Menghitung Perlengkapan Seduh Rumahan

daripada ngopi di coffeeshop, mending seduh di rumah saja, lebih irit

benarkah?

Bisa benar jika standar kopimu memang berbeda jauh dengan kopi di coffeeshop. Jika demikian, saya rasa tidak bisa dibandingkan karena bukan apple to apple.  Misalnya dari bahan utamanya saja, kopi yang whole beans dengan standar tertentu, tidak bisa disamakan dengan kopi bubuk instan. Belum lagi jika menginginkan minuman kopi dengan berbagai variasi. Misalnya rupa-rupa espresso based seperti Espresso, Capuccino, Latte, Mochaccino, dan sebagainya. Tentu sulit menyeduh sendiri di rumah dengan keterbatasan alat-alat kopi. Namun bukan berarti tidak mungkin. Tidak semua alat kopi diperuntukkan untuk coffeeshop. Ada juga alat-alat seduh yang cocok untuk meracik kopi sendiri di rumah.

Saya mulai menyukai swaseduh sejak tahun 2015, dengan pertama kali meminang Porlex sebagai grinder manual pertama (harapannya bakal bisa nambah lagi yg electric gitu). Karena belum ada alat lain, tentu saja swaseduh saya sehari-hari ya dibikin Kopi Tubruk saja.  Kemudian baru berlanjut alat-alat seduh lainnya berdasarkan diskon di e-commerce. Ya karena bagi saya yang sobat missqueen ini, sebagian alat-alat seduh tidak bisa dibilang murah.

mari kita lihat

1. Grinder Manual – Porlex Mini

Saya pernah menulis ulasan dan kesan pertama saya bersama grinder manual ini. Saya menyarankan coffee grinder sebagai alat pertama yang harus dimiliki saat akan memulai jadi penyeduh rumahan. Bukan apa-apa, kualitas kopi terbaik adalah kopi fresh yang baru digiling. Kopi yang terlalu lama teroksidasi, mengurangi flavour dan aroma terbaiknya. Seduhnya bisa dengan tubruk kalau memang belum ada alat seduh yang lain. Tapi grinder is a must. Ada banyak merk untuk grinder rumahan utamanya yang untuk seduh manual, karena tidak membutuhkan kehalusan seperti espresso. Silahkan disesuaikan dengan kebutuhan dan budget.

ngopi di air terjun

Harga Sekarang : Rp. 715,000 (Otten Coffee), Rp. 849.000an (Tokopedia)

2. Dripper V60 – Hario V60 Metal Filter CFOD-01B

Alasan saya memilih filter ini sederhana: Paling Murah se-Hario. Ya memang ada sih yang lebih murah tapi pakai paper filter. Lah saya males  kalau harus beli paper filter terus, apalagi dulu cari penjual paper filter gak segampang sekarang. Selain itu juga dengan metal filter ini, lebih ramah lingkungan karena #ZeroWaste ya kan. Hasilnya tentu berbeda dengan paperfilter yang lebih clean. Namun sudah cukup memuaskan untuk seduh rumahan. Kapasitasnya juga kecil banget, jadi memang lebih cocok untuk pemakaian pribadi, bukan coffeeshop.

sumber: ottencoffee.co.id

Harga Sekarang : Rp. 290,000 (Otten Coffee)

Ps. ini juga harganya naik jauh dibanding saat saya beli 2016 lalu.

3. Kettle – Yami Drip Kettle 360cc YM60101BK

Untuk seduh manual, Kettle leher angsa seperti benda wajib. Karena susah juga untuk mengontrol konsistensi aliran air saat pouring. Yang saya suka dari Yami ini, mulut kettle nya kecil bangeet, cocok buat saya yang sering terlalu cepat saat pouring sehingga menyebabkan ekstraksi kopi tidak maksimal. Kekurangannya di kapasitasnya yang kecil banget dan gak ada tutupnya.

Lagi-lagi kalau ditanya kenapa memilih kettle ini, jawaban saya akan receh banget. Karena Paling Murah. dan lagi saat itu saya beli saat Otten Coffee sedang discount untuk seluruh kettle.

Harga Sekarang : Rp. 250,000 (Otten Coffee)

4. Aeropress – Aerobie (Made in USA)

Aeropress ini sebenarnya enak banget untuk traveling. Apalagi kalau dijodohkan dengan Porlex Mini. Pas banget tabung Porlex bisa masuk dalam selongsong Aeropress. Perawatan dan membersihkannya juga mudah. Sayangnya, seduh dengan aeropress ini jinak-jinak merpati. Susah banget buat saya yang amatiran ini. Kadang sukses dan jadi enak banget, tapi kemudian gak bisa mengulang lagi. Sepertinya saya butuh banyak belajar untuk memaksimalkan alat ini. Atau saya jual saja kepada yang lebih ahli? ada yang berminat?

sumber: ottencoffee.co.id

Harga Sekarang : Rp. 615,000 (Otten Coffee)

5. Cold Brew Maker – Hario Mizudashi Coffee Pot Mini 600 ml

Saya suka banget dengan alat ini, selengkapnya bisa baca review Hario Mizudashi saya ya. Selain berfungsi sebagai cold brew maker, saya kadang-kadang pakai juga buat lainnya. Misalnya untuk membuat Japanese Iced Coffee. Jadi di atasnya pakai filter V60, bagian saringan saya pasang es batu, dan hasil akhir di badan utama teko. Kalau keadaan darurat kadang saya pakai juga untuk seduh teh tubruk. Tapi jangan ditiru ya, bikin saringan jadi jelek.

Harga Sekarang : Rp. 265,000

6. French Press -Tiamo French Press 300cc White (HG2114W)

Sebenarnya saya beli French Press bukan  karena suka dengan metode seduh ini. Tapi karena alat ini bisa dipakai tidak sekadar menyaring kopi saja. Tapi juga bisa digunakan untuk menghasilkan foam pada susu. Jadi bisa bikin Capuccino dan Cafe Latte ala ala juga di rumah. Sesekali saya pakai juga untuk membuat teh tubruk. Sayangnya sepertinya saya kurang berbakat merawat French Press. 3 kali saya membeli french press dan berakhir pecah semua.

Harga Sekarang : Rp. 220,000

7. Mug Cafepress – Kinto Cafepress Mug

Saya beli ini di ambang frustasi karena setiap french press yang saya punya selalu pecah. Cafepress ini saya beli saat promo buy 1 get 1 free. Lumayan dapat 2 mug yang saya taroh di kantor satu, dan satu lagi di rumah. Karena bentuknya yang praktis, mug ini sering saya bawa traveling. Kinto Cafepress menggabungkan fungsi mug dan french press dalam satu barang saja.  Jadi kebutuhan ngopi kapan pun di mana pun aman.

Harga Sekarang : Rp. 255,000

8. Scale dan Timer

Ada banyak pilihan scale/timbangan untuk menyeduh. Ya, Kopi memang se-presisi itu. Scale digunakan untuk menimbang berat kopi, juga berat air sehingga sesuai dengan rasio yang diinginkan. Scale khusus untuk kopi biasanya sudah sekaligus dengan timer. Harganya tentu bervariasi juga dan buat saya masih mahal. Jadinya saya pakai timbangan dapur, dan timernya pake stopwatch di ponsel. Sekadar referensi berikut beberapa macam Scale yang umum dipakai.

9. Thermometer

Jangan lupakan pula alat penting ini. Suka tidak suka, suhu air memberi pengaruh pada rasa kopi. Terlalu panas bisa menjadikan rasa dan aroma kopi burnt. Terlalu dingin cenderung membuat kopi asam. Untuk memastikan air yang digunakan berada pada suhu yang pas, maka perlu adanya thermometer. Bagusnya ada beberapa jenis kettle yang sudah sepaket dengan termometer di tutupnya. sayangnya karena kettle saya bahkan tutup saja gak punya, jadi perlu punya termometer terpisah.

sumber: ottencoffee.co.id

Otten Thermometer: Rp. 75,000

 

Bagaimana? tertarik jadi penyeduh rumahan?

19 thoughts on “Menghitung Perlengkapan Seduh Rumahan

  1. Waaah…aku baru tahu ternyata banyak juga ya gear buat swaseduh kopi skala rumahan, aku biasanya cukup sendok sama gelas aja alatnya, wkwkwkw

    Itu hargane kok ada yang beberapa diluar dugaanku, ahaha wes kadung hobi yo, duit piro metu yo pikir keri…uwuwuwuwuuuuu

    1. banyak yang bilang harganya ngagetin. padahal yang aku punya ini rata-rata udah yg harga termurahnya.
      ya gimana alat-alat seduh mayoritas memang kudu impor.

  2. nek seneng ki walau mahal yo dituku koq, lha aku diunekke mas ku “ngunu kui regone sakmunu??”
    bar roso kopine lagi tak timpali “larang tur dadi nagih to kon gawekke kopi terus”

  3. Mahal juga, ya, Mbak. Perlengkapan komplit itu cuma bikin saya mupeng saja, he he. Namun dari segi harga itu merupakan investasi murah karena bebas ngopi kapan saja dan jamu tamu ala kafe di rumah.
    Salam kenal, Mbak.

    1. hitungannya ini alat alat yang sudah agak murah karena buanyak alat seduh lain yang jauh lebih mahal.
      iya nih, bisa bikinin kopi buat tamu walau agak lama proses seduhnya.

  4. Pas di Pundong itu yang dipunya lagi apa aja mbak? wkwk
    Itu berapa tahun ya kira-kira bisa ngumpul semua?
    Adiknya mas juga sukaa kopi dan beli uborampe buat nyeduh kaya begitu mbak, aku pernah liat grindernya kalau ga salah.

    1. hehehe ngumpulinnya dari 2015 akhir, dan terakhir beli awal tahun kemarin. 2 tahunan lah. belinya pelan pelan. udah butuh kalo lagi gak diskon/promo ya diampet dulu sampe bisa dibeli murah. hahaha

  5. Aku suka kopi, tp so far cm tau dan suka ama beberapa jenisnya. Jd blm cocok disebut pecinta kopi yg sepertinya tau lbh banyak ttg kopi, bahkan tau minimal basicnya menyeduh :D. Lah aku buta samasekali di situ. Makanya, sampe skr, rasa2nya lbh cocok menikmati kopi di coffee shops aja drpd hrs sedih sendiri :p. Dijamin rasanya amburadul pasti :p

  6. Aku masih belum, mbak. Maklum, anak kopi receh. Sehari-hari cuma ngopi dari kopi bubuk yang tinggal seduh sama kasih gula, harganya paling cuma berapa puluh ribu dan lebih sering dapet gratisan, hahaha. Kadang bahkan ngopi sachetan.

    Kalo weekend, paling cuma sekali ke coffee shop, harga per kopi juga cuma antara Rp20.000 – Rp30.000-an. Ngomong-ngomong, temenku juga ngopi rumahan tapi pake blender xD

    1. kalo ngopinya sepekan sekali kudunya pake hestek #NgopiTiapPekan dooonk, hahahaha
      aku suka kopi aneh aneh ini juga awalnya dari ngopi bubuk. lama lama gak pake gula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.