Press "Enter" to skip to content

Camping Tanpa Treking di Klangon Merapi View

Ada kalanya saya hanya butuh refreshing singkat atau keluar sejenak dari rutinitas. Sayangnya waktu liburan sungguh sempit, dan sedang tak ingin menguras energi. Tak siap pula jika mood liburan menjadi rusak akibat keramaian yang terlalu di spot-spot selfie kekinian. Apalagi Jogja di musim liburan, tak hanya sesak di destinasi, sesak juga di perjalanan. Maka Camping di Klangon yang tidak butuh treking ini jadi pilihan saya.

Menghirup udara segar pegunungan

Sudah dua kali saya mengisi malam minggu dengan camping di Klangon. Sebuah bukit dengan view Merapi yang gagah. Terletak di ujung utara, akhir dari jalan perbatasan Jogja dan DIY. Tak perlu banyak tenaga dan energi untuk ke sini. Akses jalan dengan aspal lurus terus menerus, dan elevasi yang tidak berat bagi kendaraan bermotor. Mudahnya lagi, sepeda motor dapat diparkir tepat di samping tenda. Tanpa treking atau bersusah payah memanggul ransel besar menuju camping ground.

Parkir sepeda motor tepat di samping tenda

Udara di Klangon, layaknya di ketinggian cukup dingin. Untuk itu tetap gunakan perlengkapan berkemah yang lengkap seperti matras dan sleeping bag. Saya pernah bertenda saat musim kering (Agustus) dan musim hujan (November). Suhu memang lebih terasa dingin saat kemarau, namun bahaya hujan di musim penghujan juga tak bisa disepelekan. Seperti saat kunjungan kedua saya, yang harus berlindung di dalam tenda akibat diguyur gerimis.

Menyapa Merapi dari Klangon

Merapi samar-samar hilang di balik awan

Klangon berada dalam radius 5 km dari Merapi. Untuk itu penting memperhatikan status Gunung Merapi saat merencanakan berkemah di Klangon. Dengan lokasinya yang cukup dekat, View Merapi sangat jelas terlihat dari tenda. Tentu saja hanya jika cuaca mendukung, namun selama 2x berkemah, selalu ada masa Merapi terlihat jelas, walau sesekali bersembunyi malu-malu di balik awan pula.

View Merapi saat langit cerah

Dari Klangon, matahari terbenam dapat dinikmati. Warna warni oranye di langit kian lama tenggelam di sisi barat. Berganti langit gelap dengan taburan bintang-bintang. Pada waktu yang tepat,, bisa juga untuk berburu foto bintang. Di sisi utara, Merapi berdiri tegak dengan gagahnya. Menyeduh kopi dan menyeruput kuah mie instan rebus sembari menonton Merapi,  juga tak kalah menyenangkan. Pemandangan ini tidak selalu bisa dilihat dari kota Jogja, bukan?

Persiapan Makan di Klangon

apa yang lebih nikmat dari senesting Indomie di pagi yang dingin?

Ada cukup banyak warung makan di area Klangon. Namun warung-warung ini bukan warmindo yang buka 24 jam. Untuk keamanan perut, ada baiknya membawa perbekalan yang cukup, sehingga tak perlu tidur kedinginan dan kelaparan sekaligus. Toilet dan mushola juga tersedia, meski lokasinya tidak terlalu dekat dengan camp-area. Perlu sedikit keberanian dan penerangan yang cukup untuk menjangkau kedua tempat itu pada malam hari.

Mushola di sisi kiri, camping ground di sisi kanan

Saat pagi tiba, mungkin saja pengunjung biasa akan mulai berdatangan. Tidak sedikit memang yang menyengaja kemari, apalagi jika sejak subuh Merapi terlihat cerah dari bawah sana. Jadi selagi menginap, manfaatkan waktu tenang sebaik-sebaiknya sebelum kawasan ini mulai riuh. Bangun pagi di hari libur, tidak akan mengecewakan. Udara pagi yang segar di pegunungan, dengan semilir angin dingin, sangat nikmat dinikmati sembari menyesap kopi panas. Atau mungkin menyantap se-nesting indomie rebus bersama kawan-kawan setenda?

atau kembali tidur melanjutkan mimpi yang terputus?

Biaya kunjungan camping di Klangon: Rp. 10,000/orang.

Perhatikan status Gunung Merapi saat berencana camping di Klangon.

akses jalan aspal ke Klangon, aman ntuk roda 2 maupun 4

4 Comments

  1. Nasirullah Sitam Nasirullah Sitam Februari 18, 2019

    Aku ke sini cuma mau sarapan soto.
    Hanya saja salah memperkirakan jarak tembuh. Sepedaan dari jam 7 dan berakhir pukul 11 siang 😀

    • aqied aqied Post author | Februari 21, 2019

      luar biasaaaa, nanjak terus ini padahal kalo dari bawah.

  2. Darius Go Reinnamah Darius Go Reinnamah Februari 27, 2019

    Kalau status merapi perlu diperhatikan, status pribadi perlu diperhatikan juga gak, qied?

    • aqied aqied Post author | Februari 27, 2019

      status pribadi sudah tertulis di KTP, bang. Kawin Tidak Kawin Duda Janda dll

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.