Press "Enter" to skip to content

Nggembel itu Asik, Kadang-kadang

Katakan

Katakan “Ransel!”
Ransel dan Red Jacket

Saya memang bukan traveler, meski saya suka menikmati perjalanan. Saya juga bukan backpacker, meski suka gendong ransel. Saya pun bukan explorer beponi yang suka bertanya pada peta, karna itu pasti Dora.

Tapi, sempat tinggal di beberapa kota berbeda (cek halaman siapa saya), membuat saya merasakan macam-macam perjalanan. Dalam hal cukup sering menggunakan transportasi umum, tentunya saya cukup familiar dengan beberapa tempat pemberhentian transportasi umum. Gak bisa jodoh dengan transportasi yang kita mau, kadang jadi salah satu resiko penumpang. Gak jodoh di sini maksud saya bisa jadi waktu yang gak sesuai dengan yang kita inginkan, atau ketersediaan armada, atau transit, dan lain lain. kalo udah ketemu resiko penumpang begitu, apalagi di kota yang antah berantah, alternatif terindah yang bisa dinikmati satu: Nggembel.

Sebenarnya sudah beberapa kali saya (terpaksa) nggembel, tapi tak perlu lah aib yang sedemikian dalamnya disebar luaskan. jadi saya share 3 masa ssat saya menjalani peran sebagi Gembel Kere tapi Kece.

Stasiun Banyuwangi Baru, yang cukup ditempuh berjalan kaki beberapa menit dari pelabuhan Ketapang, adalah salah satunya. Tiba dari penyebrangan Bali-Jawa jelang midnight, sementara kereta kami masih pukul 06.00 WIB (atau 05.00 WIB ya? lupa). Demi dapat menikmati fasilitas maksimal kereta Sri Tanjung seharga Rp. 35,000 untuk Banyuwangi-Yogyakarta, kami berusaha mencintai spot-spot tempat kami bermalam. Beruntung saat itu kami berombongan.

Yap, serombongan Mahasiswa ekonomi dari beberapa kampus di Yogyakarta sedang menikmati perjalanan ekonomis Jogja-Bali di awal tahun 2009. Tempat beristirahat saya saat itu, sebuah ruangan (cukup luas) yang ternyata sebagai ruang penyimpanan paket. Jelas nyata terlihat dari sepeda motor yang disampul kardus2 di sudut ruangan. Ada kursi empuk di pinggir-pinggir yang akhirnya saya bisa sandarkan kepala dan tertidur cukup pulas.

Hingga pagi tiba, kami melanjutkan perjalanan dalam kereta ekonomi dengan segala keunikan fasilitas dan tingkah laku penumpang yang cukup mengagumkan hingga pukul 22.00 kami tiba di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta.

Terminal Bungurasih atau dikenal juga dengan Terminal Purabaya di Surabaya, sempat jadi tempat yang cukup familiar bagi saya. Sebelumnya, mendengar namanya saja saya sudah cukup takut. Namun rupanya, Terminal Bungur saat itu (rentang Januari-Juli 2013) cukup gembel-friendly sejak Negara Api menyerang. Sebenarnya cukup sering saya malam-malam kelayapan di terminal ini karena memang dengan berangkat malam, bisa tiba di Jogja subuh.

Tapi pada suatu malam yang cerah, dengan sangat terpaksa saya kehabisan bus yang saya inginkan hingga pukul 2.30 pagi. zzzzzzzz. Jadilah saya sepanjang nungguin bus itu ngobrol-ngorol sana sini, merhatiin tingkah polah dan denyut kehidupan di terminal yang ternyata gak pernah tidur itu.

Ada beberapa anak muda di salah satu sudut yang gelar sleeping bag. Ada yang numpang tidur di ruangan menyusui. Ada yang masih ngantuk2 duduk di kursi tunggu (itu saya), yang kemudian ngobrol2 gak jelas sama sesama yang duduk di kursi. ada pula yang sibuk bergegas mengejar bus. Rupanya sebagian yang betah menginap di Teminal karena menunggu bus ke tujuan yang diinginkan, yang hanya beroperasi pagi besok.

So, saya masih cukup beruntung loh, gak harus menunggu hingga matahari terbit. Alhamdulillah

Airport Hasanuddin Makassar, airport yang jadi transit sesiapa aja yang ke dan dari Timur Negri ini. Saya, sebagi pecinta papua, tentu saja jadi salah satu angkutan yang perlu diturunkan di Airport ini untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Airport Domine Eduard Osok, Sorong Kota Bersama. Kalau sebelum-sebelumnya saya biasa pakai penerbangan pagi yang bisa tiba di Sorong siang hari WIT, Agustus 2013 lalu saya coba penerbangan malam (dari Jogja 20.40 WIB) yang bisa tiba di Sorong pagi hari. Konsekuensinya, saya mesti transit di Hasanudin hingga pagi tiba.

Kenapa? karena penerangan di Airport Sorong yang banyak dituju pecinta diving buat ke Raja Ampat itu, masih pakai tenaga surya. Alias penerangannya dari Matahari aja. So, semua penerbangan di sana hanya ada di saat matahari bersinar. Ini berarti sudah jelas saya musti semalaman di airport SENDIRIAN.

Akhirnya yang saya lakukan untuk membunuh waktu adalah, menjelajahi sebanyak mungkin sudut airport itu. Meski banyak outlet yang sudah tutup, saya sambangi beberapa yang buka, motret kapal phinisi, dengan pede nya minta di fotoin orang lewat di depan tulisan “selamat datan”, keluar masuk beberapa toilet, naik turun tangga, dan kemudian berakhir dengan kelelahan di salah satu coffeeshop (gak sebut merk, gak dibayar sih), sembari menanti waktu yang tepat untuk sahur, sambil baca buku yang saya bawa.

Well, saat itu kursi di ruang tunggu lebih banyak dipenuhi sesama penumpang yang tidur enak. jadi sulit bagi saya menemukan kursi berjajar 3-4 yang kosong juga. Sangat  jarang juga mata menemukan sesama penumpang yang bisa diajak ngobrol.

Kamu, kalau kelamaan nunggu di tempet-tempet transpostasi umum gitu, ngapain aja?

 

Gembel in Red Jacket

Gembel in Red Jacket: kalo ketemu, sapa aja

89 Comments

  1. potretbikers potretbikers Mei 28, 2014

    Wakaka, kenapa gak hubungi saya….(saya cuma 20menit dari Bungurasih) 😆 & 5 menit dari Bandara Juanda – SBY, opo yo gak pengen mampir nggembel dikost’an saya…wakakak

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      hahahahaaha.
      next time berarti aku tau harus menghubungi siapa nggo konco nggembel.
      tp blm ad rencana nggembel lagi sih (yakali nggembel pke direncanain)

  2. ochimkediri ochimkediri Mei 28, 2014

    wah la kok kleleran ngunu 😛
    ngati2 mbak kalo bermalam d tempat umum.

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      iya, mas. kalo gak terpaksa ya gak
      pengwn juga sengaja nggembel
      malam2 gitu. kasian amat.
      bener mesti hati2 dan siaga plus
      sebisa mungkin dihindari

  3. Ryan Ryan Mei 28, 2014

    apa???? Aqied… kamu diapain sama dyaz jadi ngegembel gitu? Perlu saya bantu jitakin dia gak biar gak ngegembel lagi *komen oot*

    Eh itu nyebut2 RajaAmpat… ke sana lagi tah?

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      duh Dyaz ya disebut2 disini. hihi
      gak ada hubungannya sih, Mas. tapi kalo mau dijitak sih jitak aja, kayanya emang Dyaz tuh jitakable ya…
      hehe. gpp promosi Sorong sekalian sebagai kabupaten asal Raja Ampat sebelum pemekaran

    • dyazafryan dyazafryan Mei 28, 2014

      kok bawa2 aku mas? aku salah apa? 🙁 mas ryan. jahat.. jahat.. aku bencik mas ryan..

      • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

        makanya agak berat an dikit biar gak gampang di bawak bawak.
        benciik pake K yaak

        • dyazafryan dyazafryan Mei 28, 2014

          iakkk.. pakek k.. 🙁 akuk bencikk sekalikkkk.. 😛

          • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

            tuh, mas Ryan. jitaaK!!! ( pke K besar )

      • Ryan Ryan Mei 28, 2014

        Hahaha. Gak dicolek dia tahu loh… Uhuyy. Jangan marah dyaz. Tandanya sayang dyaz kok kalau disebut

          • Ryan Ryan Mei 28, 2014

            Hahahahaha.

          • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

            bambang gimana?

          • dyazafryan dyazafryan Mei 28, 2014

            bambang siapa yaaa? 😛

          • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

            aku blm dikenalin jugak sih

          • dyazafryan dyazafryan Mei 28, 2014

            dia bukan siapa-siapa..:P

          • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

            ciyuuus? trus aku siapa?
            *eh?

          • aqied aqied Post author | Mei 29, 2014

            itu pertanyaan. aku gak ngerti kode kan katamu

          • dyazafryan dyazafryan Mei 29, 2014

            hahahha.. iya itu pertanyaan. -__-

          • aqied aqied Post author | Mei 29, 2014

            tp gak dijawab ;(

          • aqied aqied Post author | Mei 29, 2014

            kehabisan kata-kata? LINE!

        • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

          gak perlu dicolek cm perlu ditabok. Plaaak!!!

          • Ryan Ryan Mei 28, 2014

            Gak sangka.
            Aqied itu…

          • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

            aku kenapa, Mas?

          • Ryan Ryan Mei 28, 2014

            Galakkkk
            *ngumpet belakang dyaz*

          • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

            masih keliataaan, Mas. Dyaz tuh kurang tebel buat jd tempet ngumpet

          • Ryan Ryan Mei 28, 2014

            Hahahaha.

  4. jampang jampang Mei 28, 2014

    untunglah ada hal yang bisa dilakuin selama menunggu…. meskipun dengan kondisi seadanya.

    salut

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      hihi. yang bisa dilakukannya itu dicari cari, mas. sambil nyetel n nginget2 lagunya Ebiet G Ade yg “tatkala lelah menunggu” apa ya judulnya.
      haduh, nggembel koq di salutin, kan saya jd salting
      *eh?

      • jampang jampang Mei 28, 2014

        ya maksudnya bisa melalui kondisi seperti itu 😀

        • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

          hihi bisa karna terpaksa mungkin ya 😉

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      tepat waktu terus ya kendaraannya

  5. Beby Beby Mei 28, 2014

    Hello, Red Jacket. Please wait Skull Hoodie immediately :p

    Ah Aqied, banyak deh pengalaman kamu.. Mesti belajar banyak nih, secara kalo nomaden entar ngga akan kalang kabut. Hiks..

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      hihi. red riding hood kata temenku si sopi.
      duh jangan belajar dr akuuuu

  6. Chrismana"bee" Chrismana"bee" Mei 28, 2014

    Kadang seru juga yo mbak, memanfaatkan jeda waktu 😀
    kalo aku kebanyakan waktu rada jarang, soale kalo brangkt kmna-mana seringnya ngepres waktunya, yang sering tu kesasar, jadi udah pd aja naik apa eh salah, atau arah kekanan padahal ke kiri 😀

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      itu juga bukan kemauan sendiri buat nggembel. hiks.
      tali karna ud telanjur nggembel yo wis dinikmati n di bawa asik ajeeeh dan ternyata jd nempel di memori. hihi.
      wah kalo nyasar seringnya pas motor2an, mb. akhirnya ya dinikmati aja get lost gitu malah nemu tempet tempet baru

  7. Rahmat_98 Rahmat_98 Mei 28, 2014

    Wah… kalau kelamaan nunggu, biasanya saya cari spot-spot bagus buat di abadikan. Sekalian juga kalau lebih dari 5 jam biasanya keliling sekitar bandara, pelabuhan, stasiun atau terminal buat nyari sesuatu yang unik buat dirumah…

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      iyaaaa pengennya gituuu tapi seringnya malam plus lone ranger alias jalan sendiri pulaaak. masih suka takut kalo harus kabur de keramaian gitu

      • Rahmat_98 Rahmat_98 Mei 28, 2014

        Jangankan wanita, saya aja yang laki-laki masih iseng kalau sendirian di kampung orang. 😀

        • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

          iseng gimana, maksudnya mas Rahmat?

          • Rahmat_98 Rahmat_98 Mei 30, 2014

            Iseng takut ada yang jahat mbak…
            Pernah kejadian di daerah Purwakarta soalnya….

          • aqied aqied Post author | Mei 30, 2014

            iya kalo sendiri gitu bawaannya curigaan ya. hihi.
            di purwakarta gimana?

          • Rahmat_98 Rahmat_98 Mei 31, 2014

            Pas di stasiun kena palak, padahal kalau mau dilawan mah bisa aja. cuma gak mau rame aja, jadi saya kasih dah…

          • aqied aqied Post author | Mei 31, 2014

            iya sih ya kadang kalo ud capek n males ribut yaudah. kasih aja. padahal kalo mau dibawa ribut sih bisa bisa aja (sok jago).
            makanya aku bawa duitnya selalu dipisah2 plus gak banyak2

          • Rahmat_98 Rahmat_98 Mei 31, 2014

            Padahala waktu itu bawa duit cuma Rp.10.000 aja 😀
            Maklum masih jaman mahasiswa, backpakeran nekat …

          • aqied aqied Post author | Mei 31, 2014

            wuidih, 10ribu pun tetep di palak ya.
            aku gak pernah ngalamin gitu sih. semoga aja jangan sampe deh kena palak palak. serem.
            tapi kalo punya duit mepet sih pernah. duitnya smp lembaran terakhir cm cukup buat ongkos bus doank.

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      sukaaaak banget kayaknya nemu sikilfie ya yaz

        • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

          lama gak sikilfie mes sih kamu kepoin tar.
          pake wedges kmaren jugak lupak sikilfie

          • dyazafryan dyazafryan Mei 28, 2014

            hahaha… iah ya… 😀 g kepikiran kali

  8. Rahad Rahad Mei 28, 2014

    Ngegembel itu enak kalo rame2 sama temen sm masih punya duit agak banyak. Kalo udh sendiri, uang sekarat, dan baterai gadget tinggal tunggu detik2 mati, mending tidur aja drpd mati gaya 😀

    Jadi pengen nyoba ngegembel ganteng di eropa sana 😎

    • aqied aqied Post author | Mei 28, 2014

      kalo aman buat tidur sih emang lebih enak tidur. kalo gak ad yg bangunin trus ud ditinggal pesawat gitu ya gak asik jugak kan.
      aiiiih ikutan nyempil di koper donk ngegembel ganteng di eropaH

  9. MS MS Mei 29, 2014

    ngegembel pernah sekali Qied..
    itu juga karena rombongan sekolah……, ada miskomunikasi jadwal..
    jadi geletakan aja di stasiun Gambir…, untung aja rame2..
    betenya bukan karena geletakan, .., tapi karena sumuk nggak mandi

    • aqied aqied Post author | Mei 29, 2014

      hihihi rame rame gitu masih bisa ya membunuh waktu atau kalopun mau tidur bisa gantian jagain barangnya.
      aku rame2 beberapa kali aja seringnya nggembel sendiri

  10. Ditter Ditter Mei 29, 2014

    Waaah… keren, udah ke mana-mana…. :O

    Ngegembel kalo bareng temen-temen asyik banget. Seru dan menyenangkan. Bisa buat cerita ke anak-cucu 😀

    • aqied aqied Post author | Mei 29, 2014

      iyap. kalo nggembel sendiri kudu pinter pinter mikir gimana caranya supaya nggembelnya seru dan gak bikin makn stres. huft. sayangnya keseringan nggembel pas sendiri ;(

  11. Gallant Tsany Abdillah Gallant Tsany Abdillah Mei 29, 2014

    kalo kondisinya malem gitu, ya palingan tidur hahaha.
    kecuali kalo stasiun yang makin malem makin rame, mungkin malah gak tidur dan ngeliatin kereta. 😀

    ah, nungguin jawaban dari dia aja aku kuat, apalagi cuma nungguin transportasi.
    #SelaluAdaCelahBuatGalau

    • aqied aqied Post author | Mei 30, 2014

      hahahahahahahahahaaaa apalah arti menunggu keretab dibanding menunggu raisa. eh?

      iya sik mas kalo malem emang pengennya tidur. tp kalo sendiri ya rada mikir2. aman gak nih tempetnya. aman gak nih barang bawaan. aman gak nih dr resiko ketinggalan kereta/pesawat/kapal.

  12. mawi wijna mawi wijna Mei 30, 2014

    Dengan menggembel, berarti dirimu terbukti masih orang Indonesia mbak, eh… Qied :p

    Karena orang Indonesia itu duduknya di lantai dan makannya langsung pakai tangan, hahaha. Saya sendiri kayaknya ya menikmati juga itu, duduk di emperan toko sambil makan camilan dan udah nggak ada malu diliatin sama orang2 yang lewat, hehehe.

    • aqied aqied Post author | Mei 30, 2014

      hahahahahaha. asik aja yah kalo gak peduli orang lain mau nganggapnya gimana.
      yang gawat kalo tiba tiba ada orang yg kenal trus nyapa. wkwkwkwkw
      nggembel juga petualangan ya mas

      • mawi wijna mawi wijna Mei 31, 2014

        Cuek aja mbak Bro! Dengan berani menggembel itu langkah awal untuk menahan malu bin gengsi, hahaha. 😀

        Menggembel itu bagian dari petualangan pinggiran anti mainstream.

        • aqied aqied Post author | Mei 31, 2014

          nggembel kasih kita pelajaran kalo Hidup itu Keras, Jendral!
          apalagi kalo sempet ngobrol ngobrol sama para pencari nafkah yg berjuang di tempat tempat itu. banyak pelajaran

  13. duniaely duniaely Mei 30, 2014

    Aku malah belum pernah ngegembel 😀

    • aqied aqied Post author | Mei 30, 2014

      sebisa mungkin emang dihindari, mb. tp kalonud terlanjur di ngalamin, ya gimana caranyabsupaya bisandibawa asik. drpd stress sendiri

      • duniaely duniaely Mei 31, 2014

        Soalnya selalu sama suami sih kalau liburan 😛

  14. arip arip Mei 30, 2014

    Dan beruntungnya saya orang yg hobi ngaret.

    • aqied aqied Post author | Mei 30, 2014

      yaaaaaay aku pernah ngaret trus ketinggalan trus nunggu kendaraan berikutnya. sama aja deh nggembel lagiih

      • arip arip Mei 30, 2014

        Jarang ketinggalan karena ngaret, seringnya ga bisa naik kendaraan gara-gara kepenuhan. Ya baru ngegembel deh.

        • aqied aqied Post author | Mei 30, 2014

          hahahahaha ujung ujung nya ngegembel juga. gpp walopun gembel yg penting tetep kece

  15. febridwicahya febridwicahya Mei 30, 2014

    hay gembelers garis keras 😀 . seru loh nggembel tuh :p . aku kalau nungguin sesuatu di tempat tranportasi itu biasanya jelas mlaku-mlaku gak jelas sambil cuci mata… pake rinso 😀

    • aqied aqied Post author | Mei 30, 2014

      asiik kan yaaaa kadang kadang. sampe hapal segala sudut. kalo cuci mata pake rinso gitu suka yg sachet an ato yang sekilo sekalian beli nya?

    • aqied aqied Post author | Mei 30, 2014

      gembel gembel harus tetep keceee pokoknya yak

  16. lieshadie lieshadie Mei 31, 2014

    Kalo baca postingan kek gini jadi pengin muda lagi.. 🙁

    • aqied aqied Post author | Mei 31, 2014

      aaaaak aku jd kepo pengen tau jaman muda nya gimanaaa

  17. obi930 obi930 Mei 31, 2014

    Ini hampir sama kayak mbolang gitu ya, hehe..

    salam, blogger absurd
    belajar-berkata blogspot com

    • aqied aqied Post author | Mei 31, 2014

      yoaiiiih mameen,
      mbolang yang kepanjangannya Bocah Ilang

  18. masdjie masdjie Juli 28, 2014

    Saat kita berpikir posisi di atas itu menyenangkan, tentu posisi paling dasar itu akan menakjubkan.. hehe 🙂

    • aqied aqied Post author | Juli 28, 2014

      Hehehehe kebahagiaan gak bisa diukur dg sedang di mana kita. Tapi sedang di mnapun mesti berusaha terus bersyukur

      • masdjie masdjie Juli 28, 2014

        Betul banget, setuju sangat 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.