Untuk Angeline

image

Tahun lalu, negri ini dihebohkan atas hilangnya bocah ayu bernama Angeline. Setelah melalui berbagai pencarian dan penyelidikan, Angeline baru diketahui sebelumnya mengalami sederet penganiayaan di dalam lingkungan rumahnya sendiri. Angeline akhirnya ditemukan meninggal dunia, terkubur di halaman belakang rumahnya sendiri.

Sudah setahun berlalu sejak kejadian tragis tersebut. Kisah nyata ini kemudian menginspirasi pembuatan Film berjudul “Untuk Angeline” yang saat ini tayang di bioskop. Film garapan rumah produksi Citra Visual Cinema ini disutradai oleh Jito Banyu.

Berikut sinopsis film versi movie.co.id

Film ini menceritakan Samidah (26), perempuan miskin yang tinggal di sebuah desa kecil di sudut kota Banyuwangi. Ketika kehamilannya memasuki usia ke 8 bulan, Midah pindah ke Bali untuk mengikuti suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan.

Tak lama Midah kemudian melahirkan seorang anak perempuan cantik. Tapi sayangnya, Midah dan Santo tidak bisa menebus biaya kelahiran bayinya dari rumah sakit. Santo akhirnya bertemu dengan John dan istrinya Terry dan meminta tolong. John pun menolong Santo dengan menebus dan mengadopsi anaknya.

Dalam perjanjian, Midah dan Santo tidak diperbolehkan bertemu dengan anak kandungnya setelah usia 18 tahun. John dan Terry lalu membawa anak Midah dan Santo, dan memberi nama anak adopsinya itu dengan nama Angeline.
Saat Angeline berpindah tangan, hati Midah hancur lebur, dia hanya bisa menangis. Dan ia memutuskan pergi keluar kota untuk bekerja agar suatu saat nanti dapat menebus Angeline kembali.

Di Bali, John sangat sayang dan memperlakukan Angeline seperti anak perempuannya sendiri. Meskipun John dan Terry sudah punya anak laki-laki bernama Kevin (9 tahun). Hadirnya Angeline membuat Kevin cemburu. Dia terlihat tak suka dengan Angeline.

Suatu malam, John mendongengkan sesuatu ke Angeline yang saat itu sudah berusia 5 tahun, John bercerita tentang negeri yang indah. John bilang bahwa angeline adalah putri raja yang akan bahagia.

Dan, malam itu merupakan malam terakhir John menemani Angeline, John meninggal dunia karena serangan jantung.

Angeline kini sudah berusia 9 tahun. Dia tinggal bersama Terry dan Kevin. Angeline menuruti semua yang Terry bilang. Dia mengikuti semua yang Kevin inginkan. Semua berjalan semakin parah, di dalam rumah itu Angeline diperlakukan bukan seperti anak manusia. Hingga akhirnya, Angeline dikatakan menghilang. Foto Angeline tersebar luas.

Di sisi lain, Midah pulang ke Bali dengan wajah bahagia, sudah 9 tahun dia tak bertemu Angeline. Dia sudah mengirim uang ke Santo dan berharap Santo dapat kembali menebus Angeline. Tapi ternyata Santo malah menikah lagi dengan perempuan lain. Midah tidak tahu harus berbuat apa. Dia mencari Angeline. Dengan berbekal foto ketika Angeline bayi.

Hingga suatu malam, ketika tiba-tiba polisi mengetuk pintu rumah Midah, dan meminta Midah datang ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, sungguh tersayat perasaan hati Midah, di depan mata ia mendapati tubuh anaknya terkulai kaku sudah menjadi mayat. Angeline yang baru dia lihat 3 hari setelah dilahirkan ke dunia, yang belum sempat mengenalnya bahkan belum sempat memangil dirinya dengan sebutan Ibu.

Dan saat ini seseorang bertanya tentang kisah-kisah di atas sebelum hari ini, bolehkah Midah mengatakan jauh sebelum hari ini sampai saat ini anak saya masih seorang Angel, tapi kini dia sedang dipeluk dan dijaga oleh malaikat, dan hari ini hingga entah kapan, Midah akan berjuang hingga tahu siapa yang sebenarnya tega membunuh anak perempuan manis itu.

Menonton film ini mengingatkan saya pada film Ari Hanggara. Film lawas yang sama sama terinspirasi dari kisah nyata penganiayaan seorang anak di dalam rumahnya sendiri. Miris dan termehek mehek maksimal bagaimana keluarga dan tempat tinggalnya malah tidak dapat memberi rasa aman pada anak anak.

Angeline diperankan oleh Naomi Ivo dengan sangat baik. Pun Kinaryosih sebagai Samidah. Hanya saja beberapa adegan yang terlalu diulang ulang, juga flash back yang berulang ulang, sedikit membuat film ini terasa lambat.

Meski film ini secara keseluruhan menyedihkan dan membuat saya prepare tisu dua pack, tetap masih ada hal hal menarik dan menyenangkan. Misalnya Papa John yang lucu dan ganteng saat sedang bermain dengan Angeline. Kiara teman dekat Angeline di sekolah yang kocak. Kakak tetangga Angeline yang periang. Dan pemandangan bali beserta pantai nya yang gak perlu diragukan lagi.

Semoga tidak ada lagi Angeline Angeline berikutnya.

image

Nonton bareng Kopi’ers Jogja

poster film oleh movie.co.id

27 komentar pada "Untuk Angeline"

      1. Oohh gituuuu….
        Maklum sering ketinggalan pesawat haha

        Kadang karena udah lama ngga denger/lihat film atau drama2 Indonesia, ko perasaan aneh gitu di kuping hihi *parah emaaang nih saya*

          1. Ngerti siih, masa atuh ngga ngerti tua di Indonesia gini hehe
            Cuma logatnya saja yg terasa beda ya, atau perasaan saya saja? Bisa jadi sih perasaan saja ??

            Di Jerman semuaaaaa film itu didabing pake bhs Jerman, makin gatel kuping, soalnya tau suara asli pemainnya haha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.