Press "Enter" to skip to content

Galeri: Kemarau di Semeru

Bertamu ke Semeru untuk pertama kali nya Agustus lalu, memberi banyak kejutan bagi saya. Tidak hanya rute panjang dan tanjakan aduhai yang bisa saya dapat infonya dari dunia maya. Bukan pula keindahan Ranu Kumbolonya yang termasyhur dengan jutaan fotonya yang bertebaran di berbagai situs. Tidak pula suhu dinginnya yang membekukan embun-embun di rerumputan hingga atap-atap tenda.

Baca juga  Catatan Semeru 1 : Tujuan itu Bernama Rumah 

Area Kamping Ranu Kumbolo

Ini tentang warna cokelat keemasan khas kemarau yang menyapa. Camping ground Ranu Kumbolo yang biasanya beralaskan permadani rerumputan hijau, kali ini berselimut cokelat. Hingga padang Verbana di Oro-oro Ombo yang identik dengan warna ungunya, pun terbentang keemasan.

Berikut sebagian galeri Semeru kala Kemarau.

di area kamping Ranu Kumbolo
latar Tanjakan Cinta yang cokelat juga
Padang Verbana kala Kemarau

 

Sisi tebing di Oro-oro Ombo
Masih Oro-Oro Ombo dari Cemoro Kandang
Oro-oro Ombo difoto dari Cemoro Kandang
Area Camping Kalimati
Masih di Kalimati

Baca rincian budget dan detail perjalanan di Catatan Semeru 2: Menghitung Budget

16 Comments

  1. dwi susanti dwi susanti Oktober 8, 2018

    Waa sama-sama lagi posting bertema kemarau. Bedanya, Mbak Aqied ke sabana beneran, aku KW-100 kwkwkw
    Ohya, watermarknya mantepp bisa baris gitu :p
    Ketagihan ke Semeru lagi?

    • Nasirullah Sitam Nasirullah Sitam Oktober 8, 2018

      Padahal aku tadi pagi sudah batin, ini orang kok kompakan postingnya ya.
      Husttt, jangan bahas watermark; kamu nggak lihat bagaimana dia otak-atik bikin watermar.

      • aqied aqied Post author | Oktober 8, 2018

        buahahahaha watermark super gengges gak ada estetik2nya blas tapi masangnya penuh keribetan dan habis 2 gelas kopi

      • Ajengmas Ajengmas Oktober 9, 2018

        astaga, kenapa aku fokusnya jadi ke watermark juga 🙈 tapi tapi tapi tapi, terus membayangkan kalo foto disana pake style bohemian gitu, apiik ☹️

    • aqied aqied Post author | Oktober 8, 2018

      Semeru masih hutang puncak, mbak. Sekarang sih masih penasaran pengen liat sendiri view Semeru pas hijau royo-royo. Tapi kalau membayangkan energi yang harus disiapin kok ya, errrr……
      iya akupun terkejut kita gak janjian apa-apa kok bisa postingannya bertema sama dan diuploadnya barengan.
      betapa sehati-nya kita ya

  2. Ayun Ayun Oktober 8, 2018

    Rumput cokelat keemasan kontras dengan langit biru, jadi cakep banget. Bagiku, kemarau dan hujan sama-sama menyajikan pemandangan yang indah dg ciri khas dan ceritanya sendiri-sendiri. 🙂

    • aqied aqied Post author | Oktober 8, 2018

      aku tak menyangka kalau kemarau akan secakep ini. mana langit di sana itu seperti dinaikkan saturasinya jadi biru cerah begitu. Liat foto-fotonya sukak, tapi inget perjalanannya, nangis. wkwkwk

  3. Gallant Gallant Oktober 8, 2018

    warna warna coklat rumputnya itu asik buanget.
    cuma jadinya berdebu ya, Mbak kalo dilewatin?

    • aqied aqied Post author | Oktober 8, 2018

      wah ya jelasssss jangan ditanya bagaimana berdebunya. bisa buat bedakan

    • aqied aqied Post author | Oktober 10, 2018

      wah, kalau Anda kan koleksi fotonya lebih banyak

  4. adi pradana adi pradana Oktober 10, 2018

    ASiknya bs jelong2 ke Semeru, kapan ya saya bisa cuti trus lari ke semeru…

    • aqied aqied Post author | Oktober 10, 2018

      biasanya pada ambil long weekend trus ke Semerunya 3D2N, mas. Kalau yang sampai Ranu Kumbolo saja pada 2D1N jadi bisa pas weekend saja

  5. miyani miyani Oktober 13, 2018

    pengalaman mendaki gunung itu sangat mengasikan, kalau saja pisik ini masih kuat untuk mendaki inggin rasanya hoby ini disalurkan lagi.

    • aqied aqied Post author | Oktober 20, 2018

      karena hidup sudah santai, kak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.