diSTribuSi

disampaikan pada mata Kuliah:

TafSir Ekonomi

di ISLAMIC BANKING SCHOOL YOGYAKARTA

Dalam perekonomian modern, tidak dapat dipungkiri bahwa distribusi merupakan sector penting dalam aktifitas perekonomian. Distribusi, termasuk distribusi pendapatan dan distribusi kekayaan, baik yang melalui aktivitas yang bersifat ekonomi maupun social. Distribusi sangat kental dalam perekonomian Islam.

Menurut Muhammad Anas Zarqa (1995)1 terdapat beberapa factor yang menjadi dasar distribusi (atau redistribusi); tukar menukar (exchange), kebutuhan (need), kekuasaan (power), system social dan nilai etika (social system and ethical values). Anas Zarqa melihat begitu pentingnya memelihara kelancaran distribusi agar tercipta sebuah perekonomian yang dinamis, adil dan produktif. Contoh jelas dari urgensi distribusi dalam Islam adalah eksistensi mekanisme zakat dalam ekonomi.

Islam menjunjung tinggi hak individu atas kepemilikan terhadap sesuatu, namun karena mekanisme kepemilikan tidak dapat dilakukan oleh semua individu, bahwa orang yang berkuasa, berkeahlian tertentu, akan mendapatkan “kelebihan” yang dapat saja mengarah kepada “kecenderungan menghambat pemerataan kesejahteraan”. Karena itulah diperlukan system yang menjamin terjadinya distribusi atau redistribusi dalam perekonomian. Ingatlah tentang kelebihan karunia Allah yang diberikan Allah kepada sebagian hamba-hamba-Nya. Pelajari, ayat-ayat berikut; an-Nisa(4): 32, an-Nahl(16): 71, an-Naml(27): 15, al-Isra(17):70, al-Jasiah(45):16, ar-Ra’d(13): 4

Dalam Islam penjaminan kelancaran distribusi ini sudah disistemkan melalui prinsip-prinsip atau ketentuan-ketentuan syariah, misalnya kewajiban menjalankan mekanisme zakat dan mekanisme aktivitas perekonomian yang diatur oleh syariah.

Dari perspektif lain dalam dunia usaha (ekonomi riil) kegiatan distribusi dapat juga diartikan sebagai usaha melancarkan penyebaran sumber daya sehingga kesejahteraan dapat merata dirasakan. Artinya distribusi terjadi karena aktifitas ekonomi, seperti kegiatan jual-beli dan dunia kerja (reward and effort). Bahkan pelaku distribusi kini telah menjadi pelaku ekonomi dominan di samping konsumen dan produsen. Karena itulah, ekonomi Islam menempatkan secara strategsis terhadap posisi sector ini dalam mekanisme perekonomiannya.

Wahai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-haknya dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (Hud(11) : 85)

Fungsi distribusi dalam aktifitas ekonomi pada hakikatnya mempertemukan kepentingan konsumen dan produsen dengan tujuan kemashlahatan ummat. Ketika konsumen dan produsen memiliki motif utama adalah memenuhi kebutuhan maka distribusi sepatutnya melayani kepentingan ini dan memperlancar segala usaha menuju ke arah motif dan tujuan ini.

Aktifitas usaha distribusi ini kemudian dituntut untuk dapat memenuhi hak dan kewajiban yang diinginkan oleh syariat bagi konsumen dan produsen. Dengan demikian, aktifitas distribusi sebaiknya sejalan dengan motif dan tujuan utama dari aktifitas produksi dan konsumsi, yaitu pemenuhan kebutuhan masyarakat luas dengan landasan kemaslahatan. Kebutuhan utama adalah kebutuhan dasar atau pokok yang harus menjadi prioritas utama untuk dipenuhi dari perekonomian yang dijalankan produsen, konsumen dan distributor. Pemenuhan kebutuhan dasar dan penjaminan kelancarannya dalam perekonomian menjadi faktor penentu kestabilan ekonomi, politik dan sosial dalam kehidupan manusia.

Disamping faktor penjaminan distribusi yang dilakukan oleh mekanisme syariah melalui zakat dan lain-lain serta mekanisme ekonomi melalui aktivitas perekonomia seperti jual-beli, reward and effort, peran pemerintah atau negara juga tidak kalah penting dalam memastikan dan menjami kelancaran distribusi ini. Negara memiliki banyak pilihan berupa kebijakan atau instrumen untuk menjamin agar distribusi dapat berlangsung secara baik.

Bahasan Ayat

Pelajaran ayat-ayat di bawah ini dan ayat-ayat lainnya;

Berdasar urutan dalam mushaf adalah ayat-ayat di bawah ini adalah sebagai berikut; Al-Anfal(8): 1, at-Taubah(9): 60 al-Isra’(17): 12, al-Hadid(57): 7, al-Hasyr(59): 7,

Sedangkan berdasarkan kronologis turunnya surat-surat dalam al-Qur’an adalah sebagai berikut;

al-Isra’(17): 12 [ ], Al-Anfal(8): 1[ ], al-Hadid(57): 7, [ ]

al-Hasyr(59): 7 [ ], at-Taubah(9): 60[ ]

Dari urutan demikian dapat disimpulkan pemahaman; Allah telah menyediakan waktu siang dan malam yang beredar terus menerus sebagai media mencari nafkah. Bahwa harta yang didapat (ghanimah dan lain-lain) adalah milik Allah karena kemenangan atau perolehan atas harta itu atas karunia Allah. karena itu nafkahkanlah dari apa yang kamu peroleh. Mengapa? Agar tidak terjadi penumpukan harta di kalangan tertentu. Kepada siapa didistribusikan nafkah atau zakat itu, yaitu kepada 8 asnaf sbagaimana di sebutkan dalam ALQUR’AN…..

1 Muhammad Anas Zarqa, Islamic Distributive Scheme, Readings in Public Finance in Islam, (Edited by Mahamoud A. Gulaid & Mohamed Aden Abdullah), Islamic Research and Training Institute (IRTI) – Islamic Development Bank (IDB), Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia, 1995, pp. 181-184.

pORsi LebiH…………!!!!

Hamasah yng sunYi………….

13 Agustus 2008

22.44 Waktu Komputerku

Aku gak tau, suasana hatiku sekarang sperti apa………..

Tapi aku ga biSa mbohongi, sebagai manusia, tak ada yang mampu berlaku ADIL……………….

Ada porsi tertentu tuk hal istimewa……..

Experience is the best teacher

Aku percaya ungkapan itu………………

Tapi bagaimana, jika yang dihadapi adalah hal baru bagi personal………..????

Hidup ini semakin kompleks.,

Ku gak bisa nutup mata melihat kenyataan yang sekarang ini,,,,

Yang kupikir, dan kuresapi pun tak lagi sama dengan sebelumnya………….

Peresapan ini mulai mendapat perhatian sejak ku mendengar sendiri, sebuah topik yang banyak menjadi kontoversi berbagai pihak…..

Awalnya aku gak ngira kalau sebuah Fakta seperti ini yang akan berbicara…

Sampai akhirnya aku sadar, , ,

Dihadapkannya aku dengan berbagai keberagaman ini, mengikis ke’Tak percayaan’ku sebelumnya………

But it’s OK……!

Sampai kini…………

Seharusnya setelah aku pelajari, aku dapat menentukan sikap yang baik Saat menyambut kehadirannya………….

Tidak seperti saat ini….

Saat Ia hadir,,,

Tak ada alasan pasti dan rasional mengapa harus dua yang muncul….

Awalnya aku gak sadar,,,

Dan tak mau mengakui kehadirannya

Tak cukup dengan itu, aku berusaha mencari deSinfektan terbaik tuk lenyapkan kehadirannya…………

Sampai ia tak lagi semu………….

Tak lagi maya………

Tak lagi bayang-bayang belaka………….

Namun ku tak (belum) mampu…………..

Porsi istimewa, menjadi nYata…………

Materi dan kata yang tersia-siakan menjadi kebutuhan, dan ketika terhenti, porsi Lebih tuk kekhawatiran menanjak…………

kesempaTan LangKa yang sempat diharapkan, tak lagi terjadi. Bahkan terlewatkan…………..

nada Aneh yang menjadi Indah saat penampakannya….

Bahkan tuk sekedar meyakinkan saTu WuJud pun, aku tak mampu………

Sekedar menjadi penonton, aku tak punya kesempatan…..

Tapi……………..

Berulank kali aku coba tuk men-delete………

Bertanya pada hati-ku…

Kenapa….????????????

…………………………………………………………………………………….????

Porsi ini tak Lagi fiktif…….

Penantian tampilnya kata tak terucap, walaupun tak penting, menjadi rutinitas permulaan hari………

Merasa ada yang kurang bila tanpanya……………

Walau sangat sedikit kata yang terucap, , , ,

Kata tak terucap itu sudah cukup tuk sebuah penerbangan……….

Kesempatan itu selalu ada dan wujudnya nyata……….

Kalau kau Tanya, Analisis SWOT apa yang mnejadikannya memiliki porsi lebih…?

Aku tak Tahu………………

Yang aku Tau, keduanya mungkin lebih berpotensi tuk merakit TNT atau menguasai Air dan robohkanku………………

Aku tak tahu, apa NAMA hal isitimewa ini,,,,

Yang aku tau, ada porsi lebih dalam Hatiku……..

Dan aku gak bisa bohongi itu……….,,,,,,,,,

23.24 waktu Komputer ini

iT'S ovEr………..!!!

Yupz….

Dia sLalu dateng terakhir……

sTela nJalanin…..

baru ada keSadaran n SesaL yang menyEruak…………

dan sTiap Langkah awaL adalah Penentuan

so, jangan Sampe ngambiL langKah awaL yang saLah……..!

ni sbuah WARNING yang berlaku buat sapa aja

hari itu,

gak ada yang salah sebenarnya…

hanya saja, ternyata memang benteng ini gak cukup Kuat

hingga ketika tiba saatnya ia diterjang, tak mampu tuk bertahan pertahanan utama yang selama ini berasa membanggakan,

ternyata gak ada apa-apanya…

benteng itu terlalu rapuh

bahkan hanya tuk satu deburan ombak saja…

tak perlu pake TNT apalagi Tsunami…..

disentil dikit aja udah roboh………..

bermula dari beberapa bulan lalu, sebuah pernyataan tak terungkap dimaksudkan tuk perbaikan diri….

namun, apa daya

medan magnet lain menarik jauh lebih kuat

hingga ia tak kuasa berdiri tegap…..

T_T”

Mungkin, memang tiada kata ‘merasa cukup’ dalam berbuat kebaikan…..

Tiada garis Finish tuk sebuah perbaikan

Bagaimana tidak………….

Yang diAtas tak pernah memberi Limit tertentu tuk berbuat baik, ataupun menjadi lebih baik…

Dan Hari itu, menjadi bukti

Akhir dari rasa bangga, merasa sudah cukup memperbaiki diri, sampai kemudian trjerumus dan GaGal lagi…..

Gak ada yang bisa dibanggakan, karna memang yang dilakukan sebelumnya adalah “NOTHING” belum ada apa-apanya……….

Hari-hari yang lalu, ke-nyarisan-kenyarisan muncul berganti-ganti………

Bagai deburan ombak lembut membelai benteng rapuh……….

Tentu saja benteng itu masih terlihat kokoh, setidaknya untuk saat itu….

Dan Rasa Bangga itu, terlalu tinggi…

Seakan menang berhadapan dengan Tsunami……..

Huh……!

SUNGGUH MEMALUKAN…….!

Dan Terbukti,

saat pertahanan iTu RUNTUH, RONTOK, GAGAL, dan BERAKHIR…..

iTs OVER………….!

HanCur oleh kegeLapan dan keLeLahan…..

Tapi di ToPengi dengan BELAS KASIHAN……….!!!

Apa-Apaan iTu….???????

Bukannya memPerbaiki, maLah menyaLahkan keadaan yang gaK ada Hubungannya………….!!!!!

Mana BenTeng Yang membanggakan?

Mana benteng Kokoh?

Mana Pertahanan TingkaT tinggi??

Apa sih yang KAU PUNYA………..????

Apa sih Yang bisa Kau Banggakan??????

Gak Ada………..!?

MEMALUkAN…..!!!!

TEKAMUNAS REMINISCENT 2008

jujur, walopnm akhirnya acara yang udah di usahakan berhasil terlaksana, masih banyak uneg-uneg ketidakpuasan aku atas reuni kmaren….

ex: kputusan pas plantikan koor Regional kmaren diputusin tiba-tiba tanpa aku dan sebagian besar temen2 tau, ada musyawarah sebelumnya pa gak….

tiba-tiba aja udah diangkat.

efisiensi waktu n perdebatan sih…

tapi apa gunanya di bikin judul MUSYAWARAH NASIONAL kalo yang bermusyawarah gak seluruh Indonesia….

kalo menurut aku sih, koor regional tuh ya sedikit gak masyalah lah, kalo di tunjuk tiba-tiba (gak pake musyawarah)

tapi, kalo masalah Koor Umum nya tuh Looo………

masa ngangkatnya kaya gak niat gitu…

paling gak kalo bis di tunjuk, di tawarin dulu ketemen2, “STUJU GAK…?????”

baru deh diputusin….

gak asal gitu………..

kedua, tentang REUNI AWARD…

kmaren sih ada guyon-guyon temen-temen, kalo paling gaK ada nominasi, gitu Looh………

masa tiba-tiba langsung di angkat penghargaan gitu…..

kan lucu, gak ada yang ngerasa milih koQ tiba-tiba di nobatkan……….

trus, apa lagi ya…….???????

oh ya….

usul aja deh…

rekomendasai buat selanjutnya……..

kalo emang qita mau bikin REUNI AWARD, di bikin lah Quesioner n disebar ke temen2 smua…

siapa yg paling galak, baik, pelit, atau apalah.

Couple oF The Year juga gak pa pa….

kan malah lebih asyik n mnurutku c menarik..

karna hasil penobatan tuh berdasarkan polling temen2 semua. Nyata gitu Loh.

ya.. kemaren dadakan sih yakZ, jdi maklum deh kalo tiba-tiba langsung penobatan………

gitu juga tentang KOOR UMUM……………….

gak asal tunjuk, di daulat, Jadi deh…

Feel’nya kurang dapat………….

ada yang sTuju gak ma pendapatQ?

maaf Lho kalo ada pihak yang tersinggung…………

aQ Gak DoYan VIP……………

siang ini panas,,,

seharusnya gak ngeluh…………..
panas dunia kan gak ada apa2nya ma di akhirat ntar…???

kalo di pikir2, stelah aku renungi…
ada satu tiket VIP yang paling aku takutin…………

padahal biasanya kalo gy panas2 gini, tempat istirahat paling enak tuuh ya di ruangan VIP.

naik kendaraan pun kalo duid mencukupi, and pengen nyaman ya nyarinya yang VIP.

tapi emang VIP yang ini paling nakutin

smOga aja Q gak PErnAh Punya apalagi Berkesempatan

Yupz………..
tiket buat Neraka VIP.
Bayangin dah,,
fasilitasnya lengkap banget:

  • Gak pake antri, langsung masuk
  • Ruangan Luas,
  • Pemanas ruangan paling Tinggi
  • Pelayanan Maksimal dari malaikat Maut
  • bareng artis2 terkenal
  • and masih bayak lagi fasilitas lainny

hmmm………….
fasilitas maximum yang ikin keder…………..

makanya, dari skarang aQ pengen nyicil buat beli tiket Surga. yang Ekononomi aja gak masYalah…………
yang penting judulnya SURGA

bahkan, seumpama gak dapet or kehabisan, bagasinya surga pun aku rela dah
dari pada dapet neraka, VIP lagi…………..

tapi kan buat itu gak gampang, aQ kudu banyak2 belajar and beramal biar bisa ngerjain soal2 ujian akhirat.

Aq tau kok, kalo soal akhirat tuh udah BOCOR dari jaman dulu, tapi tetep aja banyak yang gak lulus………….

makanya, Qt kudu bbelajarnya yang bener2, gak stengah2 buat dapetin tiket surga…………….

ya,,,,,,,,,,,,,,

moga aja Qt bakal ketemu di Surga nTar………………..

AMIEN>………………

Mahasiswa, kini dan akan datang

Siapa yang tidak kenal dengan mahasiswa…
Siapa pula yang tidak tahu sepak terjang mahasiswa….?
Sejak zaman kemerdekaan, reformasi hingga sekarang, mahasiswa telah menjadi “kritikus ulung” pada wajah perpolitikan Indonesia. Tidak sedikit ‘nasehat” yang dilontarkan oleh mahasiswa, mampu memerahkan kuping para pejabat. Tidak sedikit pula perubahan yang diawali oleh “rajukan’ yang diajukan rekan-rekan mahasiswa.
Lihat saja tragedy “Mei 1998”. Masa runtuhnya rezim jendral besar soeharto (alm). Turunnya presiden yang telah berkuasa 3 dekade lamanya, tidak lain dan tidak bukan, ada campur tangan mahasiswa juga ‘auditor publik’, mungkin itulah mahasiswa.
Sebagai penasehat setia pemerintahan, setiap langkah pemerintah yang dinilai tidak adil, langsung dikritisi. tidak tanggung-tanggung, dengan menghadirkan banyak massa. mungkin setiap gerak-gerik pejabat, tidak ada yang luput dari pengamatan mahasiswa. Saking amanahnya menjalankan tugas sebagai “penasehat sukrela”, sebagian pejabat atau orang-orang ‘berdasi” merasa kebal dengan kritikan. Tetapi, hal ini tidak menjadi hambatan bagi kawan-kawan mahasiswa. Bahkan, makin hari semakin bermunculan aktivis-aktivis yang menyuarakan aspirasinya atas nama rakyat Indonesia.
Kelahiran aktivis-aktivis tersebut seperti tak terbendung. Dari berbagai kampus, dengan basic apapun. Selama kebijakan pemerintah dinilai belum “bijak”, penasehat sukarela inipun takkan berhenti memberi nasehat. Dengan cara apapun…. Sebuah pendapat dari kawan mahasiswa mengatakan, ‘Mahasiswa sebagai agen perubahan, begitulah identitas yang selayaknya terus mengakar dalam diri mahasiswa. Mereka ada untuk menjadikan perubahan. Mereka ada untuk memberikan perbaikan. Mereka ada untuk masyarakat yang sejahtera secara adil dan merata, serta untuk Indonesia yang lebih baik.apalagi,’ mahasiswa adalahh generasi muda penerus bangsa. Mungkin karena inilah, yang menjadikan mahasiswa merasa terpanggil untuk berperan serta dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Hal ini tentu membanggakan. Bagaimana tidak, jika nantinya, pemerintahan akan diteruskan oleh mantan “penasehat sukarela” yang kini, saat masih mahasiswa, gemar menyuarakan keadilan. Berarti, beberapa tahun lagi, Negara akan menjadi lebih baik sebagaimana yang disuarakannya saat ini.
Benarkah…………?
Kenyataannya, saat inipun kondisi Negara kita masih carut marut. Padahal, tidak sedikit mantan aktivis mahasiswa yang dulunya mengkritik pemerintah yang kini duduk di pemerintahan.
Bahkan ada juga pelaku korup dan tindak penyelewengan lain, dilakukan oleh mantan aktivis. Mungkin godaan dalam pemerintahan sangat besar. Atau, menjadi praktisi tidak semudah saat mengkritisi. Sehinngga akhirnya, dari idealisme awal yang lurus, mulai sedikit membelok, dan akhirnya melenceng sama sekali. Akibatnya, seperti yang kita lihat saat ini, mantan aktivis yang sudah menikmati empuknya kursi ‘berharga’ sudah lupa dengan apa yang pernah disuarakannya.
Akankah generasi kita menjadi seperti itu…………?
Semoga aktivis mahasiswa saat ini, tidak mudah pikun dengan apa yang pernah disuarakannya setelah menduduki “kursi panas” pemerintahan dan siap untuk di “nasehati” oleh “penasehat sukarela” yang baru.
Alangkah indahnya jika hal itu akan terlaksana esok.
Semoga…!!!!
HamaSah yang sunYi
Jogjakarta, 1 March 2008 01:24 AM

I,ROBOT

Beberapa poin yang menjadi perhatian dari film “I,ROBOT” kaitannya dengan nilai-nilai peradaban pada masyarakat dan dampak perekonomiannya:

Ä Peradaban yang maju, manusia menjadi manja, kurang berusaha

Hal ini terlihat jelas dari bagaimana manusia mengendarai kendaraan tanpa harus menyetir. Tidak perlu belanja sendiri, atau memasak sendiri, karena sudah dapat dilakukan oleh robot dengan baik.

Diceritakan juga dalam film ini, hamper setiap orang memiliki robot pribadi. Menunjukkan betapa manjanya manusia masa itu

Ä Manusia kurang sosialisasi ke sesama karena lebih banyak berinteraksi dengan robot

Baby sitter dari manusia tidak lagi diperlukan, karena cukup dengan robot. Menunjukkan dari kecil seorang anak tidak dibiasakan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan manusia. Sehingga karakter sosialnya tidak terbentuk. Kurangnya sosialisasi dengan orang lain juga menyebabkan pengetahuan tentang tata krama dan adat bergaul sangat minim.

Kondisi seperti ini sangat mempengaruhi peradaban untuk generasi selanjutnya. Minimnya nilai moral dan kebutaan adat social menyebabkan peradaban yang kian buruk dan terpuruk. Nilai moral dan tata krama sedikit demi sedikit akan terkikis, dan individualism serta egoism semakin subur dalam tiap manusia. Jiwa sosialnya pun menurun, karena lebih senang berinteraksi dengan robot.

Ä Kemungkinan pengangguran lebih banyak

Sebagaimana point di atas, tidak diperlukaannya juru masak, baby sitter, sopir, dan profesi lain yang tergantikan oleh keberadaan robot. Pabrik pembuatan robot (USR) pun mempekerjakan robot untuk produksi robot selanjutnya.

Hal seperti ini tentunya melemahkan aktivitas ekonomi itu sendiri dalam masyarakat tersebut. Orang-orang jenius atau ahli mungkin akan memiliki kejayaan karir. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tak memiliki keahlian khusus atau keahliannya kurang memadai? Apa yang bisa ia lakukan?

Ä Manusia mengagungkan ciptaannya sendiri, ketergantungan dan akhirnya ciptaan manusia tersebut berbalik ingin menguasai manusia

Manusia kagum terhadap dirinya sendiri yang merasa mampu menciptakan sesuatu yang hebat. Ketika robot-robot dan semua benda otomatis tersebut telah menjadi candu, manusia tak bisa lepas darinya (Terlihat pada adegan mengendarai sepeda motor, Dr. Calvin sangat ketakutan, dan tak yakin akan keamanannya), robot-robot ciptaannya yang telah dilengkapi kemampuan berlogika dan berevolusi menjadi berbalik ingin menguasai manusia (dalam film ini, VIKI sebagai prosessor di dunia robot lah pemprakarsa dan pengendalinya)

Bisa jadi hal ini sebenarnya merupakan peringatan atau tadzkiroh bagi manusia yang sombong dan mengagungkan dirinya sendiri dan ciptaannya. Merasa mampu menguasai dunia tanpa menyadari hakikat dirinya yang juga sebagai makhluk, ciptaan Sang Pencipta.

Ä Manusia meniru ciptaan-Nya tetapi takkan mampu

Dalam hal ini, manusia menciptakan robot yang memiliki sifat-sifat seperti manusia, seperti logika, perasaan, bahkan ada robot yang mampu bermimpi. Akan tetapi manusia lupa, bahwa ia takkan mampu mengontrol semua yang telah diberikan pada ciptaan mereka itu. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi akibat keterbatasan ini.

Karena tipe manusia adalah makhluk ciptaan, sehingga tak mampu tuk menciptakan yang sesuai dengan dirinya. Atau bahkan lebih. Ciptaan manusia tidak akan memiliki keseimbangan sempurna seperti ciptaan Sang Pencipta[1]. Manusia akan lengah untuk mengontrol ciptaannya sementara Sang Pencipta takkan pernah lengah terhadap ciptaan-Nya [2]


[1] Al Quran : Al Mulk 3

[2] Al Quran : Al Mukminun 17