Bakmi Jawa Bu Gito: Santap Malam a la Agung Sedayu

image

Omah Tanpo Lawang

image

579011_10200900314844281_210579549_n

Bakmi Jowo Bu Gito saat siang

 

Bagi yang follow akun Instagram, Foursquare, Twitter dan facebook saya dan sempat lihat ato mungkin ad yg hobi kepo ato stalking akun akun tersebut, saya yakin familiar dengan judul post ini. Yep, bisa dibilang saya cukup sering check in ato aplot foto sedang di Bakmi Jawa Bu Gito, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta. Tidak heran karna menurut catatan Foursquare, saya masih menduduki posisi Mayor di lokasi ini.

Ada beberapa pendapat dalam tiap posting tema ini. Ada yang bertanya seberapa enak bakmi jawa ini sampai sebegitu sering saya kesana. Ada juga terheran heran kenapa saya seperti wajib absen kesana hampir tiap pekan, bahkan ada beberapa teman yang penasaran dengan foto yang pernah saya unggah  dan mengajak saya nge-bakmi. ????

image

setelah sekian kunjungan saya, saya putuskan mendokumentasikan alasan-alasan dan latar belakang kenapa foursquare sampai merelakan gelar Mayor ke saya.

Pertama, tentu saja karena Lokasi. Saya tidak mengatakan lokasi Bakmi Bu Gito Strategis ya, , yang saya maksud faktor lokasi disini adalah jarak tempuh dari tempat tinggal saya saat ini. Dalam 5 menit berkendara sepeda motor, saya sudah bisa berpindah dr duduk di kursi rumah saya, menjadi duduk manis lesehan di amben bambu  dan bersandar di tiang-tiang kayu gelondong dalam warung Bakmi Bu Gito. Oh ya kalo ad yang tanya dimana lokasinya, bisa cek di google map. Atau kalau Anda dari daerah gedongkuning atau Kotagede, bisa masuk jalan kecil di sebelah “PILAR”, nanti belok kiri di pertigaan yang ada warung baksonya. Warung berkayu-kayu dengan cahaya sedikit temaram itulah tempat nge-bakmi nya.

8847_10200574938950087_1970265875_n

Foto pertama, kameranya jelek. maklum tenaga surya

 

Kedua, kesan pertama memang tidak bisa dibohongi. Sebenarnya kunjungan pertama saya bukan karena memang berniat mencoba atau dapat referensi dari siapapun. It was by accident. Ceritanya hari itu saya kelelahan sehabis berbelanja dengan adik kecil Abidati. tujuan kami adalah Bakso Wonogiri Sari Nikmat yg saat itu terletak di Jl Ki Penjawi. Apa daya kami memang ditakdirkan untuk singgah ke warung lain terdekat (Which is Bakmi Bu Gito) akibat kehabisan bakso. Dan saya bersyukur pada takdir indah Tuhan malam itu yang membawa kami ke tempat makan yang benar.

Saat itu malam minggu, dan hampir semua meja terisi. Kami dapat satu kursi yang cukup untuk berdua yang berhadapan langsung dengan dapur, kasir dan tempat pesan. Adik saya yang tergila-gila dengan serial Api Di Bukit Menoreh, langsung takjub. pertama tentu saja seragam waiter/waitress disini. Semua mengenakan pakaian a la Agung Sedaya yang sering muncul di Cover depan tiap seri ADBM. Yep, Baju garis2 vertikal, beserta blangkon.

Rentang waktu dari memesan hingga hidangan sampai di meja kami memang cukup lama (bisa sampai 45 mins), namun saat itu saya dan adik dalam decak kagum. Kami diiringi musik gamelan atau karawitan atau gending atau apalah (saya masih gak bisa bedain) LIVE lengkap dengan sindennya.

971819_10200913058122855_1760806582_n
pas lagi ada LIVE music malah gak ambil foto. baru moto alat2 pas lagi gak dimainin

 

Seketika keluarlah segala kata-kata asing dr buku ADBM yang sbelumnya hanya ada dalam imajinasi adik saya menjadi nyata. Ia mulai berkicau bahwa ia bisa merasakan apa yang diduduki Agung Sedayu, bahwa ia mulai bisa menikmati cahaya temaram di kedai-kedai, bahwa ia mulai merasa seperti telik sandi yang sedang mencari informasi dengan bergosip di warung makan, dan segala yang sudah saya lupa (Terakhir baca AdBM pas SD). Terang saja setelah itu dia merencanakan untuk menyeret kedua kakaknya yang lain, yang lebih freak terhadap Karya (Alm) SH Mintardja dengan tokoh sentral Agung Sedayu itu.

Api_di_Bukit_Menoreh_1
ambil di wikipedia

Ketiga, tentu saja akibat cerita atau posting atau foto2 saya  yang mungkin lebay dan provokatif, saya akhirnya harus mengawal mereka-mereka yang penasaran untuk turut menikmati santap di dalam mesin waktu ini.

sukses menyeret 2 sodara

sukses menyeret 2 sodara

Keempat dan cukup sering terjadi juga, karna saya sejak menjadi buruh eight to five ini sudah jarang dan malas sekali memasak, even hanya masak nasi. Dengan demikian, setiap tamu (hal ini baru terjadi pada Bapak, Nenek, Paman dan Tante saya, serta sedikit teman) yang berkunjung ke rumah dan melewati waktu makan, terutama makan malam, saya lebih memilih mengajak santap malam a la masa-masa Agung Sedayu ini.

nge teh poci sama bapak

nge teh poci sama bapak

 

Kelima Keenam Ketujuh bisa untuk dijabarkan lagi, tapi sepertinya Anda sudah mulai malas membaca dan diamini oleh saya yang sudah malas menulis juga. Jadi cukuplah ke-4 alasan tadi menjawab pertanyaan Anda. Bagi Anda yang memang tidak bertanya, mungkin bisa jadi referensi dan sekedar informasi saja.

Foto foto sebagian pernah saya unggah di sini. Tapi mungkin sudah banyak tenggelam di bawah postingan lain. Saya yakin Google bisa sangat membantu Anda jika membutuhkan informasi lebih.

Gubug Reyot (Katanya...)

Gubug Reyot (Katanya…)

 

Bareng temen temen, janjian Friday Nite disini

Bareng temen temen, janjian Friday Nite disini



* harga Bakmi Jawa Godog/Goreng (bisa pilih mi campur, atau mi kuning aja ato mi putih aja) @14,000. (Pas kunjungan 24 Jan 2014: Rp. 15,000)
*harga Bakmi Jawa Spesial Godog/Goreng seporsinya 19,000 (pas kunjungan 24/1/14: Rp. 20,000)
*menu makanan yang disediakan selain bakmi diantaranya:
Menu Malam: Nasi Goreng, Magelangan Goreng/Godog, Cap Cay Goreng/Godog, Rica Rica Ayam Kampung, Fuyunghai (saya gak hafal harganya)
Menu Siang: Lotek, Gado Gado, Tahu Kupat, sisanya lupa
Menu Minuman: Teh Panas/Es, Jeruk Panas/Es, Teh Poci, Wedang Uwih, Jahe gepuk gulabatu, Jahe Susu, sisanya lupa
*Jam Buka: 09.00 pagi sampai malam

image

image

Magelangan goreng

52 komentar pada "Bakmi Jawa Bu Gito: Santap Malam a la Agung Sedayu"

  1. Wah udah jadi Mayor, pasti keseringan main ke Bakmi Jawa Bu Gito ini..

    Harganya lumayan juga ya untuk ukuran Jogja, 15 sampai 20 ribu. Tapi pengen nyobain ah kalau mampir ke Kotagede nanti..

    1. Hehe gak tau deh skarang masih ato enggak. 4sq nya ud di uninstall.
      Kalo yg murah nasi gorengnya 10rb ato 11rb kayanya.
      Boleh tuh kalo nyobain di kotagede nraktir2 saya.
      Hahahaha
      *modus cari gratisan

    1. Waduh aku ud lupa. Baca trakhir tuh SD.
      Setauku istrinya Agung Sedayu tuh Sekar Mirah. Trus ad tokoh2 ceweknya Roro Wulan, Pandan Wangi, errrr siapa lagi ya

  2. Uwaaa… aku doyan banget sama bakmi Jawa rebus. Dulu di deket kos ada warung bakmi langganan, tapi tutup karena yg jual pulang kampung, mau buka di sana…. 🙁

    Mmm… kalo ke Bakmi Jawa Bu Gitu mungkin enaknya datang rame-rame, ya. Kalau sendiri takutnya jadi bosan, soalnya masaknya lumayan lama, hehe….

    1. Bener mas Adit. Kalo sendiri bakal mati gaya nungguin pesenannya gak dateng2. Jd mending ajak2 aku gitu traktiran. Wkwkwkwkw. Tapi tenang aja disana banyak colokan koq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.