menaiki tangga.

Menjelang dhuha, mulai berdatangan beberapa kali pengunjung turis mancanegara. Menurut cerita ibu warung, biasanya turisman datang ke Air Terjun Jagir ini usai mendaki Kawah Ijen. Sayang sekali dulu saat ke Kawah Ijen saya belum tau ada air terjun seasyik ini. Jangan sampai penyesalan ini juga kamu alami ya.

 

Masih menurut Ibu Warung, Air Terjun Jagir ini lebih sering ramai di hari minggu sejak pagi. Sementara untuk hari lain termasuk sabtu, baru mulai ramai menjelang siang. Jadi jika ingin menikmati sensasi berenang di kolam renang pribadi bershowerkan dua air terjun sekaligus, datanglah pagi pagi. Dan jangan malas mandi pagi.

 

Air Terjun Jagir terletak di Ds Glagah, Kec Kampung Anyar, Banyuwangi, Jawa Timur. Dapat diakses melalui Jl Perkebunan Kalibendo.

Buka mulai pukul 06.00 hingga 17.00 sore. Lokasi di Google Maps bisa melalui “Air Terjun Jagir” atau “Niagara Jagir”.

Kunjungan tanggal 14 Oktober 2017 dalam rangkaian #TripTanpaDeadline episode Banyuwangi.

Foto oleh Aji Sukma

19 thoughts on “Gagal Malas Mandi di Air Terjun Jagir

  1. Air Terjun Jagir ini apa sudah dipungut retribusi mbak? haduuu pas musim penghujan cocoknya memang berburu curug ini… ayoklah sekalian buat terapi malas mandi *eh
    RoLnya keceee dudududuuuu

  2. Wedok rembesssss,,, tapi memang katanya gak mandi itu obat awet muda. Yaudah gak usah mandi aja biar awet muda dan memesona.

    Eh aku juga baru ngeh ada air terjun ini, tahu gitu mampir pas ke Kawah Ijen huvt.

    1. Yuk bikin Gerakan malas mandi berkedok hemat air dan resep awet muda.
      Nah iya kaaaan, aku dulu pas pulang dari Ijen juga gatau kalo bisa numpang mandi di sini. Kan bosen ya kalo numpang mandinya cuma kalo ada sumur di ladang

  3. Wkwkw sepertinya rutinitas mandi pagi perlu ditiadakan dalam hidup ini wakaka
    akupun juga tim malas mandi pagi, makanya kalo uda nginap di hotel dan ada air panasnya, aku mala rajin mandi pagi karena airnya hangat wkwkwk

    Ah seru sekali mbak, mandi di air terjun terus seruput kopi. Pan kapan agendakan dong main ke air terjun barengan 😬

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *