45 komentar pada "What Are We?"

      1. Ya banyak.. Ada yang jadi karyawan, dokter, dan blogger santai kayak aku 😀 Tapi ya tetep, beribadah itu harus *ngga nyambung* *capek abis ngecat*

        1. “Menyedihkan” nya diganti “menyenangkan”, jadi gini

          “Perjalanan ini, terasa sangat menyenangkan. Sayang engkau tak duduk disampingku, kawan”

  1. Lihat foto itu malah inget lagu jaman anak-anak.

    Lihatlah pada sebuah titik
    Jauh di tengah laut
    Makin lama makin jelas bentuk rupanya
    Itulah kapal api yang sedang berlayar
    Asapnya yabg hitam mengepul di udara

    1. Apa itu anak pulau. Hahahahahaha
      Iya mas, tinggal milih mau jd manusia yg gimana, apa mau sama aja dg sesama organisme bernyawa lainnya yg sekedar bertahan hidup ataukah memang punya nilai lebih

    1. Pada akhirnya yg memutuskan jd penting ataupun tidak ya kita sendiri, bukan?
      Hahaha apakah alam akan lebih baik jika ada manusia atau tidak, yg menentukan ya manusia nya itu sendiri kan ya…

      Terimakasih sdh berkunjung

  2. halo halo halo halo.. Mas, eh, mbak Aqied apa kabar?

    Ini salah satu topik yang aku suka kalo dibahas di khutbah jumat. Bisa berimajinasi, melayang tinggi ke luar angkasa, membayangkan betapa kecilnya kita di dunia ini. Dan itu bikin terenyuh

    1. iya, mas.
      tapi tetep aja habis itu kadang-kadang masih suka nyombong.
      kayanya karna aku gak ikutan khutbah jumat, jadi kudu sering-sering main ke laut atau gunung yang bisa bikin sadar kalo betapa kecilnya kita di dunia ini.
      *eh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.