Galeri: Kemarau di Semeru

Bertamu ke Semeru untuk pertama kali nya Agustus lalu, memberi banyak kejutan bagi saya. Tidak hanya rute panjang dan tanjakan aduhai yang bisa saya dapat infonya dari dunia maya. Bukan pula keindahan Ranu Kumbolonya yang termasyhur dengan jutaan fotonya yang bertebaran di berbagai situs. Tidak pula suhu dinginnya yang membekukan embun-embun di rerumputan hingga atap-atap tenda.

Baca juga  Catatan Semeru 1 : Tujuan itu Bernama Rumah 

Area Kamping Ranu Kumbolo

Ini tentang warna cokelat keemasan khas kemarau yang menyapa. Camping ground Ranu Kumbolo yang biasanya beralaskan permadani rerumputan hijau, kali ini berselimut cokelat. Hingga padang Verbana di Oro-oro Ombo yang identik dengan warna ungunya, pun terbentang keemasan.

Berikut sebagian galeri Semeru kala Kemarau.

di area kamping Ranu Kumbolo
latar Tanjakan Cinta yang cokelat juga
Padang Verbana kala Kemarau

 

Sisi tebing di Oro-oro Ombo
Masih Oro-Oro Ombo dari Cemoro Kandang
Oro-oro Ombo difoto dari Cemoro Kandang
Area Camping Kalimati
Masih di Kalimati

Baca rincian budget dan detail perjalanan di Catatan Semeru 2: Menghitung Budget

14 thoughts on “Galeri: Kemarau di Semeru

  1. Waa sama-sama lagi posting bertema kemarau. Bedanya, Mbak Aqied ke sabana beneran, aku KW-100 kwkwkw
    Ohya, watermarknya mantepp bisa baris gitu :p
    Ketagihan ke Semeru lagi?

    1. Semeru masih hutang puncak, mbak. Sekarang sih masih penasaran pengen liat sendiri view Semeru pas hijau royo-royo. Tapi kalau membayangkan energi yang harus disiapin kok ya, errrr……
      iya akupun terkejut kita gak janjian apa-apa kok bisa postingannya bertema sama dan diuploadnya barengan.
      betapa sehati-nya kita ya

  2. Rumput cokelat keemasan kontras dengan langit biru, jadi cakep banget. Bagiku, kemarau dan hujan sama-sama menyajikan pemandangan yang indah dg ciri khas dan ceritanya sendiri-sendiri. 🙂

    1. aku tak menyangka kalau kemarau akan secakep ini. mana langit di sana itu seperti dinaikkan saturasinya jadi biru cerah begitu. Liat foto-fotonya sukak, tapi inget perjalanannya, nangis. wkwkwk

    1. biasanya pada ambil long weekend trus ke Semerunya 3D2N, mas. Kalau yang sampai Ranu Kumbolo saja pada 2D1N jadi bisa pas weekend saja

  3. pengalaman mendaki gunung itu sangat mengasikan, kalau saja pisik ini masih kuat untuk mendaki inggin rasanya hoby ini disalurkan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.