Senin Ini Bukan Senin Biasa

image

Es teh seger nih kayanya. *gak nyambung biarin

Senin ini tidak seperti biasanya. Karna Kakak saya sudah tinggal bersama suami, dan Adik saya berlibut ke Bogor sejak Sabtu, saya di rumah sendiri aja. Minggu sore saya melakukan ritual weekend semacam mencuci, memasak (karna lagi penghematan jajan), menyetrika dan mempersiapkan yg perlu saya bawa ke mess selama seminggu. Herannya setelah semua aktivitas itu, bukannya ngantuk malah insomnia saya kambuh. Untunglah sekitar pukul 2 saya bisa tidur dengan tenang. Sempat bangun untuk Subuhan, tapi terkapar lagi dan KESIANGAN.
Sekedar informasi, saya butuh waktu perjalanan 1 jam. Dengan kondisi limit waktu yg tersisa hanya 30 menit, mandi, bersiap (baca: dandan), packing, manasin motor dan cek kondisi rumah harus sudah DONE. Rupanya saya sedang tidak beruntung. Jam tangan saya sudah berbunyi menandakan pukul 7.00 saat saya baru menyiapkan sepeda motor.
Sepanjang perjalanan saya tak henti melirik jam tangan saya dan menghitung estimasi jam tiba saya. Untunglah setelah keluar dari Provinsi DIY, jalanan lebih bersahabat. Tepat pukul 07.55 saya sampai dan ternyata rata-rata kecepatan saya masih hitungan normal (54.41 Km/hr versi My Track dalam 52 menit).
Tentu ini bukan senin yang biasa. Saya biasanya lebih suka berangkat lebih awal. Banyak destinasi sarapan yang bisa saya cicip dengan santai sepanjang perjalanan. Saya juga bisa dipuaskan dengan pemandangan matahari terbit karena perjlann saya menghadap ke Timur jika berangkat selepas subuh.
Senin ini alih alih mampir sarapan, apalagi menikmati sunrise. Tiba tepat waktu tanpa insiden berbahaya di jalanan saja saya sudah syukur. Apalagi tau sendiri lah kondisi jalan Solo-Jogja yang bergelombang dan berlubangnya keterlaluan.
So, pagi ini saya hanya bisa melirik Gudeg Yu Djum, Dunkin Donuts, warung Soto, dan tempat2 lain yang pernah jadi tempat saya singgah sarapan. Saya hanya bisa menatap langit didepan saya yang tak lagi menampilkan bola emas batu terbit. Ditambah penyakit pagi saya yang kambuh, tak henti bersin sepanjang perjalanan.
Senin ini memang bukan senin biasa buruh semacam saya.

2 komentar pada "Senin Ini Bukan Senin Biasa"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.