Saorsa di Suatu Sore

Desember telah tiba dengan panasnya yang luar biasa, usai hujan dan dinginnya yang tak biasa pula. Apapun cuacanya, ngopi tiap pekan tak boleh terlewatkan untuk tetap menjaga kewarasan. Satu lagi spot ngopi di Jogja utara ini sempat saya sambangi dalam perjalanan dari coffeeshop ke coffeeshop.

Sore di Saorsa merupakan tagline yang diusung coffeeshop super homy ini. Walau begitu, sebenarnya Saorsa sudah buka sejak pukul 10.00 pagi hingga 23.00 malam. Saorsa turut menyemarakkan riuhnya dunia perkopian di Jogja. Berbeda dengan konsep minimalis modern dan industrial yang banyak diusung coffeeshop kekinian, Saorsa menawarkan kenyamanan ngopi sore-sore dengan kenyamanan serupa di rumah, dengan halaman yang luas dengan pepohonan yang rimbun.

(more…)

Sunset Begini Cuma Ada di Bukit Paralayang

Usai terus-terusan diguyur hujan beberapa hari kemarin, Jogja kini mulai bermandikan matahari. Tak tanggung-tanggung, panasnya melebihi suhu suhu kala musim kemarau. Kembali bersinarnya sang surya dengan garang ini, memberi angin segar bagi para Pemuja Sunset.

Salah satu lokasi dengan view sunset unik di Jogja adalah Bukit Paralayang Parangendog Parangtritis. Kenapa?

(more…)

Ada Apa di Rooftop Satoria Hotel

Mendung masih setia di langit Jogja sejak siang. Beberapa pesan masuk di ponsel membahas rencana menikmati sunset di rooftop Satoria Hotel.

“mendung begini, mana ada sunset” saya membatin dalam hati.

Sesungguhnya tidak hanya langit Jogja saja yang mendung. Suasana hati saya saat itu pun sedang mendung. Sakit kepala seperti dipukulin palu sejak kemarin belum sepenuhnya sirna. Sehingga akhirnya saya putuskan menyusul ke Satoria Hotel usai ibadah maghrib saja. Toh, Barbeque di Satoria Hotel memang dimulai pukul 18.00 WIB.

Sesaat sebelum meninggalkan rumah, saya sempatkan mengecek instagram. Sekedar ingin tau apa yang sedang dilakukan teman teman blogger yang tiba lebih dulu lewat instastories mereka. Namun rupanya keingintahuan ini berujung penyesalan yang terlambat. Home feeds dan instastorie mereka memamerkan betapa langit senja sore itu begitu indah.

(more…)

Rumah Merah Muda di Timur Jogja

Instagram rupanya mengubah banyak hal di sekitar kita. Misalnya membuat banyak spot berlomba-lomba tampil instagenic. Dari rumah makan, resto, coffeeshop, perpustakaan, hingga hotel-hotel berlomba menampilkan sisi instagenic nya untuk menarik perhatian pengunjung. Di rumah-rumah pun mulai menyiapkan sudut favorit untuk berbagai kebutuhan pemotretan.

tangga pun harus instagenic

Disiapkan sudut favorit wajib untuk foto OOTD setiap harinya. Meja kerja yang berantakannya dibuat-buat untuk (seolah-olah) memotret kesibukan kerja. Piring dan cangkir yang lucu untuk dipakai setiap memamerkan hasil masakan dapurnya —atau mungkin orderan GoFood?–. Hingga spot khusus di kebun belakang rumah untuk sekedar foto bekal makan siang setiap harinya. Oke, itu saya.

Lalu, apakah semua itu cukup? Oh, tentu tidak. Harus ada alasan untuk bepergian keluar rumah demi feeds yang tidak itu itu saja.

(more…)

Gagal Malas Mandi di Air Terjun Jagir

Sebagai pekerja setiap senin sampai jumat, dilanjutkan pelajar saat sabtu, saya terpaksa melakukan aktifitas yang tidak saya sukai setiap paginya. Mandi Pagi. Ya, ada kalanya kita tetap harus melakukan apa yang tidak kita sukai meski terpaksa. Maka saat-saat libur tanpa kewajiban mandi pagi adalah kemewahan tiada tara bagi saya.

Namun rupanya tidak demikian dengan teman-teman #TripTanpaDeadline yang agak-agak kesal dengan kemalasan saya ini. Maka pada suatu pagi, dengan sengajanya destinasi yang dipilih adalah Air Terjun Jagir, Kampung Anyar. Kolam air terjun ini dapat dicapai dengan menuruni tangga dari tanah yang tidak sempat saya hitung jumlahnya. Karena saya bukan Sherlock Holmes yang otomatis menghitung setiap jumlah tangga yang dilaluinya.

Begitu menjejak tepi kolam dengan dua air terjunnya, saya mencelupkan jempol kaki dan mengeluh dalam hati.

“duh, dingin banget”

Kemudian clingak-clinguk mencari kehangatan.

(more…)

Baluran, Bukan Sekadar Kulakan Foto

Sudah lebih dari 3 tahun dari terakhir kali saya menginjakkan kaki di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Kala itu, Sabana Bekol sedang hijau-hijaunya dengan rumput rumput tinggi serupa ilalang. Membuat saya tak henti berlarian ke sana kemari dan tertawa. Sayangnya 3 tahun lalu lagu Akad dari Payung Teduh belum diperdengarkan seperti saat sekarang. Tak ketinggalan rusa-rusa yang minum seenaknya di dekat pohon jomblo, tak peduli kehadiran kami.

 

dok April 2014, Baluran sedang hijau-hijaunya.

Pertengahan Oktober lalu, Baluran memberi saya pemandangan lain yang jauh berbeda. Sabananya yang kering serupa karpet coklat raksasa yang dibentangkan. Mengingatkan saya pada film God Must be Crazy. Pohon-pohon baik jomblo maupun couple yang berdiri tegak berjauh-jauhan sesekali kita jumpai. Juga satwa-satwa khas jawa yang memilih bersembunyi di siang terik itu.

pohon yang bersandar di tengah Sabana yang kering

Sementara akses jalan dari loket pembelian karcis hingga Sabana Bekol, tetaplah sama. 12 kilometer jalan berbatu yang cukup menantang untuk dilalui. Namun dengan kesungguhan niat dan kelihaian berkendara, goncangan dan batu-batu tajam perjalanan dapat dilalui. Sebagaimana kerasnya perjalanan hidup yang hanya dapat ditempuh mereka yang tangguh dan berhati teguh #ahaay.

(more…)

Ada Apa di Tjokro Style Hotel?

Yogyakarta masih menjadi salah satu kota destinasi wisata yang cukup ramai. tidak heran mengingat ragam wisata di Yogyakarta sangat lengkap dari wisata alam, budaya, kuliner maupun wisata belanja. Salah satu yang membuat galau traveler saat akan berwisata adalah pilihan akomodasi. Hotel yang nyaman, lokasi strategis,harga yang ramah, bonus spot-spot instagramable, tentu pilihan yang sangat sayang untuk dilewatkan.

fasad Tjokro Style. sumber: tjokrostyle.com

(more…)