Press "Enter" to skip to content

Panduan Berkunjung ke Gunung Andong

Sudah baca cerita singkat dan pamer foto tentang Gunung Andong?

foto bersama di puncak Andong

Baca di sini : Menyapa 5 Puncak dari Gunung Andong

Transportasi ke Gunung Andong

Gunung Andong cukup mudah untuk untuk dicapai apalagi bagi saya yang dari Jogja. Jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa mengarahkan peta Google ke ‘Basecamp Sawit Gunung Andong‘. Ini basecamp yang paling populer, di samping sebenarnya masih banyak pula basecamp lainnya. Lama perjalanan normal ditempuh dalam 2 jam. Kecuali ada adegan nyasar dan kebanyakan mampir, beda cerita.

Pastikan kendaraan pribadi dalam kondisi baik, karena rute setelah melewati Magelang didominasi tanjakan. Mayoritas jalan memang aspal mulus, namun terus-terusan menanjak dan berkelok-kelok tentu butuh konsentrasi ekstra juga. Pastikan juga rem berfungsi sempurna, karena saat pulang nanti akan terus menerus turun dan berbahaya jika rem blog. Intinya gunakan kendaraan yang sehat disamping fisik yang juga sehat.

Jika menggunakan kendaraan umum, dapat menggunakan bus atau kendaraan apapun dengan tujuan Terminal Magelang. Dilanjutkan dengan transportasi desa tujuan Pasar Ngablak. Dari Pasar Ngablak ini bisa dilanjutkan naik ojek hingga Basecamp Sawit Gunung Andong.  Dari basecamp ini, pendakian bisa dimulai.

bagusnya naik sebelum malam, leluasa milih lokasi tenda

Tarif dan Biaya-biaya

Sesampainya di Basecamp, pendaki akan dikenakan biaya parkir menginap jika membawa kendaraan pribadi. Tarif ini bisa dibayar sekaligus retribusi masuk di loket pendaftaran. Biaya parkir menginap per-sepeda motor sebesar Rp. 5,000. Untuk retribusi pendakian Gunung Andong sebesar Rp. 6000 dan kas desa Rp. 2000 per orang nya. Selanjutnya pendaki akan dibekali kertas kecil berisi peta rute pendakian Andong.

kalau sepenuh ini, cari semak2 buat pee aja susaaah

Untuk keperluan bersih-bersih, di basecamp terdapat deretan toilet dan kamar mandi. Saya biasanya memilih mandi saat usai pendakian. Biaya kamar mandi untuk mandi dikenakan Rp. 3000/orang. Selain itu di area basecamp juga bisa membeli makan seperti nasi sayur, soto, indomie dengan harga ramah di kantong. Misalnya nasi soto lengkap dengan tempe goreng dan kerupuk seharga Rp. 10,000 saja.

warung makan (shelter putih) di tengah kepadatan tenda

Tidak hanya di basecamp saja, di puncak gunung pun kita dapat menjumpai warung makan. Menu yang tersedia pun macam-macam mulai dari minuman panas hingga nasi dan mie instan. Ada pula pedagang air minum saat siang hari di Pos Hutan Pinus pertama. Saat ini mungkin pembangunan toilet di kawasan ini sudah jadi.

penjaja minuman di Hutan Pinus

Meskipun pedagang makanan tidak sulit ditemukan, saya menyarankan untuk tetap menyediakan perbekalan pribadi, minimal perbekalan untuk perjalanan pendakian.

 

Begitu pula perlengkapan lainnya meskipun trek  tidak terlalu berat. Pastikan menggunakan perlengkapan dengan keamanan sesuai standar. Jika menginap, gunakan tenda dan matras sesuai kapasitas. Menggunakan ransel/carrier yang nyaman dipanggul dengan beban sesuai kemampuan. Pun sepatu/alas kaki yang sesuai medan dan tidak berpotensi menyebabkan cidera. Jangan lupakan pula jas hujan untuk masing-masing orang, apalagi di musim hujan begini.

bawa beban sesuai kemampuan, bawa turun sampahmu

Perbekalan sudah lengkap, fisik sedang sehat, dan kendaraan dalam keadaan baik, kamu siap menyapa 5 Puncak dari Gunung Andong.

 

8 Comments

  1. Elisabeth Murni Elisabeth Murni Januari 15, 2019

    Mata air di kelokan dekat puncak itu masih ada nggak sih? Dulu aku “diselamatkan” dengan mata air tersebut karena bawa bekalnya minimalis hehe.

    • aqied aqied Post author | Januari 19, 2019

      masih ada, aku malam malam pas ndaki juga refill botol di situ kok. hehe. Lumayan daripada nggembol air berliter liter dari bawah

  2. Gallant Tsany Abdillah Gallant Tsany Abdillah Januari 15, 2019

    Meskipun waktu tempuhnya 1,5 – 3 jam dari bawah, tetep aja bekalnya kudu cukup ya.
    Mayan ini kalo mau sekadar tek tok buat nyari sunrise aja. Wkwk

    • aqied aqied Post author | Januari 19, 2019

      iya donk, kalo cedera atau dehidrasi di tengah jalan dan gak punya bekal, gawat juga kan?

  3. nusa penida tour nusa penida tour Januari 25, 2019

    wah seru ya kayanya mendaki gunung. saya belum pernah sama sekali soalnya. hhi

  4. Sandi Iswahyudi Sandi Iswahyudi Maret 21, 2019

    keren view-nya dan enaknya kalau ndaki di sini, gak tinggi gunungnya ^_^

    Salam dari Jawa Barat mbak

    • aqied aqied Post author | April 2, 2019

      betul betul betul
      yang tek tok an gak pake nginep juga banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.