Arunika dari Banjaroya

Apa yang terbersit pertama kali mendengar Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo?

Ya, Durian. Namun siapa sangka tak hanya harum durian yang bisa disajikan salah satu desa wisatanya, Banjaroya. Misalnya berjuta warna kala mentari terbit dari tepi waduknya.

 

Sore itu kami (Saya, Aji Lagilibur, Nasirullah Sitam dan Hannif Insanwisata) melaju ke barat. Bukan perjalanan mencari kitab suci, melainkan menunaikan janji silaturrahim di desa wisata Banjaroya. Petang menjelang dan hari semakin gelap ketika kami tiba di tepi Embung Banjaroya. Tenda biru telah terpasang tanpa hiasan janur kuning. Sengaja diletakkan pada sisi timur embung, yang keesokan paginya baru saya mengerti betapa di situlah lokasi terbaiknya.

Merapi-Merbabu tepat di depan tenda

 

Secangkir kopi hitam dihidangkan tuan rumah, Mas Madoen dan kawan kawannya, menemani perbincangan hangat malam itu. Disambung dengan secangkir lagi kopi sidikalang dari perbekalan Mas Sitam dalam sesi ghibah lanjuta. Hingga malam semakin larut, dan kami memutuskan untuk beristirahat. Tidak di tenda biru.

Kantuk belum sepenuhnya sirna ketika kami selesai menunaikan sholat subuh di Mushola berbentuk rumah panggung. Ketika Mas Madoen mengajak segera menyapa arunika dari tepi embung. Rupanya Merapi dan Merbabu terlihat jelas dari sini. Berefleksi sempurna pada permukaan embung dengan aneka rupa warna jingga ungu dan keemasan dari pendar mentari. Salah satu momen sunrise paling indah yang pernah saya saksikan. Tanpa harus mendaki ketinggian sekian mdpl, tanpa perlu menepi ke pinggiran pantai.

 

Tak puas rasanya menikmati keindahan itu sendirian. Segera kami menyiapkan perlengkapan untuk mengabadikan momen ini dari balik lensa kamera. Membekukannya dalam beberapa lembar gambar untuk dapat kami bagikan pula kepada khalayak. Dan untuk dapat kami kenang lagi nanti. Setelah kemudian menikmati hangatnya sinar surya, dan lembutnya belaian angin pagi. Bersama secangkir kopi tanpa gula, kali ini bersama tenda biru.

Siapa yang butuh pemanis lagi ketika pagimu sudah semanis ini?

 

Baca juga:

Harmoni Pagi Desa Wisata Banjaroya oleh Insanwisata

Menanti Mentari Terbit di Embung Banjaroya

18 thoughts on “Arunika dari Banjaroya

    1. Aku belajar kosa kata baru, Arunika. Mungkin sebentar lagi bakal muncul di caption-caption ig haha
      Jujur aku nyesel banget lho itu nggak jadi ikutan 🙁 Selain karena alasan motor, karena apa ya? Hahaa
      Njuk aku membayangkan di situ sendirian kayaknya asoy haha

  1. Foto refleksi gunungnya di pantulan air, itu baguuuus banget :D. Rasanya ga sia2 nungguin sunrise kalo bisa secakep itu ya mba. Sampe skr ga kesampaian mau cari foto sunrise gini, krn niat slalu kalah ama tidur -_-

  2. Wah, kemaren nyaris ke sini pas gerhana bulan total, niat pengen hunting foto di sini..
    Tapi sayang g jadi, g ada temen.. Wedi.. haha

    Jadilah akhirnya ke Gunung Andong cari fotonya, yang cukup ramai..

    Semoga sebelum masuk musim hujan bisa nyempetin ke sini.. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.