untitled

hamasah,, 26 Oktober

(saat sebuah Qsah mengiLhami)

bila rasa ini fiTrah,,

bila rasa ini anugraH,,

bila rasa ini indaH,,

mengapa terdoktrin bak muSibaH,

hingga kehadiran tunasnya mengharuskan cegah,,,

mengapa terduga bak air bah,

hingga wajib ku bangun benteng kuat tak bercelah,,,

mengapa harus menjadi salah??

Saat logika mulai melemah…

Saat sikap menuntun rubah…

Akibat hati yang terbelah….??

Apakah karna sang waktu??

Apakah belum saatnya??

Mengapa waktu menjadi tertuduh..?

Mengapa diskriminasi harus terjadi??

Disini,,

Di area yang siapapun layak menikmatinya…

Mengapa ia menjadi indah bila tiba masanya…?

Karna hakikatnya ia kan selalu indah,,

Tidak temporal,,

Juga lokal,,

Tetapi universal

Tanpa perlu diragu…..

Tapi mengapa kalanya menjadi getir..?

Hanya karna tiba lebih pagi…

Hanya karna sedikit mendahului masa..

Kini, akan kemana berlabuh??

Jika getir melemparkan jangkar harapan di lautan masa,,

Berusaha membunuh tambatan yang datang lebih pagi,

Agar tiada lagi pisau yang membelah,,,

Meracuni khusyu’ku,

Membanjiri bentengu,

Dan ia pergi tanpa melumuri luka yang ditorehnya….

Bantu aku,,

Bantu aku tuk menjadi kebal,,

Agar aku tak perlu penyembuh,

Yang mungkin kan meracuniku,,

Bantu aku tuk sebuah ketegaran,,

Agar aku tak meminta penenang,,

Yang mungkin akan menggoncangku,,

Bantu aku tanpa kehadiran,,

Karna….

Tiada satupun yang sempurna..

Tiada satupun yang berpeluang,,

Aku hanya ingin mencintai hidup ini,,,

Dengan Mencintai-Mu

Satu komentar pada "untitled"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.