Kaniungan, Aku Jatuh Cinta

Sunset sehari-hari di Kaniungan

Kadang saya berangan-angan akan berada di suatu tempat antah berantah di mana saya dapat berbuat sesukanya. Tak perlu memikirkan apa yang terjadi di luar sana. Tak perlu terganggu dering telpon atau getar tanda beribu pesan singkat masuk yang menuntut jawaban. Tak lagi ingin buru-buru membuat update LIVE di sosial media dengan foto ciamik. Nyatanya saya hampir hampir sulit untuk sedetik mengabaikan telepon genggam. Sepertinya jika ingin kondisi seperti yang saya sebut di atas, harus dalam kondisi terpaksa.

photo305233108455763421

Pulau Kaniungan, sebuah pulau kecil dengan penduduk hanya 18 KK di timur Kalimantan ternyata sanggup memaksa saya. Dengan sinyal yang minim, ditambah kondisi alam yang terlalu sayang untuk mengalihkan mata darinya. Belum lagi udara segar yang selalu ingin saya hirup rakus rakus. Ditambah suara debur ombak yang menenangkan telinga saya pasca sedikit sakit akibat kecerobohan saat diving. Masih ada lagi tambahan ekstra deretan pohon nyiur yang lambaiannya membuat batin saya tak henti bernyanyi.

Ah, kedamaian tiada tara.

Sejak berencana akan berangkat ke Kepulauan Derawan, tidak terbersit sedikit pun dalam pikiran saya tentang pulau ini. Bahkan tak ada informasi yang saya tau sebelumnya tentang pulau ini. Jika tidak karena kejeniusan Mas Harry, owner Derawan Fisheries tempat saya menginap hampir seminggu, yang menyusunkan itinenary ini untuk kami.

image

Terdapat dua buah pulau Kaniungan, Pulau Kaniungan besar yang berpenduduk 18 KK tersebut. Dan Pulau Kaniungan kecil yang tak berpenduduk. Saya hanya sempat bermalam di Pulau Kaniungan Besar saja. Meski berpenduduk tidak banyak, warga local di sini sungguh sangat ramah. Tak sekedar ramah bertegur sapa, berbagi cerita, berbagi rekomendasi tempat-tempat indah lainnya, bahkan kami sempat diajak makan bareng dengan menu local. Nasi panas dengan sate cumi dan olahan kima (sejenis daging dari kerang besar) membuat saya benar-benar merasakan keramahan dan kelezatan Indonesia yang sebenarnya.

Tak hanya penduduk yang ramah dan makanan lezat yang terhidang, pemandangan indah juga senantiasa tersuguh. Di sisi barat pantai, Sang surya berpamitan saat senja tanpa malu-malu pamer kemewahan. Sesekali sampan atau kapal berlalu melewati laut dengan pantulan matahari senja menjadi foreground yang keterlaluan indahnya. Menikmati senja dari sisi pantai dengan pohon kelapa yang begitu banyaknya mengingatkan pada gambar-gambar wallpaper. Ah, lukisan Tuhan ini begitu luar biasa mewahnya.

Spot Foto Siluet terfavorit

Tak hanya bisa menonton pameran unjuk kemewahan senja di sini. Saat pagi tiba, dari sisi selatan Pulau Kaniungan, berkawan riak riak kecil yang menjilat pantai, lumba-lumba dan paus sesekali berlompatan di laut lepas sana. Seakan memancing untuk turut bermain air juga. Cobalah mencebur di pinggir laut yang tenang pulau ini. Airnya yang jernih , segar dan ramai ikan-ikan kecil cukup menjadi dopping bahagia sepanjang hari.

Masih belum cukup? cobalah sesap kopimu di kursi kursi kayu yang tersedia di sepanjang pantai ini. Hirup rakus-rakus udara segar dengan aroma laut. Layangkan pandangmu ke laut lepas, dan lihatlah paus dan lumba-lumba menjadi kawan sarapanmu pagi ini. Lambaian nyiur dan debur ombak menjadi live musikmu. Tak butuh lagi menyuap sarapan di tangan kanan dengan scroll feed instagram di tangan kiri.

Kaniungan, aku jatuh cinta.

*Pulau Kaniungan secara administrative masuk dalam Kecamatan Biduk-biduk, Kab. Berau, Kalimantan Timur. Terletak di sisi timur sehingga hampir dekat dengan Sulawesi

*Pulau Kaniungan dapat diakses menggunakan kapal dari Derawan sekitar 3 jam, atau dengan kapal dari pelabuhan Labuhan Cermin sekitar 1 jam. Tersedia banyak persewaan kapal dari pelabuhan ini.

*Tersedia penginapan dengan cukup fasilitas, namun diperbolehkan juga jika berencana mendirikan tenda. Sudah terdapat beberapa warung makan untuk kebutuhan logistic.

*Saya merekomendasikan untuk menginap di pulau ini jika Labuhan Cermin termasuk dalam itinerary Anda. Karena lokasi yang relative dekat dan tersedia banyak kapal yang bisa disewa menginap.

*jika sebelumnya explore Derawan dan ingin lanjut explore Labuhan Cermin, dapat juga memilih untuk menginap di sini H-1 ke Labuhan Cermin. Konsultasikan itinerary pada tour operator atau penginapan Anda.

*Di Derawan, saya merekomendasikan untuk memilih penginapan/cottage yang memiliki kapal, snorkel gear, perlengkapan diving, dan motoris bahkan mobil/kendaraan untuk Tanjung Batu-Berau sendiri, seperti Derawan Fisheries. Sehingga akan lebih mudah untuk menyusun itinerary dan memiliki kejelasan tentang tersedianya fasilitas yang dibutuhkan.

*sudah berencana ke Derawan dan tetep mau skip Labuhan Cermin dari itinerary? think twice

63 komentar pada "Kaniungan, Aku Jatuh Cinta"

  1. Favorit yang senja di hammockan di antara dua pohon kelapa, kaya gambar kalender wkwk.
    Alhamdulillah gambarnya ga ada penyunya… makasih mbak 🙂

    1. Itu gambar favorit aku juga. Hasil selfie semua jd gak ada foto kredit ke siapa siapa. Hehe.
      Penyu mah bertebarannya di Derawan dan Sangalaki, kakak

  2. Aku juga tidak menyangka pulau Kaniungan yang dari jauh terlihat seperti Pulau biasa saja Ternyata begitu kita sampai di daratannya, keren banget. Pohon-pohon kelapanya itu seperti disediakan sebagai properti para fotografer. Gak salah Memang mas Harry membawa mteman-temannya ke sini ??

  3. 18 keluarga dan ramah sama wisatawan ya.. Kebayang hening dan damainya di sana. Seminggu pula. BISA LIAT LUMBA-LUMBA DAN PAUS! *mulai ga santai*

    Dikau sangat beruntung, Mba. Hehe. Salam kenal 🙂 *salim*

    1. Iya, tapi rada dr jauh. Kalo lumba lumba nya mah hampir tiap perjalanan laut, ketemu terus. Walo gitu tep aja norak minta kapal dilambatin tiap ad lumba lumba.hihihi

  4. 18 Kepala Keluarga? Ini serius kak? Tempatnya udah banyak yang tahu belum sih? Kalo aku di sana udah pasti pasang headset, denger lagu terus duduk-duduk sampe batre abis. :))

    1. Betuuuul. Itu versi pak RT nya. Malah pulau satunya gak berpenghuni.
      Kalo batre habis ntar susah lagi lho, di. Listrik pas malam aja nyalanya

  5. kalo dari Labuan Cermin dan Kaniungan jgn lupa mampir ke teluk sulaiman juga yah mba, bisa incip2 air terjunnya yg lumayan waw loh.. 😀

  6. seger liatnya….memang keramahan Indonesia tiada duanya mbak..mulai dari keramahan alam yang begitu indah apalagi didukung dengan keramahan warganya yang begitu ramahnya 😀

    salam kenal mbak 🙂

  7. Saya baru kali ini dengar soal Pulau Kaniungan, dan kebetulan berencana (tapi belum jadi2) ke Derawan. Jadi bisa ditambahin ke dalam agenda nih.

    Terimakasih ya sudah share, termasuk info penginapan Derawan Fisheries nya 🙂

    1. Saya jg sebelumnya belum denger kalo gak di arrange sama Derawan Fisheries. Kalo mau ngobrolin detail soal derawan dan sekitarnya bisa japri mas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.