Aeropress Untuk Traveling?

Sebagai penyeduh rumahan yang kemampuan seduhnya segitu-gitu saja, saya juga tidak tau alasan utama apa yang membuat saya meminang Aeropress. Bisa jadi karena melihat alat seduh buatan USA ini kerap saya lihat di coffeeshop. Bisa jadi pula karena beberapa kali takjub dengan hasil seduhannya yang berbeda-beda meski menggunakan biji kopi yang sama. Dan yang terpenting, bisa jadi karena saat itu ada cashback Rp. 100,000 untuk alat ini di marketplace Otten Coffee.

‘The Best Coffee Maker I Ever Owned’

Tertulis besar-besar pada box Aeropress by Aerobie. Awalnya saya pikir seperti berlebihan sekali klaimnya. Karena pengalaman seduh saya dengan alat ini lebih sedikit berhasil, banyak gagalnya. Bahkan sempat sampai frustasi karena terlalu sering gagal dan pengen saya jual saja. Untunglah belum laku-laku sampai akhirnya saya bersyukur memiliki alat ini.

dan dibawa ke mana mana

Aeropress memang dapat menghasilkan bermacam-macam hasil karakter seduh, tinggal disesuaikan saja tekniknya. Dan teknik seduhnya ini lho yang susah banget saya pelajari, susah memang kalau tidak kreatif. Karena Aeropress ini memberi kebebasan bagi penyeduhnya untuk berkreasi sehingga dapat menghasilkan rasa-rasa baru yang berbeda-beda dalam setiap cangkir kopinya. Karena itu lah, ada banyak sekali kompetisi barista menggunakan alat ini.

  1. Paket Pembelian

Aeropress dikemas dalam dus berbentuk segi 6, menyesuaikan dengan bagian bawah chamber. Isi dalam box ini terdiri dari chamber, plunger, filter cap, filter holder, pengaduk, sendok takar, micro paper filter (350 lembar), manual book dan tote bag. Alat ini saya beli pada Maret 2016, jadi seri nya mungkin sedikit berbeda secara desain dibanding yang keluaran baru.

detail paket pembelian

Manual book nya sebenarnya hanya selembar kertas besar berisi aturan atau rekomendasi cara seduh seperti grind size yang disarankan, suhu air, bagaimana cara pressingnya, mencucinya, mengganti alatnya dan peringatan keamanan. Dilanjutkan dengan resep dan petunjuk penggunaan Aeropress, yang ternyata belum pernah saya praktekkan. Alih-alih saya lebih sering menggunakan metode terbalik, seperti di kebanyakan coffeeshop. Seluruh isi manual book ini tertulis dalam 6 bahasa, yang ternyata tidak ada Bahasa Indonesianya, nasib.

  1. Desain dan Tampilan

Setiap bagian dari Aeropress (kecuali micro paper filter) berbahan plastik, yang tentu saja aman dari resiko pecah. Seringkali malah Aeropress ini yang memecahkan gelas (ada 3 gelas saya yang jadi korban). Untuk coffee maker dengan segala kelebihannya ini, ukuran Aeropress bisa dibilang cukup kecil. Diameter terbesarnya hanya 8,4 cm dengan tinggi 13,1 cm. Cukup portable untuk dapat diselipkan dalam tas kerja ataupun backpack saat traveling, apalagi sudah ada totebag dalam paket pembelian.

Aeropress, Porlex dan printilannya

Adanya sendok takar juga memudahkan penyeduh untuk tidak harus menggunakan timbangan untuk memastikan jumlah biji kopi. Nomor 1-4 pada chamber juga membantu brewer untuk mengetahui batas-batas air saat pouring. Jadi tetap bisa seduh dengan presisi meski sedang tidak ada timbangan.

  1. Pengalaman Seduh

Berikut resep Aeropress yang termaktub dalam manual book:

  • 1 sendok takar penuh espresso grindatau 1,5 sendok fine drip grind size.
  • gunakan suhu 80’C, atau 85’C untuk kopi-kopi light roasted.
  • untuk Americano: Tuangkan air hingga No. 2, aduk 10 detik, lalu press perlahan 20-60 detik. Kemudian tambahkan air hingga 225 ml.
  • untuk Latte : Tuangkan air hingga No. 2, aduk 10 detik, lalu press. Kemudian tambahkan susu hingga 225 ml.

Namun yang selama ini banyak dilakukan adalah menjadikan hasil seduh Aeropress sebagaimana kopi filter pada manual brew. Biasanya air diisi hingga sesuai rasio yang diinginkan, baru kemudian dipressing langsung ke gelas/server. Jadi meskipun dalam dus Aeropress mengklaim dirinya juga sebagai espresso maker, bagi saya lebih asik untuk menjadi kopi filter saja.

Ada banyak sekali resep Aeropress bertaburan di internet yang bisa dicoba.

Penggunaan micro paper filter dalam seduhan Aeropress, menjadikan hasil seduhan yang clean tanpa ampas. Belakangan ada pula reusable micro filter berbahan stainless, sehingga tidak perlu membeli paper filter terus-menerus. Saya sih 350 lembar sampai 2 tahun lebih masih belum habis juga.

Kemudahan lain dari Aeropress adalah proses mencucinya, karena cukup membuka filter cap dan mendorong plunger hingga biji kopi dan paper filter terbuang. Lalu Aeropress tinggal dibilas/dicuci saja.

  1. Travel Friendly

Camping bersama Porlex Mini dan Aeropress

Sebenarnya saya terlambat untuk menyadari betapa Aeropress ini travel friendly sekali. Apalagi bentuknya yang berupa tabung dengan tinggi hanya sejengkal tangan saja, cukup mudah untuk dijejalkan dalam ransel ataupun koper. Saya cukup membawa Aeropress bersama hand grinder saja tanpa harus membawa bermacam-macam perlengkapan seduh lainnya, untuk dapat menghasilkan kopi nikmat.

Baca Juga : 9 Rekomendasi Alat Seduh Untuk Traveling

Porlex Mini yang Nyemplung dalam Aeropress

Bahan utama Aeropress yang plastik, juga aman dari resiko pecah atau rusak saat dibawa bepergian. Bobotnya pun hanya 390 gram, lebih enteng dari beban hidupmu. Micro paper filter biasa saya bawa secukupnya dalam plastik ziplock. Selanjutnya tinggal mencemplungkan Porlex Mini Hand Grinder dalam selongsong plungernya. Dan, Voilaaa, kopi sedap dan nikmat siap diseduh kapan saja di mana saja.

Liburanmu Gak Boleh Ngganggu Ngopimu

10 thoughts on “Aeropress Untuk Traveling?

  1. kenapa ya lidah ini masih gak bisa bedakan antara kopi sachetan sama kopi press ala” coffee addict begini
    tetep sama” enak sih
    hhh
    dasar lidah ndeso nih

    1. ahahahaaha,
      kalo kopi sachet rasa nya default sama semua tiap diseduh.
      kalo macem2 gini, beda teknik, beda suhu air, beda yg bikin, rasanya bisa beda dan macem2 juga. bisa dpt rasa enak, bisa gagal juga. hahahaha.
      di situ sih serunya. hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.