#CHSA: Lebaran Su Dekat

Buat yang belum tau, #CHSA itu singkatan dari Cacatan Hari Senin Aqied, yang publish perdana senin minggu lalu. Isinya sih suka suka saya aja. Intinya say hai to monday seperti yang sudah sudah.

Senin ini senin terakhir ngantor di bulan Ramadhan. Alhamdulillah berarti libur kian dekat. Tapi sedih juga pake banget. Kenapa?
Karna kenapa Ramadhan cepat banget berlalu sementara saya belum ngapa-ngapain sepanjang bulan istimewa ini. *menangis, kmudian ngumpet di mesin waktu doraemon.

Lebaran kali ini berbeda dengan tahun lalu. Di tanggal segini tahun lalu, saya sedang ribut kelimpungan ubah rute dan jadwal pesawat karna rencana saya berubah total. Dari yang tadinya diniatkan berangkat dari Surabaya, harus diubah jadi berangkat dari Yogyakarta. Alhamdulillah penerbangan ke luar jawa cukup mudah meski harus nambah harga yang lumayan buat bayar listrik satu tahun.

image

Kangen Lautnya Papua

Tahun ini, saya gak ke Papua seperti tahun lalu. Tidak bisa menikmati lebaran meriah dan menyenangkan di sana. Bagaimana tidak menyenangkan, dengan mayoritas penduduk muslim adalah pendatang, lebaran jadi menarik dan mengenyangkan.
Silahkan sesekali main di Kota Sorong, Papua Barat saat lebaran. Setiap rumah menyajikan makanan khas daerah masing-masing. Bertamu di pendatang asal Palembang, akan disapa dengan pempek. Ke  orang Jawa ada ketupat dan opor. Ke orang Bugis ada buras dan coto makassar, bisa juga pisang ijo, pisang epek, atau lainnya. Ke orang Ambon bisa disuguhi papeda. Indah sekali, bukan? Wisata kuliner keliling Indonesia tersaji dalam paket lengkap bernama Lebaran Idul Fitri.

Tentu saya juga yang tidak selalu berharap dapat suguhan seperti itu terus. Jadi kalau kemudian saat berkunjung bisa dapat itu semua, rasanya sangat bahagia.

image

Bakar ikan. Ikan laut di sana fresh banget

Selain makanannya, kekerabatan saat lebaran terasa sekali. Di rumah orang tua saya, tamu tak berhenti bahkan bisa hingga seminggu. Berbeda dengan lebaran yang saya rasakan di jawa. Kebanyakan silaturrahim hanya ke tetangga terdekat dan yang masih memiliki ikatan keluarga saja. Jarang saya temukan kunjungan silaturrahim dari rekan kerja, rekan satu pengajian, rombongan murid ke guru-guru nya, atau bahkan sekedar kenalan saja.

Tidak jarang juga tamu-tamu cilik yang datang. Ada lucunya juga ketika mereka kemudian sibuk membahas hasil studi banding hidangan tiap rumah yang mereka kunjungi ramai-ramai. Ada juga anak-anak yang mungkin tidak kami kenal, datang berombongan mengelilingi kompleks perumahan. Sudah tentu mengumpulkan apa yang biasa disajikan tiap rumah. Terutama yang bisa mereka bawa pulang seperti softdrink kalengan, kotak, atau gelas. Atau snack-snack yang berbungkus. Pendapatannya tentu cukup banyak melihat dari kantong plastik yang mereka tenteng.

Ah ramai sekali…

Saat shalat eid adalah momen paling bahagia dan mengharukan bagi saya. Papua Barat, ujung timur negri ini, dapat mengumpulkan jamaah ribuan banyaknya di beberapa titik. Lapangan Batalyon TNI Yonif 752, tempat favorit saya untuk sholat Eid, kerap tak cukup menampung jamaah. Tak peduli saat lapangan becek atau panas terik, jamaah tetap khusyu’ dalam syahdunya Idul Fitri. Tak cukup di lapangan, ada yang tersebar hingga ke jalan, hingga yang di emper bangunan bangunan sekitar lapangan.

image

Lapangan Batalyon Yonif 752

Lebaran kali ini, mungkin akan sangat berbeda dengan yang saya tulis itu. Saya tdk berada di Papua 1 syawal besok. Saya akan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Shalat Eid berkawan hawa dingin di kaki gunung merbabu. Menikmati sajian makanan khas kampung, berkirim ucapan lebaran, dan mungkin menghadapi beberapa pertanyaan kepo.

image

Hello Merapi dan Merbabu

36 komentar pada "#CHSA: Lebaran Su Dekat"

  1. bisa gitu y, kayak di TMII… beda rumah beda masakan… bisa dibayangkan gimana rasanya, makan gratis yg paling menyenangkan & mengenyangkan… hhe

    1. iyaaaa. jd pas kecil dulu udah tau n udah nyicipin macam2 makanan daerah.
      tapi kalo di rumahku sih gak bikin apa apa. standar aja kue2 lebaran gitu. hihi

    1. Mungkin karna sama sama rantau. Sama sama orang jauh kebanyakannya. Hihi. Tamu2 gak selalu muslim juga.
      Natal juga rame. Pohon2 natal nya bagus bagus pada bikin di depan rumah.

  2. Main ke Medan donk, Qiiiied.. :* Nanti kita bisa ke Tongging, Bukit Lawang, Samosir, dll deh.. Aku jugak sedih soalnya taun depan ngga bisa lebaran di Medan.. Ihik ihik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.