Ratu Boko Palace

Pada suatu masa, hidup seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang, putri seorang raja Prabu Boko.
Bandung Bondowoso yang membunuh sang Prabu, tertarik dengan kecantikan si putri dan ingin menikahinya.
Tak ingin menikah dengan pembunuh ayahnya, namun juga tak berani menolak, Roro Jonggrang mengajukan syarat untuk dibuatkan 1000 Candi dalam satu malam.
Bandung Bondowoso dengan dibantu bangsa jin, hampir menyelesaikan candi ke 1000 ketika suara alu bertemu lesung yang ditumbuk penduduk atas instruksi Roro Jonggrang berbunyi.
Fajar belum tiba, tapi bangsa jin mengira waktu sudah habis dan mereka meninggalkan 999 Candi.
Bandung Bondowoso yang merasa dicurangi, murka dan mengutuk Roro Jongrang menjadi perawan abadi dalam arca di Candi Roro Jonggrang atau kini dikenal Candi Prambanan.

Gerbang Boko di kalender PT TWC 2014

Gerbang Boko di kalender PT TWC 2014

Tak jauh dari Candi Prambanan, sekitar 3 km ke arah selatan, terdapat Candi Ratu Boko. Berbeda dengan kebanyakan candi yang biasanya bangunan keagamaan, diyakini candi ini dulunya sebuah istana kerajaan. Terlihat dari isi kompleks yang meliputi Gerbang, Keputren, Pendopo, Krematorium atau Paseban, Kolam atau Pemandian, dan goa untuk meditasi. Mengitari kompleks ini cukup membakar kalori, mengingat lahannya hingga 16 hektar. Letaknya di ketinggian +/- 196 m, sehingga memberi kesempatan bagi kaki-kaki kita untuk melangkah lebih banyak, dan naik tangga lebih tinggi.

Karena terdiri dari bermacam-macam isi kompleks, dan view di ketinggian yang indah, lokasi ini kerap digunakan untuk pemotretan dan beberapa syuting.Β  Yang paling populer dan cukup sering, digunakan untuk foto pre-wedding.

Terdapat restoran untuk menikmati Jogja dari ketinggian. Dari tempat ini dapat terlihat Candi Prambanan dan Gunung Merapi. perfecto buat santai sore.

view dari resto nya

view dari resto nya

Setelah 3 gerbang candi Ratu Boko, ada semacam lapangan cukup luas. dari sini biasanya sunset hunter mengarahkan moncong-moncong lensanya. Selfie-selfie pun tak kalah serunya, tak perlu berebut tempat karena lapangan cukup luas. Ada gerbang Ratu Boko menjadi background.

tuh, luas kan halamannya

tuh, luas kan

Berjalan sedikit, ada kumpulan bebatuan lagi, kemudian akan bertemu tangga turun. Berfoto di tangga ini pun tak kalah seru nya. Lanjut jalan naik lagi dan akan bertemu semacam kompleks lain dengan panggung di tengah. Kabarnya ini semacam ruang untuk pertunjukan pertarungan, atau semacam balai pertemuan. Keluar dari kompleks ini akan bertemu bentuk candi yang lain lagi. Dari sini, kolam pemandian terlihat ada di bawah.

07314107683.jpg

Setelah kolam pemandian, masih ada satu area lagi di bawahnya. Untuk berjalan pulang, bisa dengan jalur lain sehingga tidak melewati jalan yang sama. Dengan memutar, akan bertemu Goa Lanang dan Goa Wedhok (laki dan perempuan). Nantinya dari situ, bisa sampai ke lapangan dekat gerbang lagi.

Dengan demikian, tuntas sudah penelusuran jejak masa kecil Roro Jonggrang.

*Candi Ratu Boko terletak di Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Sleman
*Rute dari lampu merah besar Prambanan (pertigaan), menuju ke selatan. ikuti saja papan yang menunjukkan Ratu Boko.Jika telah sampai di area parkir bus ratu Boko, tetep lurus saja sampai menemukan papan penunjuk Ratu Boko berikutnya.
* dapat membeli tiket terusan Prambanan-Ratu Boko saat di loket Candi Prambanan. Dengan demikian ada fasilitas shuttle yang mengantar dari Prambanan ke Ratu Boko.
*Tiket masuk Candi Ratu Boko Rp. 25,000. Khusus untuk sunset Rp. 110,000 (dengan fasilitas tambahanΒ  bakmi jawa/ nasi goreng, dan minuman). Parkir sepeda motor Rp. 2,000.

78 komentar pada "Ratu Boko Palace"

    1. pas jaman jaman KKN juga ya.?
      tapi Ratu Boko berubah banget yaa terutama fasilitas2 di luar nya. beda banget sama pas 2010 kesana jaman harga masuknya masih 12rb n jarang pengunjung.
      skrg katanya skitar 500an pengunjung per hari. lebaran kmaren sampe 1000an

  1. Waktu itu pernah berkunjung ke Prambanan, tapi nggak sempet ke Ratu Boko karena udah pegel mengelilingi Prambanan. Akhirnya, jadi tau juga wujud ratu Boko itu seperti apa. makasih sharing pengalamnnya mbak πŸ™‚

    1. iya karna dpt fasilitas lain kaya makan n minum gitu trus apa lagi yaa aku lupa. hihi.
      atau masuknya dr rada siangan gitu trus keluarnya telat. hahahaha
      *bisa gitu gak ya?

    1. hehe. iya tapi dikit n gak gitu bagus karna jarang pegang kamera. trus nyari2 foto2 dulu gak ketemu. yaudah deh seadanha.
      tp kalo di googling banyak foto kece2nya koq, yaz

  2. Jadi kisah Roro Jonggrang itu sebenarnya begitu toh…. Ngga ada hubungannya sama Tangkuban Perahu πŸ˜€

    Aku beberapa kali ngelewatin Prambanan, baru masuk dua kali, dan belum pernah ke Candi Boko πŸ˜€

    1. Gak tau sih kalo dia studi banding ke Dayang Sumbi.

      Aku paling gak seminggu 2x ngelewatin prambanan. Kalo Ratu Boko ny juga baru 2x sih. Ayook mas. Kata Mas Angki bisa gratis tuh lewat jalur blakang

  3. Keren, kak :D. Itu tapi buat nikmatin sunset-nya, harga yang dipatok, berkali-kali lipat dari karcis biasa ya x___x Jadi pengen lihat candinya beneran. Sekalinya ke prambanan, cuma lihat ujungnya aja dari jalanan -___-“

    1. katanya emang harga itu selalu diprotes koq. tapi mungkin tetep laku aja kali ya. jd pede aja dia pasang tarif segitu.
      atau masuknya dr siang trus gak keluar2 sampe sore gitu bisa gak ya? hihi *nakal
      kamu di mana sih? maen2 aja ke jogja tar keliling2 candi2 yg gratisan (iya aku gratisanholic)

    1. iya ada bumi perkemahannya di sini.
      hawa plus anginnya juga tambah bikin merinding yaa. apalagi sendirian aja di pucuk sana alias gak deket sama perkampungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.