#CHSA: 110 vs 125

Duh telat banget nih. postingnya udah hampir di penghujung senin.

Kali ini gak banyak cerita, karna emang biasa biasa aja kehidupan saya (gak ada juga yang mau kepo sih). Kali ini lagi pengen ngomongin teman setia saya seperti yang pernah dikenalin di “Aku dan Schofield“. Yep, my ride yang punya volume silinder 110 cc.

Seperti pernah saya tulis di “Satu Jam Bersama Senja” dan “Senja Cara Gue“, saya butuh waktu sekitar 1 jam untuk menembus jarak 55 KM dari kantor (dan mess) ke rumah Jogja. Berpatokan hari-hari biasa, saya menyediakan satu jam sebagai estimasi perjalanan saya. Dan ini sudah saya jalani sekitar satu tahunan.

Kenapa judulnya 110 vs 125?

Well. Karena ternyata satu jam yang saya estimasikan itu berlaku berbeda ketika saya pakai kendaraan 110 cc (New Revo 2009, selanjutnya disebut Schofield) dan 125 cc (Supra X 125 2013, selanjutnya disebut Supri).

Berbulan-bulan saya memilih bolak balik menggunakan Supri, rata-rata waktu yang saya butuhkan dalam kondisi normal adalah 50 menit. Persiapan waktu 1 jam atau 60 menit, saya masih punya jeda 10 menit untuk antisipasi keterlambatan atau hal-hal yang mungkin tidak terduga. dengan demikian, saya merasa aman dan santai saat di perjalanan.

Pagi tadi, saya bersama Schofield menyiapkan estimasi waktu 60 menit untuk perjalanan. Sampai kemudian di tengah perjalanan saya baru tersadar kalau ternyata saya tidak bisa menyamakan Schofield dengan Supri. Bersama Supri, saya kadang tidak sadar sudah berada di kecepatan dengan 3 digit km/h. Pembagian batas kecepatan setiap gigi nya pun beda. Begitu juga maksimum kecepatan meski saya gak berani/gak pernah juga sampai batas maksimum. (kenapa juga baru nyadar pas udah di jalan)

Wal akhir, setelah sampai ternyata lama perjalanan saya jadi sekita +/-60 menit. Tidak secepat jika bersama Supri.

yah, saya memang gak ngerti kendaraan sih. Seperti anggapan kebanyakan orang kalau perempuan bersepeda motor cuma tau pakai nya aja. intinya hari ini saya dapat pelajaran kalau jangan samakan estimasi waktu ketika bersama Schofield dengan ketika bersama Supri.

39 komentar pada "#CHSA: 110 vs 125"

  1. Karena pernah make dua-duanya yang mana revo gw warna kuning dan gw kasihnama SRK bisa tahu gimana rasanya revo dipake di atas kecepatan tertentu. Literally melayang. Hati-hati ya jangan sampe keenakan memacu suprinya.

  2. Edun.. wanita super nih ya. Aku aja g berani sampe 3 digit gitu. Nggak paduli jalanan lagi sepi. Max 90 kph udah cukup ngecong lah itu. Takut melayang.. si Betty-ku kan ringan

  3. Ya ampun, kamu kalo naik motor ngebut banget, ya.

    Kalo aku pakai Supra x 125, dan hampir nggak pernah masuk di kecepatan 3 digit. Paling pol 90 km/jam, itu aja jarang banget. Lebih dari itu rasanya nggak stabil. Kayaknya aku lebih cocok pakai yg 110 cc nih 😀

    1. akuuu juga cinta yg 110. soalnya milik sendiri. kalo 125 pemberian institusi.
      errrrr gatau kenapa dulu suka banget sama kecepatan 50km/h. sejak pegang supri jd suka kelepasan 3 digit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.