Aku cinta saat ini, entah esok

 

Teman Perjalanan

Teman Perjalanan

Saya suka perjalanan, setidaknya sampai saat ini.

Bagian penting dari jalan-jalan yang justru bisa kasih kesan dan pelajaran lebih dalam menurut saya, ada di proses perjalananya itu.

“kalo cuma pantai aja, di Jogja juga banyaak”

Demikian komentar seorang kawan saat saya memutuskan ke Pahawang, Lampung hanya untuk ketemu laut.

“ke Dieng naik motor? Niat amat sih”,

Salah satu komentar kawan lain saat saya bersepeda motor Jogja-Dieng PP dalam sehari.

Bagi saya, jalan-jalan bukan sekedar sampai di destinasi tujuan, berfoto narsis di landmark, share foto di social media, berbelanja oleh-oleh, kemudian pulang. Jalan-jalan saya memang standard dan ublek di situ-situ aja. Namun saya selalu berusaha menikmati setiap proses perjalanan dari setiap jalan-jalan saya.

Perjalanan memberi lebih banyak kesan dan pelajaran dibanding foto narsis yang dipamerkan di sosmed, atau narasi seru dan (mungkin) lebay di blog. Pelajaran yang sifatnya mungkin sangat personal, sehingga sulit untuk dijabarkan atau di share dalam bentuk gambar maupun tulisan. mungkin Tuhan memang tidak menciptakan Pintu Kemana Saja ala Doraemon di dunia, agar kita lebih banyak belajar dari sebuah perjalanan.

Saya mencintai perjalanan pulang pergi kantor saya saat harus bertatap muka langsung dengan matahari, saat mungkin harus berkawan kantuk dan lelah.

Saya mencintai perjalanan berkereta ekonomi dengan segala keunikan dan ramai nya yang ternyata saya rindukan ketika berkereta kelas lain.

Saya mencintai perjalanan sebagai penumpang bus malam dengan berbagai cerita kawan duduk saya, dengan berbagai atraksi unik supir bus yang seringkali memperbanyak dzikir saya.

Saya mencintai saat-saat harus duduk bengong atau mondar-mandir gak jelas di terminal, stasiun, hingga airport.

Saya mencintai perjalanan beramai-ramai dengan kawan sendiri. Saya juga mencintai perjalanan beramai-ramai dengan orang-orang yang baru kenal. Namun ada kalanya saya pun mencintai perjalanan sendiri, merenung dan bertindak sesukanya.

Saya mencintai perjalanan yang terjadwal dan terencana dengan jelas dan detail. Namun ada kalanya saya mencintai perjalanan tanpa rencana dan membiarkan kemana kaki melangkah untuk kemudian menemukan berbagai kejutan-kejutan.

Mungkin karena saya belum banyak melakukan perjalanan, hingga saat ini saya masih mencintai perjalanan. Entah esok hari, entah lusa nanti.

Jadi apakah kamu mau menambah daftar perjalanan saya?*

kapan kita kemana?

kapan kita kemana?

*baca: terima gratisan tiket kemana aja. kemudian ditimpuk sandal

192 komentar pada "Aku cinta saat ini, entah esok"

      1. Ohya? Masa sih galak? *lempeng*

        Iss.. Baru kali ini ada yang nyangka aku cowok. Mungkin ketularan kamu, Qiiiiied. Bahahah.. 😀 Tapi justru aku nyangka si Alvi ini cewek.. 😛

  1. senyum pas baca bagian “Saya mencintai perjalanan sebagai penumpang bus malam dengan berbagai cerita kawan duduk saya, dengan berbagai atraksi unik supir bus yang seringkali memperbanyak dzikir saya.”

    memandang ke ugal2an supir dari sisi lain yang lebih baik.

    semangat lagi ya nulisnya..

    Btw, kerja dimana?

    1. hehehe. iya. temen2 ku banyak yg sampai anti banget sama bus itu soalnya. aku bilang “naik bus xxx ini bikin kita makin beriman loh”, hehe.
      dulu suka naik bus malam pas masih kerja di jawa timur. skrg sih di jogja. buruh bank

  2. Mau yang gratis? bentar ya… nyolek ryan yang satunya dulu. eh, jadi inget, buku gratisnya aja belum dapet… wkwkwkwk *doa orangnya gak nongol*

          1. Wkwkwkwkwwkwk
            Ops ketahuan
            Kenapa malah bahas sunatan sih. Gak nyambung sama postingannya. Mana ni posting jadul pulak.
            Kenapa gak komen di posting terbaru aja. ;p

          1. hihihi banyak bangeeeeet.
            tapi persiapan n tetek bengek ku jg masih banyak yg ancur sih.
            tapi boleh deh kapan2 usulnya. for next smoga gak males nulisnya. hihi.
            thx u sarannya mbaa

    1. errrrrr belom bisa yg dibilang traveler jugaaaak.
      tapi kalo keliling Indonesia, emang salah satu keinginan aku sih. semoga, someday…
      mau bagi tiket?
      *eh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.