Warna Warni Goa Gong

warna-warni Goa Gong

warna-warni Goa Gong

Awal Desember, saya dan teman-teman JJC touring ke Pacitan. Sebagai pejalan mainstream, kami berkunjung ke salah satu objek wisata paling mainstream di Pacitan. Rasanya koq kurang sah kalo sudah sampai Pacita, tidak mampir kemari. Dari awal pertama masuk di area Kabupaten kampung halaman mantan presiden kita ini, sudah banyak sekali penunjuk arah ke Goa Gong dan Pantai Klayar. Dan yep, sebagai pejalan mainstream, memang dua tempat itu akhirnya yang kami tuju.

DSC_0392

foto mainstream dulu depan papan nama

 

Tidak banyak ekspektasi saya juga tidak banyak informasi yang saya kumpulkan saat akan menyambangi Goa ini. Tentu saja karna keputusan mampir kemari juga mendadak. Karena searah, karena masih siang, dan karena ada objek non pantai yang kami kunjungi.

Seperti saya sampaikan di awal, menuju Goa Gong sangat mudah karena hampir di setiap penjuru kota ada penunjuk arah ke Goa Gong dan Pantai Klayar. Kalau terpaksanya masih nyasar juga, boleh lah dikeluarin jurus Tong-Bro (Tolong tunjukin jalannya dong, Bro). Atau kalau Pantai Klayarm Srasu, Banyutibo dan sederet pantai kece lainnya jadi destinasi, insya Alloh ngelewatin depan Goa nge hits ini.

image

Merrah

Untuk mencapai mulut goa, dari parkiran atau loket masuk, ada tangga dan jalan kaki sedikit dengan kanan kiri kita beraneka dagangan untuk oleh-oleh. Ada aneka batu akik, pernak pernik kerajinan, makanan khas Pacitan, juga kaos dan sebagainya yang bisa dibawa pulang. Saya kurang tau range harga nya dan detail dagangannya. Karena yah saya gak mampir ataupun nawar-nawar, tapi sepertinya cukup terjangkau koq.
image

Nama Goa Gong sendiri karena di dalam goa ini terdapat batu yang akan mengeluarkan suara Gong jika dipukul. Pacitan memang terkenal dengan aneka Goa sih. Ada juga Goa Tabuhan yang kalau dipukul akan bertabuh. Sayangnya saya gak kesana.
image

Untuk menyusuri gua, jalan kaki nya kurang lebih 300 meter an. Dengan medan yang lumayan basah dan remang-remang, ada baiknya gunakan alas kaki yang pas dan tidak licin. Lebih bagus juga kalau bawa senter. Tapi kalaupun gak bawa, banyak persewaan senter seharga Rp, 5,000 atau kalau cukup yakin, sebenarnya di dalam gak gelap-gelap amat. Banyak lampu warna warni yang nyala bergantian dan bikin efek bagus banget buat goa ini.

image

Biruu

Bagian dalam goa banyak bebatuan Karst, dan tetesan-tetesan air. Ada juga semacam kolam atau sungai di bawah. Cukup aman bagi pengunjung karena arahan rute nya jelas dan ada besi besi untuk jalur dan pegangan pengunjung. Cuma bagi saya ya jadi kurang kesan alami nya. Nggak kelihatan mana yang buatan baru, mana yang asli dari Goa nya. Belum lagi aneka lampu dan pendingin udara yang buat saya makin menghilangkan kesan alami nya. Walaupun sih tujuannya untuk kenyamanan pengunjung ya.

image

Oranye

Meski pun entah kenapa menurut saya biasa-biasa saja, pengunjung Goa ini ramai banget loh. Terlihat saat saya perjalanan pulang dari nge camp di Klayar hari Minggu, jalan depan Goa Gong ini sampai macet dan beragam kendaraan kecil sampai bus pariwisata besar-besar parkir berderet di tepi tepi jalan. So, mungkin memang perlu disempetkan buat mampir ke Goa ini kalo lagi mampir Pacitan ya…

image

Kaya di dunia lain, katanya

*Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Donorejo, Kab. Pacitan. Sekitar 140 km dari kota Solo

*Retribusi masuk Goa Gong sebesar Rp. 5,000 per orang (saat itu hari Sabtu)
*Rincian pengeluaran perjalanan Touring Pacitan (Goa Gong dan Pantai Klayar, pernah di posting di sini )

27 komentar pada "Warna Warni Goa Gong"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.