The Doors

image

Saya sempat berusaha mengingat-ingat sejak kapan saya suka menjadikan pintu sebagai objek foto. Dan hasilnya, saya tidak ingat. Bahkan mungkin semacam tidak sadar kalau audah cukup banyak pintu yang saya jepret-jepret. Sampai seseorang mengomentari “ada apa sih dengan pintu, koq seneng banget”. Yang akhirnya saya baru berfikir. Ya kenapa? Dan sejak kapan?

Lagi lagi sama, saya tidak tau kenapa. Lalu saya berusaha merunut ke belakang dan menemukan sebagian pintu-pintu yang terpaksa pasrah saya abadikan dalam gambar.

image

image

image

image

image

Untuk yang terakhir ini, saya dikirimi foto pintu oleh seseorang. Ketika saya tanya apa maksud foto pintu tersebut, katanya :

” Mau aku kasih kepsyen : ‘pintunya tertutup, pintu hati kamu, jangan’; tapi aku tahu responnya, jadi batal aku kasih”

image

Emangnya menurut kamu, bakal seperti apa respon saya?

62 komentar pada "The Doors"

  1. Pintunya eksotis-eksotis. Saya suka dengan pintu-pintu lama, apalagi pintu di gedung kolonial yang tebal-tebal dan kuat-kuat itu, Mbak. Kesannya kokoh dan agung di saat yang sama. Apalagi kalau banyak ukiran-ukiran yang penuh cerita, seolah berkata, dari baru masuk pun kita sudah bisa banyak belajar :)).

    “Ya elah, kalau di pintu terus, kapan masuknya?”
    Mungkin responsnya kira-kira seperti itu :haha. Btw, itu pintu yang biru dan banyak itu diambil di mana, Mbak?

  2. Eh, koleksi foto pintu sama skilfie lebih banyak mana Qied? 😀

    dan mungkin responsmu bakal seperti,

    “aku akan menunggu dirimu membuka pintu hatiku, meskipun usiaku setua ukiran pintu antik ini”

    ahak ahak ahak

  3. ini jawaban alternatif kalo ditanya kenapa suka foto pintu:
    “karena pintu berkaitan erat dengan pintu hati, maka boleh aku foto dan masuk ke dalam pintu hatimu?”
    apa banget daah XD

  4. Sendal legendaris, selalu ada nangkring cantik di foto.

    Gambar memiliki banyak penafsiran, tergantung bagaimana kita menafsirkannya. ya jawab saja “Pintu hati pasti terbuka, kalo ada kuncinya.”

  5. Lah iya banyak aja Qid..
    Mungkin lu punya semacem ketertarikan tersendiri sama pintu. Otak lu mungkin belum menemukan alasannya, tapi hati lu udah membawanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.