Sruput Sore di Stereos Coffee

“Some People Feel The Rain, Others Just Get Wet”

 Bayangan tulisan ini jatuh tepat di lantai Stereos Coffee setiap sore tiba. Matahari senja akan memancar tepat dari jendela kaca dengan tulisan yang sama. Sinar keemasannya syahdu menerangi seantero sudut kafe ini. Cahaya Surga, kata teman saya.

Sebelumnya saya sempat bertanya pada seorang teman yang lebih dulu menjajal coffeeshop ini. Meski demikian saya tidak berekspektasi tinggi. Ditambah lagi informasi sementara yang saya dapat malah tentang minuman non kopinya. Sehingga ketertarikan saya pada awalnya pada suasana dan lokasinya saja.

Terletak di Pandega Marta, kawasan yang cukup ramai mengingat geografisnya yang dekat dengan kampus ternama di Yogyakarta. Cukup strategis dan mudah dilihat siapapun yang melintas. Bangunan utama Stereos didominasi dnding kaca transparan. Pada salah satu sisinya, tanaman rambat menjuntai memberi kesan segar. Di teras dan area outdoornya terdapat meja-meja dan kursi tinggi menghadap ke luar. Di setiap tiangnya menyediakan soket listrik. Beranjak ke sisi belakang, masih outdoor dan smoking area, beberapa meja kursi dan bangku kayu dalam formasi round table.

Saya masuk ke dalam ruang utama. Memilih meja kayu dengan bangku panjang tanpa sandaran. Ngopi Piyambakan kala itu memang untuk mengerjakan kewajiban saya sebagai mahasiswa, Menyelesaikan Tugas Akhir. Sepasang staf di balik bar menyapa ramah. Order pesanan dilakukan langsung di meja bar.

Saya langsung tertarik ketika melihat toples-toples biji kopi yang berjajar di meja bar. Gayo Wine dan Papandayan Wine memancing rasa penasaran. Berhubung Gayo Wine sudah pernah saya cicipi di beberapa coffeeshop lain, maka pilihan saya jatuh ke Papandayan Wine. Untuk jodoh kopinya, saya memesan Basket Snack. Pilihan Jodoh Kopi di sini cukup banyak, karena masih satu halaman dengan Dimsum Bledos dan Martabak Pandega. Jadi tidak perlu takut kelaparan.

dimsum

Serving manual brew di Stereo menggunakan botol terpisah, ditambah segelas kecil air putih. Saya suka coffeeshop yang menyediakan air putih seperti ini. Lidah jadi bisa dinetralisir terlebih dahulu. Papandayan Wine ini sedikit lebih kuat rasa kopinya dibanding Gayo Wine. Sebagaimana karakter kopi dengan Wine Process lainnya, kopi ini lebih manis dengan rasa terbakar/gosong/pahit yang tipis. Meski tidak lebih manis dari  Gayo Wine. Tipikal jenis kopi yang sangat sesuai dengan selera saya. Mas Damar, pria di balik bar juga cukup informatif menjelaskan karakteristik masing-masing kopi. Bahkan belakangan kami berbincang tentang coffeeshop-coffeeshop di Jogja. Termasuk diantaranya Dongeng Kopi dan Rumah Lama.

Gayo WIne dan Americano

Cukup puas dengan manual brew, saya berencana untuk kembali menjajal espresso based nya. Menikmati syahdunya sruput sore-sore di Stereos.

 

Stereos Coffee

Jl. Pandega Marta No. 29, Yogyakarta

Buka jam 13.00-01.00 WIB

IG : @stereoscoffee

10 thoughts on “Sruput Sore di Stereos Coffee

  1. Wah itu coffee server harionya sama kayak punya di rumah. Huehehehe. Aku baru tahu belakangan lho kalo ada jenis kopi wine. Terus nyobain yang Ciragi dan beneran tipis rasa kopinya, tapi unik sih.

    Ajak aku ngopi dong mbaaak kalo ke Jogja. Hehehe.

    1. waaaaah dengan senang hatiiiii.
      eh aku malah gak punya lho server hario.
      ku cuma asa V60 metal filter sama hario mizudashi.
      next kabar kabar aja ya kalo mau ngopi2 di Jogja

  2. Mendengar namanya, pake embel2 wine, lgs kebayangnya wine :D. Aku ga terlalu ngerti jenis2 kopi, walopun suka minum kopi. Kayak diatas ditulis, kopi dgn wine process ini lbh manis.tp aku blm kebayang rasanya kalo blm nyobain lgs :D. Btw, tempatnya nyaman.. Kalo aja deket kantorku ada tempat kopi seenak dan secozy ini, bakal sering2 dimampirin 😀

    1. yaaaa, wine proses ini lebih kaya ada hint wine nya, bagi sebagian orang gak cocok karena malah gak kerasa minum kopi. hahaha

  3. Ini bisa jadi referensi penulisan review kedai kopi, habisnya aku sering bingung gimana nge-review kedai kopi. Ditambah lagi, aku jarang pesen kopi, kalaupun pesen cerita cita rasa kopi pasti nggak begitu detil…

    1. gapapa lah review dari sudut pandang Tim Non Kopi. Biar pembaca yang nyari referensi nonkopi juga tercerahkan. *eaaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.