Press "Enter" to skip to content

Rumahku Zona Rawan Narkoba

Sudah lama saya tinggal di propinsi DIY. Beberapa kali pula berpindah tempat. Dari pertama kalinya di Pogung yang masuk kawasan Sinduadi, Mlati, Sleman. Kemudian hijrah ke Muja-Muju, Umbuharjo, Kota Yogyakarta, lalu bergeser ke Warungboto, masih Umbulharjo. Belum selesai di situ, saya pindah lagi ke Rejowinangun Kotagede, Kota Yogyakarta. Kini saya kembali ke Sleman di area yang masuk Kecamatan Ngaglik.

Menelusuri kembali rekam jejak tempat tinggal, membuat saya terkejut ketika menemukan peta ini.

Peta sebaran penyalahgunaan narkotika di Yogyakarta.

Ya. Rata-rata tempat tinggal saya merupakan kawasan merah penyalahgunaan narkotika. Ini artinya selama bertahun-tahun saya berada di Zona Rawan I Narkoba di Jogja, berdasarkan pengungkapan oleh BNN dan Kepolisian.

Ngeri gak setelah tau begini?

YA NGERI LAH, NGANA PIKIR?

Ibu Siti Alfiah (Kepala BNN Kab Sleman menjelaskan fakta & Mitor Narkoba)

Sebenarnya pemberantasan dan pencegahan narkotika yang disalahgunakan ini butuh peran aktif seluruh masyarakat. Tau kan jumlah aparat kepolisisan maupun personel BNN terbatas. Untuk itu baiknya kita memang lebih aware dengan lingkungan sendiri. Tidak sedikit kejadian pelaku penyalahgunaan narkoba tidak disadari lingkungannya. Walaupun sebenarnya menyadari perubahan tingkah polah nya.

Nah ini ciri-ciri perubahan perilaku pengonsumsi narkotika yang paling mudah dikenali:

  1. Pola tidur berubah
  2. Suka berbohong dan mencuri
  3. Sering mengurung diri dan menghindar dari keluarga dan lingkungan
  4. Kebutuhan uang meningkat terus secara tidak wajar
  5. Sering bepergian, menerima telepon, atau didatangi orang tidak dikenal
  6. Mudah tersinggung, agresif dan emosional
  7. Sering curiga tanpa sebab
  8. Prestasi menurun atau sulit konsentrasi
  9. Hilang minat pada hobi/kegiatan yang disenangi
*lalu ngaca

Cara lapor untuk yang mengetahui penyalahgunaan narkoba cukup mudah. Siapapun boleh melapor ke BNN maupun kepolisisan terdekat. Canggihnya lagi untuk Area Sleman, laporan bisa disampaikan melalui pesan instan Whatsapp.

Berhubung ternyata saya tinggal di Area Rawan 1 penyalahgunaan narkotika, jadi penting banget untuk mengenali Narkotika di sekitar kita. Misalnya tanahamn dan benda-benda sehari-hari yang penyalahgunaannya bisa memabukkan, seperti:

  1.  Kecubung : Bunga, Buah dan Daunnya dapat dicampur pada mie dan kopi, atau dibuat rokok yang dapat memabukkan
  2.  Daun Kratom : Daunnya dapat dikunyah, dibuat teh, atau dikeringkan menjadi serbuk dan dibuat pil.
  3. Sirih Arab : Daunnya dikunyah atau dibuat rokok untuk mabuk
  4. Pembalut/Diapers : direbus dan diminum air rebusannya
  5. Daun Putri Malu : direbus, dikeringkan dan dibuat rokok.

Selain ke-5 benda di atas, tentu masih ada banyak lagi yang bisa disalahgunakan untuk memuaskan kecanduan pemakai narkoba. Yang mengejutkan daun Putri Malu itu lhooo, mana saya kepikiran kalau bisa buat mabuk.

Bicara soal benda biasa-biasa saja yang ternyata penyalahgunaannya bisa merusak otak memang tak terduga sih. Mungkin beberapa tahun lalu tidak ada yang kepikiran mabok air rebusan pembalut atau membuat rokok dari putri malu. Seperti juga rokok dari tembakau gorilla yang sempat menyeret selebritis ke rehabilitasi. Karen itu terus dilakukan update dan pembaharuan tentang pengkategorian narkotika. Saat ini ditemukan 71 Narkoba jenis baru, dengan 68 di antaranya diatur dalam Permenkes No  2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

menyimak penjelasan jenis-jenis narkoba baru

Walaupun bahaya narkotika telah digaungkan di mana-mana, namun penyalahgunaannya tetap terjadi. Salah satunya berasal dari tingginya angka pemakai baru yang berawal dari coba pakai dan teratur pakai yang berujung kecanduan. Bahkan ketika tertangkap sekalipun, peredaran narkoba di lapas tetap saja terjadi. Didukung rendahnya niat para penyahaguna untuk pulih, menjadikan peredaran narkoba seperti lingkaran setan. Gak heran sih, bisnis duit gede kan.

Untuk itu, sebagai netizen yang budiman, alangkah baiknya ikut serta menyebarkan kebencian terhadap penyalahgunaan narkotika. Penulis hits Jogja, Iqbal Aji Daryono membagikan tips bagaimana agar tulisan tentang bahaya narkoba ini efektif menciptakan kebencian yang sempurna.

 Tentunya bukan yang seperti postingan ini ya.

Netizen yang suka sekadar mengingatkan, bisa menulis lebih efektif dengan tips :

  1. Jangan menulis dengan sudut pandang common sense alias tulisan STD.
  2. Dunia Narkotika ini penuh tragedi, maka tuliskan tragedi-tragedi akibat penyalahgunaannya. Ceritakan kisah-kisah yang dekat dan personal sehingga lebih menyentuh. Libatkan sudut pandang lain misalnya dampak pada keluarga pengedar/pelaku/pemakai. Akan lebih efektif lagi jikabagian keluarga yang dipilih dari sisi Anak.
  3. Bisa menggunakan angka-angka bombastis berdasarkan data. Barangkali karena di masa kecil kita kenyang dengan matematika, maka sekali disodori angka, langsung takluk.
Narkoba & Cerita

Mengingat tema narkotika adalah tema sensitif, jangan lupa memeriksa ulang kerahasiaan yang harus dijaga. Ini sangat penting menyangkut keselamatan narasumber maupun kita sebagai netizen yang sedang membagikan virus kebencian.

2 Comments

  1. Hannif Hannif Desember 17, 2018

    wah, ini tanda2 aku banget. apakah aku pecandu juga?
    pola tidurku berubah, kebutuhan duit meningkat, hobi ngeblog menurun, sering mengurung diri di kamar karena mager 🙁

    • aqied aqied Post author | Desember 17, 2018

      mari kita sama-sama berkaca dan tes darah. Janga-jangan kita positif,
      positif butuh duit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.