2 Jam di Putrajaya: KURANG!!!

Namanya juga ngetrip dadakan, atau malah bisa dibilang bukan ngetrip juga sih. Kalau kata Alid –si juragan tahu micin dari Jombang– malahan numpang pipis ke KL. Jadi saya gak sempet buat banyak banyak baca yang berakibat gak banyak ekspektasi juga. Rencana buat mampir ke Putrajaya ini ya dadakan juga. Malahan gak ngerti-ngerti amat sebenarnya Putrajaya itu apaan. Taunya ya kota dengan arsitektur serba keren aja. Apalagi bagi anak ndeso dari pelosok negri macam saya.

Jadi, mari kita lihat Putrajaya versi wikipedia bahasa Indonesia:

Putrajaya adalah pusat administrasi Malaysia yang baru menggantikan posisi Kuala Lumpur. Didirikan pada 19 Oktober 1995, namanya diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yang pertama, Tunku Abdul Rahman Putra dan juga menjadi wilayah persekutuan Malaysia yang ketiga (2 wilayah lainnya adalah Kuala Lumpur dan Labuan). Wilayah Putrajaya sekarang ini diambil dari Selangor sebesar 46 km² setelah dilakukan transaksi dengan pemerintah. Selain itu, transaksi ini juga membuat Selangor memiliki 2 buah wilayah persekutuan dalam batas-batasnya yaitu Kuala Lumpur dan Putrajaya.

Bisa disimpulkan bahwa Putrajaya ini adalah kota administratif pemerintahan Malaysia yang lokasinya di Selangor. Posisinya kurang lebih di antara Kuala Lumpur dan KLIA lah ya. Tapi kalau kota pusat administrasi kok jadi tujuan piqniq, agak aneh juga. *kemudian membayangkan keliling kantor-kantor pemerintahan di Jakarta*.

Malahan tour Kota Putrajaya ini sampe ada paket paketnya segala.

Lalu

Ternyata

EMANG KEREN BANGET!!!!

tolong digarisbawahi ya kalo ini pendapat anak ndeso dari pelosok yang kaget masuk kota.
Putrajaya punya tata kota yang rapi dan cantik banget. Selain juga arsitektur yang beragam, baik dalam fasilitas kota hingga masing masing bangunannya.

Transport dan Rute

Putrajaya bisa dijangkau menggunakan ERL baik dari Airport KLIA maupun dari KL Sentral. Saya sendiri kemarin berangkat lewat KL Sentral. ERL ini memang lebih asik keretanya, lebih cepat, tapi juga lebih mahal. Untuk ke Putrajaya dikenai tarif RM 28 PP. Dengan rate kemarin Rp. 3,521 berarti setara +/- Rp. 98,600an. Ini bisa lebih murah kalau pembelian non tunai, harganya jadi RM 25,4. Mayan lah ya selisihnya bisa buat beli teh tarik 2x.
Nantinya ERL akan berhenti di Putrajaya Sentral. Nah selanjutnya untuk tour kota bisa dimulai dari sini. Tinggal memilih mau tour bareng bus atau private tour.

Paket Tour

Terdapat beberapa pilihan tour untuk sightseeing. Kalau solo traveling, bisa ikutan tour rame rame dengan bus seharga RM 50/orang.

Ada juga pilihan private tour, tapi yang Saya ingat cuma yang paling murah *ya maaf sini sobat Jelata*. Paket ini dini disebut juga Budget Package seharga RM 80 selama 2 jam. Fasilitasnya Mobil taxi dengan driver yang bakal nganterin ke Landmark-landmark wajib seantero Putrajaya sekaligus jadi tour guide. Waktu yang diberikan maksimal 2 jam saja. Dan buat Saya, itu KURAAAAANGGG!!!

Lah kok bisa kurang?

Bukannya Putrajaya gak macet?

 

Titik Stop Tour

Jembatan Seri Wawasan

Jika Jogja punya Jembatan Sayyidan, Putrajaya punya Jembatan Seri Wawasan yang iconic. Warnanya didominasi putih dan seakan menggelitik hasrat ingin selfie.

Gpp kepanasan

Jembatan Seri Gemilang

Jembatan dengan desain cantik didominasi gold dan kuning ini membentang di atas Tasik. Lengkap di pinggir pinggirnya dengan area pejalan kaki, yang lebih sering dijadikan area pemotretan.

Jembatan Seri Gemilang dilihat dari depan Putrajaya International Convention Center
Spot wajib foto

Fakta sangat menarik ketika driver kami, Pak Zainal menyebutkan bahwa Tasik di Kota ini adalah Tasik Buatan.

Masjid Putrajaya

Masjid ini juga yang fotonya Saya munculkan di atas judul postingan. Di bawah area masjid ini terdapat tempat Makan semacam food court yang menghadap Tasik/danau. Bisa juga menikmati keliling Tasik menggunakan cruise.

Akibat waktu tour yang hanya 2 jam, Saya tidak sempat bersantai santai di zona super nyaman ini.

Foodcourt Masjid Putrajaya ok

Padahal saya ingin sekali menikmati sore yang santai di sini.

*Lalu ngedit foto buat ngebayangin suasananya saat sunset.

Bangunan Perdana Putra

Lokasinya tepat di seberang Masjid Putrajaya. Dipisahkan dengan alun alun yang luas, Dan lagi lagi panasnya liar biasa. Tepat di sebelah Kiri gedung, Ada Tamannya juga. Sayangnya Saya tidak mampir akibat kehabisan jam tour.

Bangunan Perdana Putra alias Prime Minister’s Office

PICC

PICC atau Putrajaya International Convention Center adalah destinasi pertama. Di sini pernah menjadi lokasi konser beberapa Artis Indonesia. Uniknya di bagian dalam gedung, Ada semacam hutan kecil buatan. Inspiring sekali di tengah panasnya Putrajaya.

Selain itu, dari depan pintu masuk PICC, Kita bisa melihat Jembatan Putra dan sebagian Kota Putrajaya dari atas.

Pusat Perbadanan

Mungkin Ada yang bisa bantu yang dimaksud Pusat Perbadanan itu bahasa Indonesianya apa ya?

 

Selain yang sudah disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak sekali gedung-gedung dengan arsitektur yang beragam dan menarik. Tidak heran jika Kota ini kerap dijadikan tujuan study tour kalangan pembelajar arsitektur dan tata Kota.

Kesimpulan nya, menurut kamu 2 jam saja cukup atau kurang?

15 thoughts on “2 Jam di Putrajaya: KURANG!!!

  1. Pusat perbadanan itu pusat perkantoran kali yah? Eeeh au ah. Di putrajaya 2 jam kalo siang mnurutku sih udah cukup. Wkwkwkwkwk ya monmaap, daku tak tahan fanasnya. Coba misal pagi atau sore hari mungkin lebih betah berlama2. Terutama di danaunya. Kuranggggggg!!!

    1. Situ kalau nggak mau panas harusnya disogok sama Es Kelapa Muda & Gorengan. Yakin dia betah panas-panas.
      Hokya besok-besok mlipir ke Negara lain kabar-kabar aja; kali aja mau ikutan numpang kentut *eh

    2. mungkin kalo gak diburu-buru jam tour yang terbatas asik kali ya nyanset di pinggir tasik sambil nungguin lampu. kemarin panas banget, aqua aja jadi air putih anget

  2. Jangan lama-lama di Putrajaya nanti gosong heh. Itu Jembatan Seri Gemilang betewe bukan Jembatan Putra. Pusat Perbadanan itu BUMN klo di mari kakak. Duh andaikan masih cukup waktu aku traktir kalian udang yang super besar di food court masjid Putra deh bhuahahaha

  3. Wih, keren dan bersih banget ya Kak. Saya juga jadi membayangkan kalau pusat pemerintahan di Jakarta dibuat suatu tur sedemikian rupa (ayo jalan-jalan ke kantor saya!). Tapi apa kondisi sekarang sudah layak? Apa keadaan pusat pemerintahan Indonesia (kecuali istana, ya) sudah cukup baik buat dijual pada wisatawan (asing, bahkan) melalui tur? Sepertinya masih jauh penggorengan dari api sih. Hehe.
    Saya jadi makin ngeh juga bahwa Malaysia itu persekutuan kerajaan yang sejati dan berdaulat. Bahkan penempatan lahan bersama pun harus melalui suatu perundingan dan persetujuan dulu, hehe.

  4. wah nek aku jelas kurang, mbak. lha wong tempatnya kece kece banget.
    seru juga ya kayaknya kalo keliling pusat perkantoran di jakarta, atau surabaya. secara sebagai anak kampung, main ke surabaya aja udah merasa wow ngeliat gedung gedung tinggi ala perkantoran gitu. wkwk

  5. Mau tanya mbak, masih kurang jelas untuk transportasinya 🙏🙏🙏
    Kalau mau ke putrajaya dari KL Sentral naik bus apa bisa mbak?

    1. Untuk bus Saya kurang Tau, Kak. Kemarin kami pakai ERL dari KL Sentral. Kalo sudah di Putrajaya nya Ada pilihan tour dengan bus.

  6. Kalo 2 jam sih emang kurang banget ya untuk ukuran ngetrip 😀
    Apalagi kalo disana banyak banget ditawarkan beragam tempat wisata.
    Pasti waktunya gak bakalan cukup 😀
    Cuma kalo disana asiknya kalo gak pake paket trip kayaknya ya, biar bebas mau kemana aja tanpa batasan waktu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *