Kampung Ramadhan Jogokaryan, Ngabuburit Asyik

#RamadhanDiJogja

A post shared by Aqida Shohiha (@aqied) on

Sebagai anak rumahan, saya gak terlalu suka buka puasa di luar. Sepanjang Ramadhan ini, saya hanya berbuka puasa di luar kalau ada undangan saja. Selain alasan anak rumahan, buka puasa di rumah juga lebih hemat plus bisa nambah nambah upload an foto di IG foodporn saya. Eh udah pada follow belum?

Get closer look of chicken blackpepper. Detail and how to cook on previous picture.

A post shared by bekal makan siang (@bekal.makansiang) on

Tapii, namanya bulan spesial ya. Ada acara dan event tertentu yang munculnya cuma setahun sekali. Misalnya Kampung Ramadhan Jogokaryan ini kalo gak Ramadhan ya gak ada. Apalagi sepanjang bertahun tahun di Jogja, saya belom pernah menyambangi kampung kuliner ini. Makanya ketika mbak Rian yang hits ngajakin ngabuburit di sana, saya langsung oke.

Sempet maju mundur mau berangkat sih, karena mendadak hujan, trus mendadak brenti hujannya. Galau. Kaya saya. Tapi akhirnya berangkat juga. Dan sampai lokasi, ternyata habis hujan gede. Terlihat dari lapak lapak yang masih basah dan dikerudungi jas hujan serta jalanan sedikit becek. Alhamdulillah kami pas nyampai sudah cerah.

image

Ada banyaaaaaak sekali pilihan makanan di sini. Baik makanan tradisional berbagai daerah. Jajanan pasar dengan kue kue tradisional aneka rupa dan rasa. Ada juga makanan asimilasi budaya luar dengan sentuhan lokal. Buat yang males masak juga buanyaaak pilihan lauk dan sayur yang bisa dibawa pulang.

image

Bawa pulang nasi bakar limaribuan dan pepes tuna buat sahur

Tak perlu sedih karena harga yang ditawarkan rata rata hanya empat digit rupiah saja. Dengan begitu bisa banget icip sedikit sedikit berbagai jenis makanan di sini.

Gak cuma bisa jajan murah, bahkan bisa juga lho buka puasa gratis. Ini karena di tengah lokasi pasar kuliner ini terdapat Masjid Jogokaryan yang terkenal dengan jumlah sajian buka puasa ribuan porsi. Melihat para ibu ibu menyiapkan hidangan hingga hampir 2000 porsi dalam piring piring beling menjadi pemandangan yang menakjubkan bagi saya. Tak heran momen ini banyak diabadikan pecinta fotografi.

image

Lebih dari seribu piring

Seiring dengan sebagian Jogja yang mulai sepi ditinggal Pelajar dan pendatang, di sisi lain Jogja menjadi ramai oleh pemudik. Berburu menu buka puasa sembari mengikuti pengajian di Masjid Jogokaryan saya kira menjadi paket komplit nikmatnya buka puasa Ramadhan ini. Tidak tertarik keduanya? Baiklah mungkin bisa memanfaatkan momen yang tinggal sebentar ini untuk terekam dalam lensa kamera. Tak perlu khawatir terlihat aneh, saya bertemu banyak fotografer yang sengaja mengabadikan momen istimewa nya Ramadhan di Jogja.
image

image

23 komentar pada "Kampung Ramadhan Jogokaryan, Ngabuburit Asyik"

  1. Aku pun seumur umur belum pernah lho ngabuburit di sana…padahal ramadhan tahun ini tinggal berapa hari lagi?
    Potonya es slasih ijo ijo itu bikin ceglug *duh *tetep es*

  2. aku tiap ke jogja sampai sore kok ya ngga kepikiran mampir ke sini. kalau lihat ada orang yang posting fotonya hanya bisa kepingin saja 😀

    1. Sebelumnya juga gitu, mas. Untung diajakin mb Rian, jadi berangkat beneran, niat banget pula jalan kaki dari ujung ke ujung, putar balik lagi. Hehehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.