4 Jembatan Instagram di Yogyakarta

image

Jembatan Suko, Pundong

Seiring makin berkembangnya akses sosial media di berbagai kalangan, sepertinya semua benda kini punya syarat: harus instagramable. Berlaku juga sebaliknya, dimana ada suatu benda atau lokasi yang memenuhi syarat instagramable, bakal jadi hits. Tak kecuali jembatan. Kemarin saya sempat iseng iseng cari hashtag #bridgesofinstagram dan nemu lebih dari 12000 post di instagram. Tidak heran, jembatan besar dengan penerangan uwau dan konstruksi canggih namun tetap cantik tampil pada kebanyakannya.

Berbeda dengan tren jembatan instagram di Yogyakarta. Beberapa jembatan yang menarik di kota nyaman ini, malahan bukan jembatan besar. Lebarnya saja tidak cukup menampung satu mobil. Meski begitu, masing masing punya estetika tersendiri yang menarik untuk menghiasi feeds instagram.

Berikut di antaranya

Jembatan Gantung Selopamioro

image

Menjadi penghubung dua desa yang terpisah oleh Kali Opak, jembatan ini masih menjadi jalur transportasi aktif. Namun ukurannya yang kecil hanya dapat dilintasi maksimal kendaraan bermotor roda dua. Itupun harus bergantian karena keterbatasan lebar dan daya sangga nya.

image

Difoto dari tepi sungai

Untuk mengabadikannya dalam #bridgesofinstagram, tidak perlu juga harus mengganggu aktifitas para penyebrang. Cobalah mengeksplor sisi sisi lain jembatan ini. Bisa memotret dari bawah di tepi sungai. Bisa juga sembari ngopi ngopi di warung terdekat dan menemukan framing unik.

image

Framing dari warung dekat jembatan

Jembatan Gantung Suko, Pundong

image

Memiliki jenis yang hampir sama dengan Jembatan Selopamioro. Hanya saya tak jauh dari jembatan ini, sudah dibangun jembatan yang lebih besar selayaknya jembatan untuk jalan raya. Praktis, jembatan gantung suko ini tidak lagi menjadi jalur transportasi penduduk sekitar. Dengan demikian, lebih leluasa dan tak mengganggu untuk proses potret memotret.

Yang diperlukan kemudian adalah kehati-hatian. Tentu saja karena jembatan ini sudah lama tidak difungsikan, beberapa bagian sudah mulai lapuk. Kayu kayu di lantai jembatan tak lagi lengkap. Untuk besi dan baut sejauh yang saya tidak sempat perhatikan, sepertinya masih cukup baik. Tapi ya saya tidak bisa memastikan. Jadi, tetaplah berhati-hati ya.

image

Jembatan besar difoto dari Jembatan Gantung

image

Kelihatan kan kayu kayu yang mulai tak lengkaps.

Jembatan Lava Bantal, Berbah

image

Jembatan Lava Bantal

Dibandingkan kedua jembatan gantung di atas, jembatan ini sepertinya masih cukup baru. Dilihat dari konstruksinya yang lebih modern dan warna cat yang masih mentereng. Kesamaan ketiga nya hanya dari warna yang sama sama kuning.

image

Standing Piyambakan

Menjembatani kawasan Lava Bantal dengan arus yang cukup deras di satu siai dan tenang di sisi yang lain. Bagi sebagian warga lokal, jembatan ini kadang menjadi ajang salto dan berbagai lompat indah saat menyebur ke sungai. Saya sih sadar diri kalo tidak profesional. Jadi cukup menonton saja tidak perlu turut mencoba.

image

Terbaaaaaang

Jembatan Restoran Kampung Jelok, Pathuk

image

Jembatan Jelok saat gelap

Jembatan ini menghubungkan area parkir mobil dengan Restorannya. Atau menjadi jalur lewat sepeda motor baik pengunjung Resto maupun warga sekitar.

Kali ini meskipun jembatan gantung, tapi tak berwarna kuning. Keunikannya pada lampu lampu desain klasik yang menghiasi kanan kiri jembatan. Itulah kenapa saya lebih senang keadaan saat gelap. Walo bikin susah motret bagi amatiran macam saya.  Tiang tiang batiknya juga menjadi keunikan sendiri. Karena seperti melewati lorong lorong kuno.

image

Jembatan Jelok saat terang

—-

Sebenarnya masih banyak jembatan unik dan instagramable di Jogja. Sebut saja mantan jembatan di Kalikuning, jembatan bambu yang hanya muncul saat musim panas, jembatan Pundong lainnya yang masih difungsikan, jembatan besar di kretek Parangtritis, jembatan merah, jembatan kecil Gembira Loka dan jembatan menuju hatimu. Akibat mengingat jenis jembatan yang saya sebutin terakhir barusan, membuat saya tak sanggup meneruskan cerita cerita jembatan lagi #alesanbanget.

Sesungguhnya adalah,  beberapa dari jembatan lain memang belum saya kunjungi, atau tidak aman dan tidak semata mata objek foto. Jembatan tertentu juga tidak memungkinkan atau bisa dibilang lebih baik untuk tidak diganggu dengan aktifitas lain di luar fungsi aslinya. Bagaimanapun juga, jembatan adalah penghubung dua daratan yang terpisah arus, bukan?

Etapi kalo penghubung dua hati yang tak bisa bersatu, apa donk?

53 komentar pada "4 Jembatan Instagram di Yogyakarta"

    1. Hahahahaha
      Dulu aku kalo ngelewatin jembatan gantung suka ngeri karna goyang dan bunyi bunyi kayunya. Semenjak ada instagram, nemu jembatan gantung malah kesenengan

  1. jembatan lava bantal? kayaknya 2015 lalu kesana belum ada yang seperti itu.. 🙄

    masih ada lagi mbak jembatan kece, tapi bukan jogja ding, jembatan srowol perbatasan kulonprogo-magelang..

    1. Loh kalo itu aku malah baru denger. Jenisnya jembatan apa itu?
      Yg lava Bantal lebih hits jembatan tua yg mau roboh itu kayanya ya. Yg buat prewed prewed

    1. Yups yang masih dipake itu bukan? Pas dolan Pundong aku lewat situ jg, cuma kan masih difungsikan dan ramai, jadi gak aman dan ngganggu juga buat motret

    1. Jelok gak cuma jembatannya yg oke, restonya juga asik.
      Aku juga masih nyariin itu jembatan menuju hatiku. Yakali ada yg mau datang tp gak nyampe nyampe. Hahaha

      1. Wuah jadi pengin lihat aslinya jembatan Jelok. 🙂

        Haha, ya mungkin dia tersesat mba, mungkin sebentar lagi dia akan sampai ke jembatan hatimu mba Aqied, Cinta doain biar dia ga nyasar, segera menuju ke arah yang tepat, ke hatinya mba Aqied, aamiin 🙂

    1. Betuuuuul. Makanya beberapa jembatan yang sebenarnya bagus tapi kalo trafik masih tinggi dan difungsikan sebagai jembatan utama, gak aku rekomen di sini

    1. Iya jembatan merah udah aku sebutin. Bagus tp gak baik kalo buat tujuan instagram aja. Masih difungsikan sebagai jembata, trafiknya juga cukup rame.

  2. Kalo ngeliat dari sudut pandang yang berbeda, banyak tempat yang bisa jadi instagramable. Aku sih belum bisa nyari sudut pandang yang berbeda, masih mainstream sudut pandangnya.

    Nyari jembatan dulu lah 😀

    1. Kalo jejembatan ini emang ud hits duluan sih. Makanya cari sudut poto yang beda biar gak mainstream mainstream amat potonya, walopun yaaa masih gitu gitu aja sih. Hahahaha

  3. Pas dari paris, sengaja ke jembatan selopamioro (diajakin sih) dan sampe sana aku bingung. “Terus apanya yg unik dr jembatan kuning ini?” hihihi eh pas liat foto2 kecemu lucu juga ya kak. :v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.