Kakak Baru

image

Kemarin, 21 Desember 2013 saya resmi punya saudara laki laki. Kenapa demikian? Sekedar informasi saja, saya anak ke 2 dari 4 bersaudara yang semuanya perempuan. Trus, koq bisa punya saudara laki laki baru? Yep, tepat kemrin sabtu kakak saya Qolbiy resmi menyandang status baru. Status baru yang dibuktikan dengan Buku Nikah (alhamdulillah gak ikutan kena imbas kelangkaan buku nikah). Dengan demikian, pastinya donk saya jadi punya Kakak Laki laki baruu (istilah jawa kuno nya Brother in Law). Welcome to the family, Mas Danii….
Saya dan Qolbiy bisa dibilang cukup dekat sebagai saudra. Pertama karna usia sekolah saya dan Qolbiy yang hanya selisih 2 tingkat, dan sekian lama waktu yang bikin kita berdua selalu bareng. Qolbiy seperti teman terbaik buat saya. Hanya dengan dia saya bisa marah2 sepuasnya, bercerita apapun yang saya mau tanpa peduli dia dengar atau tidak , mengomentari apapun yg dia lakukan diminta atau tidak diminta, positif atau negatif, hanya dengan dia kami bisa mempertengkarkan hal apapun tanpa gengsi berbaikan kembali dalam hitungan menit. begitu pun pula sebaliknya. Saya sudah hidup bareng Qolbiy sejak kelas 1 SMP ketika orang tua kami jauh di ujung timur negri ini. Hingga setahun lalu tepatnya 24 September 2012 saat saya harus hijrah ke Surabaya (perpisahan yg pahit). Adik saya pun sampai berkomentar “kalian gak bosen ya bareng terus? Aq aja lihatnya bosen”. ???? Ya bahkan tidak sedikit yg mengira kami kembar, sebagian bahkan sempat tertukar saya dan Qolbiy.

image

Masih kembar gak?

Mungkin saat saat setahun lalu dimana saya harus berpisah dengannya, memberi jeda waktu kami untuk bersiap. Bersiap bahwa suatu hari nanti, kami akan menjalani hidup kami masing masing. Dan hari kemarin pembuktiannya. Qolbiy akan memulai menjalani hari hari nya tidak hanya sebagai kakak dan teman bagi saya. Tapi juga sebagai Istri dan teman bagi Mas Dani. Menurutku, hadiah terbesar Ibu di Hari Ibu ini adalah Qolbiy sudah memberikan Seorang anak laki laki untuknya. Suatu saat nanti, semoga Alloh mengizinkan kami memberikan Anak Laki Laki yang lain untuk Ibu dan Bapak. ????

8 komentar pada "Kakak Baru"

  1. Aamiiin…
    semoga anak laki-lakinya segera nambah 🙂
    pasti ada antara senang dan sedih ya Qid.. soalnya dulu aku juga gitu sama mbakku. Sedih, tapi ya bahagia.

    1. hahahaha aamiin. *yg pertama

      iya mbak, tadinya mau fokus tulisannya soal sedih senang nya. tp gak jadi biar skalian bisa nyambung sama hari ibunya
      *walopun maksa

  2. Amin ya rab
    Kalau saya analisa perpisahan kalian itu yg mendatangkan seorang laki laki kepada kakakmu. Coba kalau kalian masih bersama sama terus, pasti laki laki itu bingung mau pilih yang mana. Makanya jauh jauh ya sama adiknya, biar cepet dateng laki laki satu lagi untukmu.

    1. trimakasih doanya,
      hehe ada ada aja. tapi saya, Qolbi, dan adik saya (Qonita) punya lingkungan aktivitas dan pergaulan yg sama sekali berbeda loh..
      mgkn benar jg analisisnya kalo aku ngintil terus, g ad yg mendekat. hehehe

  3. Namanya juga saudara … tentu saja mirip ya Qid …
    Yang jelas semoga kakaknya Aqid dan juga keluarga besar … selalu sehat dan berbahagia selalu

    Salam saya
    (kita sudah pernah bertemu kan ?)
    (Aqid yang memfoto kami kan ? waktu di Tembi itu … dengan Mbak Anna, Pak De dan Pak Uztadh ?)

    1. aamiin…
      terimakasih, om trainer, pak NH (bingung nyapanya gmn), sudah main di blog alay saya..
      iya, Pak. saya yg motoin pas didepan D’omah Tembi sama mbak Anna, duh jd tersanjung saya nih om trainer main kesini. 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.