Empat Dua Dua Ribu Empat Belas

Lagi gak bisa buat bikin posting di hari ini. Mungkin semakin tambah tua semakin berkarat juga sel sel kelabu di kepalaku (tapi semoga aja enggak ya).
Cuma saya takjub aja kalo ternyata 4 tahun yang lalu alias 2010, di tanggal yang sama saya bisa buat perenungan atas semakin menjomponya usia saya.

Cekibrot yaa

19 berlalu

19 lewat sudah,
19 lalu sudah,,,
adakah yg tersisa…..?
adakah yang membekas…..??
19 tahun ku tak sungguh sungguh mencari
19 tahun ku tak sungguh sungguh menggali
wajar tak ku jumpa obat hati
wajar jika hanya kutemu mimpi…

19 masa kulewati dan kurasa, sepi….
19 tahun kujalani dan kudapat, sunyi….
padahal ku tak tau,
dan tak pernah tau,
berapa masa kan ku lalu….??
berapa lama jatuh tempo-ku
tuk tak lagi sekedar bertemu sepi
tuk tak lagi tertipu bias
tuk tak lagi menambah hitam….

izinkan ku bangkit
hidupkan asa yang sempat mati
siapkan raga tu tempa diri
hingga ku temu daya & energi
tuk berlari tunaikan janji,,,,
tak lagi tenggelam dalam picisan
tak lagi hanyut dalam permainan

19 lalu tlah pergi
19 kemudian tlah menanti,,,,

Khoirunnas man Thola umruhu wa hasuna amaluhu…….
4 februari 2010, 05.32 [email protected]

Posting asli di SINI

Terimakasih terbesar kepada Sang Pemilik Yang Maha Kuasa, dengan pemurahnya memberi kesempatan saya untuk memperbaiki salah salah yang lalu. Diberi kesempatan untuk berbuat lebih banyak manfaat, lebih banyak menabung kebaikan guna kelancaran jalan Dunia dan Akhirat. Semoga saya bisa.

Sebegitu besar nikmat yang dapat kusesap hingga kini,
Pantaskah aku menuntut banyak sedang sembahku tak berjiwa.
Pantaskah aku memohon lebih, sedang sujudku sekedar ritual letih.

Untuk saat ini semoga saya diizinkan memperbaiki diri lebih baik lagi, mensyukuri segala pemberian Yang Kuasa dengan mengamalkan apa yang sudah seharusnya diamalkan.

Untuk keluarga, saudara, rekan dan sahabat dunia nyata maupun maya, terimakasih untuk setiap doa yg dikirimkan. Terimakasih sudah menyisakan sedikit ruang di memori untuk mengingat hari ini.
Percayalah setiap hal baik yang kita doakan untuk orang lain, menjadi doa yang lebih makbul untuk diri sendiri pula. Alam dan seisinya mendengar dan turut mengaminkan doa doa kita.

Mari berani lebih baik

*eh koq jadi mirip iklan k**panye yak

*tidak bisa menampilkan setiap ucapan selamat dan doa dr kawan2, tapi kurang lebih jika dirangkum rata rata isinya seperti pesan Ibu dan Bapak saya:

Ibu:

Hr istimewanya Aqied dimulai dg doa,smg umurmu smakin barokah,aqidahmu shohihah,amalanmu lbh baik,rizqimu tmbh luas,ilmunya bermanfaat, luas jg jodohmu sholeh,dll

Bapak:

Berganti angka dalam usia pertandaagar semakin banyak kebaikan yang harus dilakukan,kesalahan yang dihilangkan,memberikan manfaat yang terus ditingkatkan dan engkau bisa,semoga Allah memberi berkah dan kekuatan pada mu,selamat berjuang.

I’m not Aqied Kecil anymore

25 komentar pada "Empat Dua Dua Ribu Empat Belas"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.