Aku Mencintaimu, Fajar

Aku mencintaimu, fajar

Andai dapat kau undur waktu tiba mu
Andai datang mu tak terburu-buru
Andai semburatmu tak dahulu membiru

Aku mencintaimu, fajar

Andai usai ragaku berkawan letih
Andai burai penat dari jasad ini
Andai lelah tak lagi menghampiri

Aku mencintaimu, fajar

Andai dinginmu tak panggil gigilku
Andai anginmu tak pancing gemeletuk gigiku
Andai belaimu tak pasung hangatku

Aku mencintaimu, fajar

Andai kau tak hadir se dini ini
Saat rehatku belum lagi sempat dimulai
Saat ragaku belum ingin ditemui
Saat jiwaku masih merindu malam sunyi.

Aku mencintaimu, fajar
Maukah kau datang terlambat?

image

Ini potonya di pelabuhan waisai raja ampat loooh

37 komentar pada "Aku Mencintaimu, Fajar"

  1. Sindrom hari minggu ya. Gw dulu juga pernah Qied. Setiap minggu malem pasti begadang ampe jam 3. Eh ternyata kerana kantor. Bahahaha. Gak mau hari minggu berlalu begitu sajah. Kalo semalem sih karena saya sudah memutuskan mau stay up late bikin blog baru. Hihihi. Sama aja ya.

    1. Eeeh mas dani. Kangen deh ud lama gak komen dimariii.
      Iya kali ya mas belom rela liburnya selesai. Hahahaha. Kadang aku mikirnya apa karna dulu sempet kebiasaan malam senin tidurnya di bus ya. Jd kebawa smp sekarang minggu malam lek lek an.
      Ada bagusnya juga kan jadinya aku pertamax 2x di blog mas dani. Wkwkwkwk

    1. Aku cinta fajar kalau dia datangnya terlambat. Berapa jaam gitu kek.
      Tapi berhubung dia datangnya selalu tepat waktu, jd blm bisa Γ§inta seperti cintaku ke fajar kalo dtg telat.

    1. Iya. Kalo telat kan bisa tidur lebih lama. Hahahaha
      Waduh saya jg gak ngerti motret memotret. Cuma pke kamera ponsel.aja. paling banter ya kamera pocket. Lha wong saya ga bisa ngoperasiin kamera πŸ™

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.