Hai Agustus

Hai, Gus.
Boleh aku menyapamu begitu? Karna aku baru saja selesai membaca kisah seorang dengan Keistimewaan Kanker bernama Augustus dengan panggilan populer Gus.

Hai, Gus.
Harimu baru berjalan kurang dari 48 jam. Tapi aku seperti belum merasakan sedikitpun dari harimu. Aku sedikit sulit menyadari bahwa Juli telah berlalu dan skarang aku bersamamu.

Hai, Gus.
Sukakah kau dengan panggilan itu? Sejujurnya aku tak suka. Tapi mungkin jariku lebih suka karena tidak perlu mengetik banyak karakter jika harus memanggilmu dengan nama lengkap.

Hai, Gus.
Sedari tadi kau tak menjawab sapaku. Mungkin kau marah karena aku masih kerap lupa denganmu dan mengira sedang bersama masa laluku, Juli. Meski angka delapan penunjuk bulan selalu ada melingkar di pergelangan tanganku.

Hai, Gus.
Tentu saja aku lupa jika Juli telah berlalu. Sepanjang akhir Juli aku hanya menghabiskan waktu dengan membuka dan menutup jendela. Hanya terbaring bersembunyi menggigil di balik selimut. Hingga perubahan hari hanya ku rasa sebatas lampu yang menyala, mati, kemudian menyala lagi.

Hai, Gus.
Aku ingin menyapa pagi mu dengan suka cita. Sudah kubuktikan pada hari pertamamu, aku tak lagi bersembunyi bagai keju dalam sandwich dengan kasur dan selimut sebagai roti. Aku menembus 50 KM menuju timur pada siang harinya dan kembali saat sore. Menembus jalan utama antar dua kota yang kerap macet di musim liburan ini.

Hai, Gus.
Tak perlu bersedih karena banyak sekali kisah yang kudapat selagi membunuh kebosanan di balik selimut saat suhu badanku meninggi. Sepertinya sepanjang bersamamu nanti, kisah itu tak habis ku ceritakan. Jenis yang berbeda-beda memang.

Hai, Gus.
Taukah kau sepanjang 2 hari terakhir bersama Juli, sudah kutuntaskan Divergent Trilogy, Jacatra Secret, Bliss Bakery Trilogy, Negeri di Ujung Tanduk, dan yang terakhir bersamamu semalam The Fault in Our Stars. Membaca ulang beberapa halaman Manuscript Found in Accra, dan sedikit kisah Mahabharata. Sesekali aku ingin selingan kisah pendek Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Doyle.
Kisah kisah yang saling berlompatan dan berbeda-beda genre sehingga aku tetap merasa nyaman tanpa keluar rumah, tentu karna aku tak bisa juga mengingat kesehatanku.

Hai, Gus.
Aku mulai berfikir, mungkin dengan sisa hari liburku, aku bisa mengajakmu berjalan jalan, menceritakan kisah-kisahΒ  yang usai ku baca, meski aku tak tau akan kemana dan bersama siqpa selainmu.
Lagipula masih ada 5 hari sebelum aku harus kembali pada rutinitas jam kerja, absen, jadwal-jadwal dan target-target. Kau seharusnya bersyukur bukan? Tak banyak yang memiliki hari libur seperti aku. Sehingga aku berjanji, akan baik padamu.

Ku harap kau akan baik padaku, dan menjadikanku lebih baik selama bersamamu, Gus.

image

*igauan dan ocehan ngawur saat ternyata bangun pagi tadi kembali merasa tidak sesehat hari sebelumnya.

42 komentar pada "Hai Agustus"

  1. Sajak yang bagus, mbak. Keren ya, dua hari bisa baca sebanyak itu :O . Saya satu novel saja bisa beberapa hari – -“.
    Belum lepas suasana Ramadhan, Mbak. Minal aidzin wal faidzin ya :D. Happy holiday πŸ™‚

    1. Terima kasiiiih. Hihi pdhl lg konslet uh otaknya.
      Bacanya nonstop sih. Gak ad aktivitas lain. Cuma diselingi mandi n tidur yg sebentar
      Kalo hari biasa sih, bisa lamaaa bgt juga.
      Tuh Mahabharata sama Duni Sophie dari jaman beli tahun lalu smp skrg belom selesai

  2. Catatan ngaurnya apik.. πŸ˜€
    Sangat bermanfaat bagi saya untuk merangsang hasrat berpusi.. Ah, aku rindu pada puisi πŸ™‚ Sudah sekian lipatan waktu aku abaikan, mungkin beberapa saat kedepan, besama sepenggal waktu dalam catatan agustus akan ada sebuah kebangkitan, yakni kebangkitan sebuah puisi yang telah lama tidur dalam ruang batinku.. πŸ˜‰

  3. Hai, Qied.
    Sudah kubaca semua keluh kesah dan ceritera-ceriteramu itu. Dan mulai hari ini hingga setidaknya 28 hari ke depan, aku dan teman seperjalananku kali ini, Syawwal – akan setia menjadi temanmu mengobrol, mencurahkan isi hati, sebelum nanti tiba di stasiun berikutnya, dimana adikku, September – dan kekasih barunya Dzulqaidah akan menggantikan aku dan Syawal.

    – Agustus

    1. indah sekali kata kata mu, mas πŸ˜‰
      sejak kapan jadi juru tulis komennya Gus?
      hihi
      yah, aku sedang butuh teman main n temen jalan jalan sebenarnya awal agustus ini. ;(

    1. gak tau tuh koq nulisnya bisa jadi gak kaya biasanya.
      mgkn otakku mulai konslet stelah dipaksa ngadepin tulisan kecil2 di berbagai buku.

      biasa aja koq, feb. belom setebel Harry Potter 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.