Memotret Ulat

Salah satu yang menyenangkan saat berwisata adalah berbincang-bincang dengan pihak wisata. Apalagi kalau pemandu atau guide juga penduduk asli. Banyak hal lucu, seru, baru, hingga seram bisa kita dapatkan.
Kala itu kami dipandu saat menyusuri Goa Gelathik, salah satu Gua di kawasan Desa Wisata Bejiharjo Gunungkidul Yogyakarta.

image

Full team, toleh kiriii grak!!

Bersama teman teman traveler gosip meliputi Gallant, Mb Dwi, Bang Udi, Reza dan Hanif usai menyusuri Gua Glathik bersama Pemandu Mas Angga dan Partner (kami lupa namanya). Tentang Goa Gelathik sendiri biarlah ia menjadi postingan terpisah. Ada banyak percakapan sekeluarnya kami dari gua. Beliau menjelaskan tanaman-tanaman di sekitar kami. Juga serangga dan hewan kecil yang biasa hidup dengan lingkungan saat itu.

image

Full team plus pemandu yang seru

Salah satu yang menarik, tentu saja ulat lucuk endut ginuk ginuk ini. Kedua teman saya Reza dan Mbak Dwi sudah ribut tidak ingin berdekatan dengan si hijau lucu ini. Saya yang baru kali itu melihat ulat sebesar ini, plus pula banci kamera, langsung tertarik dan mencoba mengabadikan.

image

Ulatnya kemayu, malah mlipir pas mau dipoto

Sayangnya tentu saja saya tidak ada persiapan dan tidak menyangka akan bertemu objek kecil yang pantasnya diabadikan via lensa makro. Alih alih yang terpasang di kamera saya adalah lensa fix 16mm. Mengingat pada rencana awal memang akan mengambil gambar lanskap. Tak mau kehilangan momen, jadi saya paksakan saja.

image

Susah banget mau dipoto dari depan

Strategi awalnya, dengan menggunakan single fokus dan titik fokusnya saya arahkan ke tengah. Dengan demikian, akan sedikit lebih mudah mendapat fokus dan lumayan bokeh yang diinginkan. Warna hijau pada ulat dan warna background berupa dedaunan dan tumbuhan sekitar, sedikit mempersulit. Plus lagi saya harus sangat mendekat karna tidak dapat melakukan zooming pada lensa fix.

image

image

Menurut bapak Pemandu, ulat ini aman. Tidak beracun, tidak menggigit, apalagi membuat gatal. Bahkaaan kabarnya Enak dimakan. Sayangnya saya lupa menanyakan bagaimana pengolahan masak untuk ulat jenis ini dan seperti apa rasa yang keluar. Seperti misalnya Belalang yang bisa dibacem, dimasak dg cabe, digoreng kriuk, dan hasil akhir cita rasanya mirip udang.

image

Meski ulat ini banyak ditemukan di pohon jati, tapi ini berbeda dengan ulat jati yg makan daun dan berukuran kecil.ย  Meski kabarnya sama sama enak dimakan dan ulat jati kecil yang munculnya musiman ini harganya cukup mahal, sekitarย  Rp. 80.000/kg. Lagi lagi saya tidak bertanya berapa harga untuk ulat endut hijau ini perkilogramnya. Sempat ada perbincangan soal musiman juga ataukah tidak,ย  tapi payahnya saya pun lupa.

image

Usaha ngambil gambar ulat aja serius, apalagi usaha buat ngambil hati kamu

Pada ulat kedua, saya malah sama sekali tidak mendapat gambar. Gagal fokus terus menerus plus satu tangan yg harus megangin batang pohon yang sedikit dicondongkan, semakin menyulitkan saya. Ditambah lagi teriakan protes karena saya terlalu lama bermain ulat. Tidak ber ke princess an sekali mainan saya ya. Tak apa lah, Setidaknya saya gak mainin perasaan.

image

Kebanyakan gaya tapi gak dapat gambar

image

Perbandingan ukuran ulat

Desa Wisata Bejiharjo memiliki beberapa pilihat wisata, seperti Cave Tubing Pindul, River Tubing Kali Oyo, Caving Gelatik, dan Off Road Jeep Bejiharjo.

Untuk informasi dan reservasi silahkan klik http://www.desawisatabejiharjo.net

Akun sosial media di twitter dan instagram.

foto yang ada saya dlm frame oleh Hannif dari insanwisata.com

Take nothing but picture, leave nothing but Kenangan.

image

Sayang Pohon

48 komentar pada "Memotret Ulat"

  1. Itu kalo enggak salah uler keket yo mbak? ada lagu campursarinya tuh…

    btw, beneran tuh uler dimakan? kalo enthung-nya sih masih wajar karena banyak proteinnya. Tp kl uler kan isinya kotoran semua ๐Ÿ™‚

        1. Hambok nek duite turah turah yo pengene ngono, om. Duwe lemah gunung kidul. Sopo reti beberapa tahun lagi harga naik. Siapa tau senin depan harga jg ud naik

  2. Ini ulat yang nantinya akan jadi mahkluk menyerupai kupu-kupu raksasa yang sering disebut orang Kupu Gajah. Sebetulnya bukan kupu-kupu sih, tapi ngengat atau moth (Attaccus atlas moth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.