Terima Kasih, 2018

Penghujung 2018 dan kurang dari 24 jam lagi, resmi masuk 2019. Banyak hal sudah terjadi pada hidup saya dalam setahun. Catatan ini gak pengen yang serius-serius. Hanya sekadar mendokumentasikan memori selama 365 hari yang saya lewati kemarin.

Jadi, apa saja yang terjadi 12 bulan kemarin?

Berakhirnya Kuliah In Class

Memasuki semester pertama tahun ini, berarti memasuki semester baru perkuliahan pula. Sesuai jadwal rencana study, di semester ke-empat ini tidak ada lagi kuliah in class. Karena itu lah sebelum kami-kami berpisah karena tak lagi bertemu di kelas, kami mengadakan foto bareng a-la buku tahunan.

Lihat di Foto Ala Buku Tahunan

Buka-buka foto saat itu, membuat saya kangen lagi dengan teman-teman. Rasanya baru kemarin, tapi ternyata sudah setahun sejak terakhir kali kami jalan rame-rame. Suka kangen dengan teman sekelas juga ndak?

 

Mendadak KL

Benar-benar mendadak dan tak trencana sebelumnya, kalau pada Februari 2018 lalu saya bakalan pergi ke KL. Berawal dari challenge Alid di instastory instagramnya buat cepet-cepetan kirim foto passport. Kirain sih bercandaan aja, katanya yang paling cepet bakal dibeliin tiket SUB-KUL PP. Dan ternyata…

Beneran dibeliin donk.

Jadilah saya dadakan ngajuin cuti dan cari tiket kereta ke Surabaya juga.

Terima Kasih, Aliiiid.

Baca di 2 Jam di Putrajaya? Kurang!!

Bromo (Lagi)?

Apakah masih ada yang bakalan nanya kenapa saya ke Bromo sampai berkali-kali?

Baca juga Kenapa ke Bromo (Lagi)

Baca juga Why Bromo

Rencana ke Bromo ini juga dadakan yang direncanain kurang dari 2 minggu sebelumnya. Dan benar-benar hanya weekend escape saja, tanpa cuti dan bukan saat long weekend. Tentu saja gak bisa cuti karena saat itu saya pergi dengan teman sekantor yang gak bakalan bisa kalo cuti barengan. Anehnya malah setiba di Malang kami habiskan dengan tidur seharian di hotel, sampai kemudian berangkat ke Bromo tengah malamnya.

 

Art Jog 2018

Art Jog adalah pagelaran seni yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Art Jog menyuarakan kritik dan  keresahan para Seniman pada apa yang terjadi di sekitar kita dalam karya-karya seni yang rumit. Sebagian membuat kita merenung, mengernyitkan kening, bahkan bisa juga tertohok. Sebagian lainnya? Tidak dipahami oleh otak pas-pas an saya. Payahnya, saya gak bikin blogpost soal pameran keren ini. Padahal foto-foto ada banyak.

Jadi penasaran bakal apa lagi yang ditampilkan dalam Art Jog tahun depan.

 

Silaturrahim ke Desa Wisata

Bermalam di Banjaroya

Pagi yang tenang dengan warna warni arunika terbaik, tidak pernah saya bayangkan bakalan saya dapat di Banjaroya. Desa ini rupanya memiliki banyak potensi yang mengejutkan, di samping duriannya yang terkenal itu. Menyapa merapi-merbabu di pagi hari dari tepi embung, mencicipi kopi liar diminum dengan legen, berkunjung ke Sendang Sono, dan berbincang-bincang dengan penggerak desa wisata.

Selengkapnya di Arunika dari Banjaroya

Jauh menyenangkan dan menenangkan dibanding sekadar kulakan foto.

 

Main Air di Bejiharjo

Selang beberapa hari dari resmi tidak lagi wajib presensi sidik jari eight to five, saya diajak Hannif silaturrahim ke Bejiharjo. Sekaligus juga mengamati apa saja yang dapat dilakukan di desa wisata ini dalam 24 jam. Ternyata Bejiharjo ini paket lengkap banget wisata minat khusus. Sekarang malah bisa diorder lewat Traveloka.

Selengkapnya 24 Jam di Bejiharjo

 

Numpang Berbuka di Singapore

Mungkin ini perjalanan ter-ebret saya sepanjang 2018. Dimulai dari rute sampai aktivitas di tujuan plesir. Ya bagaimana tidak aneh, saya di Singapore hanya turun pesawat, antri imigrasi, naik MRT ke Raffless, numpang sholat lanjut ikutan buka puasa di Masjid, lalu nongkrong malam mingguan di Merlion sambil ngemilin Krusty Kreme.

Lalu balik ke Airport lagi dan tidur sampai flight balik ke Indonesia. Sungguh aneh dan ebret sekali.

Intip menu buka puasanya di Numpang Berbuka di Singapore

 

Buka Puasa Bersama 30 Travel Blogger

Ini moment of the year banget sih. Ngerencanain buka puasa bersama yang bayanginnya cuma seperti tahun-tahun lalu yang kecil-kecilan di rumah. Lha kok tahun ini meledak jadi 30 orang + family. Dan saking serunya ngumpul, malah gak ada yang pegang ponsel buat story, livetwit, bahkan motret.

Terlalu seru mulai dari masak-masaknya, ngobrol-ngobrolnya, sketawa-ketiwinya, sampe ulang tahun-ulang tahuna annya. Dan semua itu dikerjain rame-rame barengan antar kita semua gak pake sponsor gak pakai urunan. Malah pada bawa potluck masing-masing sampai makanan jadi banyak beneeeer.

SERUUUUU BANGEEEETTTTTT

RESIGN!!

Salah satu keputusan besar di pertengahan tahun, RESIGN!!

Bukan pindah perusahaan atau ganti profesi, tetapi kembali ke kampus dan berusaha menyelesaikan kewajiban saya sebagai mahasiswa. Demi #2019BebasSPP. Sampai tulisan ini saya ketik, masih dalam tahap perjuangan. Doakan saya ya….

 

Menggapai MDPL

Ceilah gaya bener judulnya. Tapi memang baru di tahun ini pertama kalinya saya mendaki gunung dengan serius. Saya ke Semeru, Papandayan dan Gunung Andong. Ada juga camping ceria di dekat Merapi, tapi bukan hiking alias parkir motor samping tenda. Gak pake treking.

Bertamu ke Semeru

Durasi pendakian selama 4 hari 3 malam, buat pengalaman pertama itu Wow banget buat saya.  Diawali dengan Semeru pada bulan Agustus, dengan ngintilin si Papan Pelangi. Sampai-sampai catatan pendakian ini menghasilkan 3 blogpost sendiri.

View this post on Instagram

bagaimana rasanya 4 hari 3 malam hidup, tinggal dan bernafas di Gunung Tertinggi Pulau Jawa? . . Tentunya tidak menarik. tidak ada listrik apalagi wifi. Tidak ada Gojek ketika kaki mulai lelah berjalan. Tak ada pula GoFood saat lapar melanda. Tidak ada kasur empuk ketika kantuk menyerang. Tak ada pula selimut tebal saat angin dingin menerjang. Hingga tidak ada TV untuk turut dalam gegap gempita Asian Games. . . Pada akhirnya dengan segala ketiadaan, saya menyadari bahwa sejauh apapun saya pergi, tempat ternyaman di dunia tetaplah Rumah. . Pantas saja di papan tulis ruang briefing, tertulis besar besar: . "Tujuan Utama Bukanlah Puncak, Tetapi Kembali ke Rumah" . . 📷: @papanpelangi #Semeru2018 #RanuKumbolo #TanjakanCinta

A post shared by aqied aqida (@aqied) on

Baca juga Semua Blogpost Tentang Semeru

Bertandang ke Papandayan

Bisa dibilang kunjungan saya ke Taman Wisata Papandayan lebih mirip piknik hore sih. Saya hanya jalan kaki santai sampai ke Hutan Mati saja. Tanpa menginap, tanpa menggapai puncak. Jadi, saya berencana suatu hari nanti akan menyambangi kembali, menuntaskan hutang saya pada puncaknya.

View this post on Instagram

Siapa kita di Semesta-Nya yang Luas ini? . . Ini adalah salah satu foto dan spot favorit saya dari episode 'Bertandang ke #Papandayan'. Mungkin aneh, mengingat kebanyakan orang mengidolakan Hutan Mati. . Dari hasil pencarian di mesin pencari, saya menemukan warna lain danau ini di musim yang berbeda. Ada saat nya danau ini berwarna hijau, ada saat nya airnya naik tak sesurut ini. . . Ah, alam selalu punya kejutan. Tak ada salahnya berkali-kali bertandang. Karena belum tentu pemandangan yang disuguhkan akan sama. . . selengkapnya tentang Danau Kawah Papandayan ada di Blog, klik link di bio yaaa . . #Papandayanmountain #mountnesia #instapendaki #explorejawabarat #nature #mdpl #mdplindonesia #instasunda

A post shared by aqied aqida (@aqied) on

Baca juga Oleh-oleh Papandayan

Berkunjung ke Andong

Sudah bertahun-tahun lalu dari pendakian pertama saya ke Gung Andong. November kemarin dengan suka cita saya kembali lagi. Kembalinya saya juga bagian dari menjawab penyesalan akibat kunjungan pertama yang tidak berbuah blogpost. Jadi lawatan bulan lalu segera saya tulis blogpostnya. Menurut jadwal, akan ada minimal 2 blogpost. Namun saat ini baru 1 yang sudah published.

Silakan baca di : Menyapa 5 Puncak dari Andong

Bekal Makan Siang ke Surabaya

Ini salah satu kejutan tahun ini yang tidak pernah saya bayangkan ataupun rencanakan sebelumnya. Berawal dari video iseng bareng Hannif, ternyata Bekal Makan Siang bisa masuk 3 besar dan diundang dalam Innocreativation di Surabaya. Bonus staycation 2 malam di Ciputra World Hotel.

Sejak memulai instagram bekal.makansiang, tak pernah tebersit sedikitpun akan sampai pada titik seperti ini.

View this post on Instagram

Akun instagram @bekal.makansiang bermula dari keinginan saya menghemat pengeluaran dengan membawa bekal setiap ke kantor. Saya membagikan menu bekal harian untuk menunjukkan bahwa membuat bekal sendiri itu Mudah, Murah dan Mungkin. . . Rupanya menu-menu ini menarik perhatian beberapa teman untuk memesan bekal untuk makan siangnya juga. Sejak itu pesanan #bekalmakansiang mulai mengalir, utamanya dari karyawan2 kantoran. Bahkan ketika saya tak lagi bekerja, kotak-kotak bekal ini tetap hadir di kantor-kantor pada jam-jam makan siang. . Saya yakin, @detikcom dan @yamahaindonesia dapat mendukung kotak-kotak bekal ini untuk lebih banyak lagi menemani makan siang siapapun. #lexiberbagimodal #yamahaindonesia

A post shared by aqied aqida (@aqied) on

Kuliah, bagaimana?

Penghujung 2018 berarti hampir tiba pula ke penghujung semester kuliah saya. Sudah terlambat untuk bilang pengen lulus tepat waktu, karena nyatanya sudah semester 5. Tapi semoga ini benar-benar semester teraskhir saya. Sehingga resolusi #2019BebasSPP dapat terealisasi.

 

Kalau kamu, Kejutan-kejutan apa saja yang datang padamu tahun ini?

 

12 thoughts on “Terima Kasih, 2018

  1. Iya mbak, aku ikut mengaminkan 2019 bebas spp dan gantung KTM :))
    Setelah baca lagi, kok ya ku agak tertarik sama Papandayan sih. Ahaha. Tempatnya mistis-mistis gimanaaa gitu kaya ada magnitnya.
    Meskipun untuk tempat-tempat yang sangat ramai sesak, aku nggak begitu cocok.

    1. Terima kasiiih. Doakan tercapai di Trimester I yak.
      eh aku juga masih pengen balik lagi ke Papandayan. tapi pas weekdays dan low season

    1. Tulis aja berdasarkan hasil bestnine, biar gampang. hahahaha

      wah, perjalanan tidak selalu diukur dari jauhnya atau banyaknya. Tapi seberapa perjalanan itu ngasih pelajaran buat kita.
      elah sok bijak banget saya ni

    1. Tahun 2018 itu tahun tersuci dari air laut. Sama sekali gak kecipratan. sediiiiih. Tahun banyak air laut itu 2014 dan 2016, mb. hehe
      Semoga 2019 ini bakal banyak nyemplung air garam lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.