Sebuah cerita biasa…

Aku ingin bercerita padamu, kawan

Sebuah kisah yang sangat biasa dari seseorang yang biasa…

Ia seorang perempuan. Kehidupannya sangat biasa, tidak ada hal istimewa yang harus diagung agungkan darinya. Ia hanya potret seorang perempuan diantara jutaan perempuan di dunia.

Kala itu ia masih berusia remaja. Katakanlah 17 tahun. Masa dimana suasana hati anak seusianya berbunga-bunga. Tahukah kau, apa yang dia rasa? Tidak ada.

Dia memposisikan semua temannya sebagai “teman” dan tidak merasa terusik dengan itu.

Tidak ada yang istimewa, karena ia ingin memiliki banyak teman…

Sempat beberapa mendapat tempat istimewa, tapi kemudian berlalu tanpa beban…

Ia tak peduli dengan kawannya yang mulai merasakan bunga bunga,,

Ia tak ambil pusing dengan cerita kawannya tentang indahnya berbagi,,,

Ia bahagia dengan keadaannya,,

Dan tak pernah berusaha mencari seseorang istimewa,,,

Ini hanya kisah biasa dari orang biasa,,,,

Kala itu usianya jelang 18 tahun.

Ia mulai memasuki kehidupan yang baru.

Keluar dari ruang aman dan menghadapi kehidupan sesungguhnya.

Tak jelas apa yang di depan matanya,

Hingga beberapa kali ia bergerak tak tentu arah.

Plin plan, kata orang…

Ia belum punya tempat berpegang…

Ini kisah yang sangat biasa..

Keluar dari lingkungan amannya, ia ingin kembali..

Tiba tiba sesuatu yang lain tumbuh dalam dirinya..

Sekian lama tak bertegur sapa, membuatnya takjub saat sapanya hadir.

Seseorang biasa tiba tiba menjadi sedikit berbeda di matanya.

Tiba tiba, sapanya menjadi berarti,,

Teguran tak penting menuntut tanggap,,

….

Kisah ini sungguh biasa,,

Sekian lama rasa itu tumbuh,

Mengalir  tanpa pernah beriak atau membadai..

Dinamis yang statis..

Perempuan ini diam, tak pernah memberitahu siapa.

Tak seorangpun tau.

Tidak seorang istimewa itu,

Tidak kakak adiknya,

Tidak orang tuanya,

Tidak kawannya,

Tidak kawan seorang istimewanya itu,

Tidak pula kawan keduanya…

Ia menyimpannya dalam diam..

Bahkan mungkin rasa itu lebih dulu datang sebelum disadarinya..

Ia diam tak pernah mengharap lebih

Tak pernah menuntut balas

Dan tak pernah menampakkannya…

Ia diam,

Sebagaimana diamnya tak mengharap apa apa…

Tak pernah menuntut tau,

Apakah berbalas,

Apakah seorang istimewa itu mengistimewakan ia juga…

Ia diam, bahkan pikirannya pun tenang,,

Hampir hampir tidak ada waktu dihidupnya yang terbuang sekedar memikirkan seorang istimewa itu..

Namun rasa itu tetap mengalir..

Tanpa gejolak,

Tanpa menuntut tanggap.

Ah, kisah ini sungguh biasa.

Masihkah kau mau mendengar, kawan…?

12 komentar pada "Sebuah cerita biasa…"

  1. Kisah yang sungguh luar biasa di tengah hingar bingarnya tingkah-polah manusia yang tak jelas. Diam untuk merenung, bstrategi, untuk kemudian melanjutkan hidupnya yang lebih baik, kanapa tidak?!

    Mb tunggu klanjutan kisahmu ya deQ…..
    Luv U 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.