Catatan Semeru 2: Menghitung Budget

Beberapa waktu lalu saya mengajukan pertanyaan tentang topik apa mengenai Semeru yang sebaiknya saya tulis di blog. Salah satu jawaban yang masuk menyarankan pembahasan rincian anggaran dan budget untuk mendaki Semeru. Walaupun informasi tentang ini sebenarnya sudah banyak yang menulis, boleh lah saya turut serta meramaikan berdasarkan pengalaman pendakian Semeru pada Agustus 2018.

Ini 6 pos anggaran yang perlu disiapkan saat menghitung budget ke Gunung Semeru dari Yogyakarta:

1. Pendaftaran Online

Bagian terpenting untuk memastikan pendaki mendapatkan izin masuk ke Taman Nasional Gunung Semeru adalah, mendaftar online. Dari pendaftaran ini juga calon pendaki dapat mengetahui kuota setiap tanggal. Saran saya, sebaiknya daftar online begitu sudah mengetahui kepastian tanggal dan peserta. Karena ketika sudah terdaftar nanti, tidak bisa lagi untuk direvisi, baik pembatalan perorangan ataupun penambahan anggota. Pembatalan hanya dapat dilakukan untuk pembatalan penuh seluruh regu dan refund dapat dilakukan selambat-lambatnya H-3.

Untuk setiap harinya, kuota maksimum Gunung Semeru adalah 600 pendaki (termasuk porter).
Oleh karena itu, jika berencana mendaki saat tanggal-tanggal high season, baiknya booking jauh-jauh hari untuk mengamankan kuota. Pendaftaran dapat dibuka hingga 3 bulan ke depan, jadi begitu jumlah regu dan cuti sudah fix, baiknya segera booking.

Bagi klub impulsif dan suka dadakan, pendaftaran online paling cepat 3 hari ke depan. Jadi jika diakses pada tanggal 10, paling cepat dapat mendaftar pendakian untuk tanggal 13. Atau pendaftaran Senin, untuk pendakian hari Kamis.
informasi lebih rinci mengenai ketentuan booking online untuk pendakian dapat dilihat di website resmi booking Semeru.

Tarif booking online pendakian Semeru disesuaikan dengan jumlah hari. Saat ini, maksimum pendakian yang diizinkan di TNBTS maksimal adalah 4 hari dan 3 malam. Saya sendiri kemarin memanfaatkan batas maksimum ini dengan 2 tanggal merah dan 2 tanggal hitam. Maka biaya pendaftaran saya :

(2 hari x Rp. 22,500)+(2 hari x Rp. 17,500) = Rp. 80,000

2. Transport Jogja Malang

Ada beberapa pilihan moda transportasi dari Jogja ke Malang. Ada bus antar kota antar propinsi, ada juga Kereta Api dan ini yang saya pakai. Herannya kenapa ya kereta ekonomi ke Malang harganya tetep gak ekonomis *keluhan sobat missqueen. Saat itu saya Pergi Pulang menjadi penumpang KA Malioboro Ekspress, dengan memanfaatkan saldo Tokopedia dari Google Local Guide, dan discount Rp. 20,000 dari Tiket.com. *perlu dibahas gak ini?

2 tiket untuk PP x @ Rp. 175,000 = Rp. 350,000

3. Surat Sehat dari Dokter

PENTING: Surat Dokter Wajib bertanggal H-1 dari Pendakian

Saya kurang tau peraturan Surat Dokter wajib H-1 ini sejak kapan. Tetapi memang jelas tertulis di ketentuan pendakian resmi dari TNBTS. Nyatanya saat antri pendaftaran pada hari H, banyak yang terhambat akibat surat keterangan dokter lebih dari H-1. Untuk mengakalinya, saya tiba di Malang pagi pada H-1 pendakian, kemudian ke Puskesmas untuk membuat surat keterangan sehat.

Beberapa teman pendakian saya membuat surat keterangan sehat di klinik bandara. Bisa juga membuat surat keterangan sehat di klinik, rumah sakit atau dokter praktek di manapun, asalkan pemeriksaan pada H-1. Untuk tarif membuat surat seperti ini tentu berbeda-beda. Karena saya buatnya di Puskesmas, tentu saja tarifnya lebih ekonomis, ditukar dengan kesabaran mengantri.

Surat Keterangan Sehat dari Dokter Puskesmas Dinoyo, Malang : Rp. 10.000

4. Transport ke Basecamp Ranu Pani

Jeep dari Tumpang ke Ranu Pani

Untuk para pengkereta yang berhenti di Stasiun Malang Kota Baru, rute untuk sampai di Ranu Pani secara garis beras seperti ini:

Stasiun Malang — Terminal Arjosari — Tumpang — Ranu Pani

Baik ke Arjosari maupun ke Tumpang, ada rute angkot yang sesuai. Angkot ini bisa juga disewa/carter untuk kemudian share cost dengan teman-teman satu regu. Begitu juga dengan sewa Jeep dari Tumpang ke Ranu Pani, kami share cost bersama teman-teman sependakian. Beruntungnya kami ber 9 sehingga lebih banyak yang dibagi.

Carter Angkot ke Tumpang PP 2 x @ Rp. 130,000 = Rp. 260,000

Carter Jeep ke Ranu Pani PP 2 x @ Rp. 650,000 = Rp.1,300,000

dengan share cost 9 orang, maka masing-masing anggap saja Rp. 175,000

5. Jajan dan Perbekalan

Di Semeru, setiap pos dan area camp ada pedagang warga setempat dengan berbagai barang jualan. Sepanjang pendakian, saya tidak banyak jajan sehingga kurang tahu pula tentang harga-harga jajanan. Satu-satunya jajanan yang saya beli hanya Semangka. Sejak pos 1 hingga di Kalimati, Semangka hampir selalu ada dengan harga yang tetap konsisten, Rp. 2,500 per slice. Yang membedakan nantinya adalah ukuran dan ketipisan tiap irisan. Semakin tinggi letak pos penjual semangka, maka semakin mini dan tipis pula irisannya.

Semangka di Jambangan, Terkecil kedua setelah Kalimati (difotoin Papan Pelangi)

Selain semangka, gorengan dan air minum baik botolan maupun seduh sachet juga banyak tersedia. Bahkan di Kalimati juga menjual nasi bungkus yang lagi-lagi saya kurang tau harganya. Sebagai gambaran, air mineral kemasan 1,5 liter dijual Rp. 25,000 di Ranu Kumbolo. Saya kurang tau berapa penambahan harga di setiap penambahan ketinggian.

Jajan di Cemoro Kandang

Perbekalan pribadi yang dibawa sendiri juga perlu dipertimbangkan sebaik-baiknya. Apalagi jika berencana memaksimalkan batas waktu hingga 4 hari 3 malam. Penuhi kebutuhan asupan karbo, protein dan fiber selama pendakian karena kebutuhan energi juga cukup besar. Untuk perbekalan ini dapat menyesuaikan dengan porsi makan dan budget.

Menarik juga melihat rupa-rupa masakan para pendaki, utamanya di Ranu Kumbolo. Ada yang membawa paket lengkap penyetan seperti tempe, telur, ayam, lengkap dengan lalapan dan sambalnya. Ada pula yang sebegitu niatnya bawa ayam ingkung untuk dimasak soto rame-rame. Saya sendiri membawa rendang kemasan yang cukup dipanaskan sebelum disajikan. Ketemu tanjakan dan jalan kaki berkilo-kilo meter boleh susah payah, tapi makan harus tetap enak.

6. Tarif Lain-lain

Selain biaya-biaya yang sudah pasti keluar pada 5 poin di atas, tentu ada pula biaya yang tidak terasa keluarnya, atau tidak direncanakan untuk dikeluarkan. Misalnya jika terjadi cedera dan tidak bisa membawa barang sendiri sehingga terpaksa menyewa porter. Atau perlengkapan mendaki yang tidak dimiliki sendiri sehingga harus menyewa. Tentu saja dengan jumlah hari pendakian yang lumayan lama, biaya sewa perlengkapan juga akan lebih mahal.

rupa-rupa perlengkapan

Untuk biaya yang tidak terasa misalnya biaya Toilet. Belum lama ini memang ada toilet baru di Ranu Kumbolo. Bukan yang toilet kering, tapi Toilet Air lengkap dengan bak air dan water closet. Dapat dipakai untuk buang air kecil maupun besar, cuci muka cuci kaki, atau lainnya kecuali Mandi. Tarif untuk single entry Rp. 5,000. Kalau sehari bisa 3-4 kali ke toilet ya ternyata lumayan juga. Apalagi kalau menginapnya tidak hanya 1 hari.Β  Sebenarnya penting gak sih bahas tarif toilet gini?

Toilet di Ranu Kumbolo, Tampak Depan

Demikian kurang lebih rincian anggaran yang perlu disiapkan untuk menyambangi gunung tertinggi pulau Jawa. Menurut kamu biaya untuk susah payah mendaki beginiΒ Β murah atau mahal?

23 thoughts on “Catatan Semeru 2: Menghitung Budget

  1. Aku itu selalu melek dan antusias setiap ada blog atau cerita yang membahas Semeru, apa pun itu. Karena, gimana ya, Semeru ini gunung pertama yang kudaki dan panoramanya awet di ingatan.

    Semoga informasinya bermanfaat bagi pendaki Semeru, dan siap-siap diperbarui mbak kalau misalnya ada perubahan informasi, baik itu dari taman nasional atau transportasi. Biar tetep update πŸ™‚

    1. meskipun panorama nya bisa saja berubah setiap pendakian ya?
      masih gak habis pikir juga kenapa Gunung pertama yang kudaki harus Semeru, bukan yang dekat atau yang lebih pendek track nya.

      siaaap, semoga tidak malas update dan semoga ada kesempatan kembali lagi, karena masih hutang puncak

  2. Di Thailand kemarin aku lihat ada yang jual nasi goreng instan! Rasanya, well, lumayanlah. Menurutku prospeknya bagus nih di Indonesia xD

    Itu kereta Malioboro Ekspres kenapa mahal banget, sik? Udah dibantu promo dan kupon juga. Ke Bandung aja cuma cepek -____-

    1. Indonesia pernah punya Nasi Instan. Tara Nasiku dan Nasi Goreng Instan dari Garudafood. tapi discontinue sepertinya gagal pasar.

      aku juga gak ngerti kenapa tiket kereta ekonomi ke Malang gak ada yang murah. mentok2 paling murah masih 155rb.
      oh iya itu belum dipotong disc dan promo sih. hehe

  3. Aku mau bahas yang kereta ekonomi.
    Jadi di dunia perkeretaapian, ada dua (sekarang malah jadi tiga) jenis ekonomi.
    1. Ekonomi yang disubsidi pemerintah (kami menyebutnya Ekonomi PSO)
    2. Ekonomi yang tidak disubsidi pemerintah
    3. Ekonomi kelas premium. (Iya, kelas premium itu kalau di KAI masih masuk ekonomi).

    Nah, kereta ekonomi yang tidak disubsidi pemerintah ini salah satunya ya Malioboro Ekspress. Lalu bedanya? Bisa baca di blogku. #asek

    1. iya, mas. kalo gak salah Gunung Gede juga harus daftar online. jadi jumlah pendaki lebih termonitor dan gak overload juga gunungnya

  4. Aku mau aja itungin…. 615… Itu sih angka minimal… Tergantung brp kali qido bolak2 kamar mandi… Brp slice beli semngka… Brp botol beli air di ranu… Pake porter juga gak qid… Ato kamu mkn nasi kucing ala2… Beras bawa kan qidπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    1. gak pake porter, beli semangka 4 slice, beli air mineral 1x, toilet ranu kumbolo 4x
      extra tambahan pengeluaran: nginep 1 malam di Malang, bayar hotel 😩

Leave a Reply to Gallant Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.