Berkunjung ke Istana Presiden (Gedung Agung)

Sabtu kemarin, saya berkesempatan turut serta dalam kegiatan Nyetrit Bareng Vol #02. Nyetrit Bareng adalah kegiatan hunting photo-street bareng yang diprakarsai oleh blogger dan fotografer hits, Ardian Kusuma. Sebelumnya Nyetrit Bareng Volume #01 dilaksanakan di Kotagede. Kali ini dalam Volume #02, tema yang diangkat adalah Malioboro Anti Mainstream.

Episode kali ini istimewa, karena selain blusukan pasar dan kampung pecinan Ketandan, kami juga berkunjung ke Istana Presiden yang berada di Yogyakarta. Istana Kepresidenan ini dahulu menjadi kantor resmi Presiden RI, Ir. Soekarno pada tahun 1946. Masih ingat kan, tentang pemindahan ibu kota RI ke Yogyakarta ini ada dalam pelajaran Sejarah di Sekolah. Sampai sekarang, Istana Kepresidenan Yogyakarta berfungsi sebagai tempat presiden dan wakil presiden saat berdinas di Yogyakarta. Gedung ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Gedung Agung.

Tampak Depan Gedung Agung

Ruangan dalam Istana Kepresidenan

Gedung Agung dalam fungsinya sebagai Istana Kepresidenan, memiliki sejumlah ruangan untuk penyelenggaraan acara kenegaraan. Saat pertama kali masuk ke Gedung Induk, kita akan menjumpai Ruang Garuda sebagai ruangan utama. Ruang ini cukup besar dengan karpet merah terhampar menutupi lantai. Pada 3 Juni 1947, Ruang Garuda menjadi saksi dilantiknya Jendral Sudirman sebagai Panglima TNI, dilanjutkan dengan pelantikannya sebagai Pucuk Pimpinan Angkatan Perang RI pada 3 Juli 1947.


Masih di Gedung Induk, terdapat ruangan lain juga untuk penerimaan tamu-tamu kenegaraan. Nama kedua ruangan ini ditandai dengan patung tokoh, yaitu Ruang Sudirman dan Ruang Diponegoro. Kamar dan ruang kerja presiden dan wakil presiden terletak berdampingan di dalam gedung induk. Selain itu, terdapat juga Ruang Jamuan Makan VVIP, yang menjadi ruang makan presiden, wapres serta tamu kenegaraan. Juga ruang makan bagi ajudan, dokter pribadi dan staf presiden.

salah satu bangunan di Kompleks Gedung Agung

Ruangan terakhir dari gedung induk berupa aula yang cukup luas, dengan panggung dan wayang berjajar rapi. Ruang Kesenian ini memiliki langit-langit dengan ukiran dan warna-warni khas Jawa. Dari seluruh ruangan di Gedung Induk, hanya di Ruang Kesenian pengunjung diperbolehkan untuk memotret.

di dalam Ruang Kesenian

Selain Gedung Induk, kompleks Istana Kepresidenan juga dilengkapi akomodasi pendukung untuk rombongan Presiden, Wapres, dan tamu kenegaraan. Terdapat deretan kamar-kamar di dalam kompleks istana yang disebut dengan nama-nama di antaranya Wisma Negara, Wisma Indraprasta, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiretawu, Wisma Saptapratala dan Wisma Jodipadi. Wisma-wisma ini berada di samping Gedung Induk dalam kompleks Gedung Agung. Kompleks ini berada di tanah seluas 4 hektar.

selasar wisma

Museum dan Karya Seni

Selain Gedung Induk dan wisma-wisma untuk akomodasi kegiatan kepresidenan, kompleks Gedung Agung juga memiliki Museum Istana Yogyakarta. Gedung Agung merupakan cagar budaya yang juga menyimpan banyak benda seni dan peninggalan sejarah. Museum ini cukup luas dan terbagi dalam berbagai ruangan. Perpindahan antar ruangan diselingi dengan naik dan turun tangga, hingga sampai di ruangan terakhir. Sepanjang kunjungan museum, kita akan ditemani oleh guide yang menyampaikan penjelasan tentang isi museum.

Guide menjelaskan tentang Museum.
Foto oleh insanwisata.com

Ruangan pertama dalam Museum bertema Presiden RI dari era Presiden Ir. Soekarno hingga Presiden SBY. Setiap dinding menyimpan informasi, karya dan foto-foto presiden RI dari masa ke masa. Di ruangan ini juga terdapat lukisan besar legendaris karya Raden Saleh (1851) berjudul “Berburu Banteng”. Kabarnya lukisan ini dihargai hingga 300 Milyar Rupiah. Di ruangan ini juga terdapat Nekara langka dari Presiden Singapura, Lee Kuan Yew.

sebagian profil Presiden SBY
Presiden RI Gus Dur

Lukisan karya Basuki Abdullah yang menggambarkan “Nyai Roro Kidul” diletakkan pada dinding tangga yang menguhubungkan ruang pertama ke ruang kedua. Konon kabarnya setiap perempuan yang menjadi model dalam lukisan ini meninggal dunia, hingga 3 orang.

salah satu dinding museum

Ruangan berikutnya berisi informasi mengenai kesultanan Jogja, juga para pendamping presiden. Foto-foto ibu negara ditampilkan dalam bingkai besar. Ruangan ini lebih luas dibanding ruangan pertama. Sejarah dan foto-foto dari keraton Jogja juga tersedia di ruang ini. Miniatur 10 Brigade Laskar Keraton dengan seragam khasnya masing-masing terdapat dalam kotak kaca. Seragam para laskar ini berbeda-beda dan memiliki karakteristik masing-masing, seperti Laskar Mantrijeron, Laskar Prawirotaman, Laskar Wirobrajan, dan seterusnya.

sebagian Brigade Laskar Keraton
Profil Keraton Yogyakarta

Ruangan-ruangan selanjutnya berisi berbagai karya seni dan lukisan dari banyak seniman, seperti Affandi, Basuki Abdullah, Dullah, S Sudjojono, dan masih banyak lagi. Diketahui Presiden Soekarno gemar mengoleksi lukisan dan memiliki banyak teman pelukis. Total kurang lebih terdapat 441 lukisan di Istana Kepresidenan Yogyakarta (Antara, 2017). Di penghujung tour museum, tersedia teh panas dan air mineral untuk pengunjung.

salah satu lukisan di ruang terakhir museum
istirahat dan minum teh.
Foto oleh @rheevarinda

Tata Tertib Berkunjung

Sejak setahun lalu, Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta dibuka untuk kunjungan umum mulai pukul 08.00-14.00 WIB, tanpa biaya retribusi. Pada hari biasa (weekdays), pengunjung dapat datang langsung pada jam buka. Namun saat akhir pekan, pengunjung wajib mengajukan permohonan kunjungan, untuk dapat diberikan surat izin masuk tertulis  ke dalam Gedung Agung.


Sebelum masuk, setiap pengunjung wajib melewati X-Ray, begitu juga tas yang dibawa. Walaupun kemudian tas tersebut wajib dititipkan di loker yang tersedia di ruang X-Ray. Pengunjung saat tour hanya diperbolehkan membawa kamera, dompet dan ponsel saja, tanpa tas dalam bentuk apapun. Di dalam kompleks Gedung Agung, terdapat area-area yang tidak diperbolehkan mengambil gambar (memotret). Khusus di Museum, memotret diperbolehkan, namun tidak diperbolehkan untuk merekam video.

Pengunjung Gedung Agung wajib bersepatu. Selain itu juga wajib berbusana sopan dan rapi untuk memasuki kawasan Istana Kepresidenan Yogyakarta. Aturan ini perlu diperhatikan agar tidak salah kostum:

Pria : Mengenakan kemeja atau kaos berkerah dengan celana panjang berbahan kain (direkomendasikan), atau berbahan kanvas atau jeans berwarna solid (satu warna, tidak belang/gradasi, juga bukan ripped jeans).

Perempuan : Sopan dan rapi, tidak boleh menggunakan gaun/rok di atas lutut.

contoh busana yang sesuai peraturan

 

Istana Kepresidenan Yogyakarta

Jl. A Yani (Jl. Malioboro / Jl. Margo Mulyo ) No. 3, Yogyakarta

Telp: 0274-512005

IG : @istanakepresidenanyogyakarta

13 thoughts on “Berkunjung ke Istana Presiden (Gedung Agung)

  1. Aku ke sini 8 apa 9 tahun yg lalu, aturannya masih ketat banget. Pake batik , bawahan kain, n sepatu. Dan blas nggak boleh motret, jadi kita nyuri2 di halaman. Sekarang enak ya. Apalagi dibuka buat umum. Kalau dulu pas ada event doang.

    1. samaaa mbaaa. aku dulu 2009 apa 2010 an ya ke sini juga harus antri daftar di Vredeburg dan gak boleh motret. cuma dibuka berapa hari pas event doank dan antriannya wow

  2. Aku beberapa kali motret Gedung Agung dari depan kok miring2 sih. Penasaran, tak ulang lagi tetep miring. *masalah klasik dwisusanti*

    Itu foto header artikel kok sik ngematne kamera beberapa orang aja tu emang sengaja? Wkwk
    Sik mengajukan permohonan kunjungan jadi tugasnya siapa mbak? Presiden serombongan harusnya nggak pakai surat izin too 😂

    1. kalau miring, tinggal dilurusin di laptop atau hp saja, mbak. hahaha
      foto header itu ada beberapa versi, dan aku suka versi yang pada gak siap. wkwkwk. kalo yg siap grak ala foto kabinet sudah biyasa bangeeet.

      Berhubung Gedung Agung ini di bawah pengelolaan Kemensesneg, jadi presiden perlu nyurati kemensesneg buat berkunjung saat weekend, begitu. Presiden Ardian tentunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.