Press "Enter" to skip to content

Camping di Waduk Sermo

Seperti pernah saya niatkan pada kunjungan pertama ke Waduk Sermo, saya ingin kembali lagi dan berkemah di sini. Hingga beberapa bulan berlalu, camping di Waduk Sermo masih menjadi wacana. Beruntung semusim kemudian, akhirnya keinginan itu terlaksana.

Bersama teman-teman CampingTiapKapan, kami berangkat ke barat Jogja sore hari menuju Waduk Sermo. Hingga masih sempat menyaksikan sunset, kemudian mendirikan tenda dan menghabiskan malam di tepi Waduk Sermo.

Rupanya Waduk Sermo memiliki rupa yang berbeda pada musim penghujan. Saat kemarau kemarin, waduk sermo begitu surut hingga memunculkan pulau-pulau seperti Padar mini. Ketika penghujan tiba, daratan pulau-pulau ini tenggelam di dalam air. Tidak ada gugusan pulau, pun tak dijumpai nisan-nisan di tengah sana. Untuk itu, saya sarankan datanglah ke Sermo setidaknya satu kali pada masing-masing musim.

Wajah Sermo yang berbeda ini, membuat saya seperti datang ke tempat baru. Kesan yang dihadirkan benar-benar berbeda. Tentunya dengan banyaknya area yang tenggelam, air menjadi lebih dekat dan dapat dinikmati dari dalam tenda.

Area dataran berselimut rumput-rumput hijau. Ada pula titian bambu ala-ala spot selfie yang turut tenggelam. Hingga untuk menjangkau papan nama Taman Bambu Air, perlu sedikit menyebrang dengan perahu.

Ah, sesungguhnya Sermo ini sudah cantik tanpa perlu tambahan spot selfie warna-warni.

 Sunset dan Sunrise

Kami datang saat senja hampir usai. Sejenak menepikan sepeda motor untuk mengabadikan sisa-sisa warna senja di langit yang berefleksi pada air waduk yang tenang. Pemancing menepikan sampan. Burung-burung terbang rendah. Dan harum tanah usai hujan. Ah, indah sekali.

Dari tepi Waduk Sermo, pemandangan sunset maupun sunset dapat dinikmati sekaligus. Tentunya jika ingin mendapatkan keduanya sekaligus, sebaiknya datang saat sore, lalu bermalam hingga pagi.

Bahkan untuk sunrise, dapat dinikmati dari dalam tenda. Pantulan cahaya keemasannya, begitu syahdu memantul pada air waduk yang tenang.

Menikmati matahari pagi di tepi Waduk Sermo

Pagi yang begitu indah, bukan?

 Taman Bambu Air

Kami mendirikan tenda di area Taman Bambu Air. Karena terletak di barat waduk, matahari akan terbit di sebrang waduk. Menikmati mentari pagi dari dalam tenda di pinggir danau ini mengingatkan saya pada Ranu Kumbolo.

Saya pun melakukan aktivitas pagi yang sama dengan pagi di Ranu Kumbolo. Menggelar matras dan sholat subuh di samping tenda. Kemudian duduk menonton perubahan warna langit, dari biru gelap hingga kuning hangat matahari pagi. Persis aktivitas pagi saya di Ranu Kumbolo, tentunya tanpa menggigil kedinginan.

Pagi dari balik tenda

Suhu udara di kawasan Sermo ini bagi saya sangat pas. Cukup sejuk pula untuk tidak berkeringat kegerahan. Namun cukup hangat untuk tidak menggigil kedinginan saat tidur.

Berbeda dengan berkemah di pantai yang seringkali terasa gerah di dalam tenda. Ataupun camping di pegunungan, yang membuat badan menggigil kedinginan. Suhu udara di Waduk Sermo ini cukup ideal untuk tidur di tenda, ataupun beraktivitas di luar tenda.

Retribusi dan Fasilitas Camping di Sermo

Bagian menyenangkan dari berkemah di waduk sermo adalah kemudahan akses dan fasilitas. Untuk bermalam, kami hanya perlu membayar RP. 10,000 per orang. Harga ini sudah meliputi biaya parkir sepeda motor, dan fasilitas toilet 24 jam.

Toilet di Waduk Sermo dapat dijangkau dengan jalan kaki tak sampai 5 menit dari tenda. Berdekatan dengan toilet, juga terdapat mushola. Sungguh camping manja nan murah.

Kami membawa cukup perbekalan untuk makan malam, juga memasak omelette saat sarapan. Namun, jika malas memasak sendiri, di depan area Taman Bambu Air juga terdapat beberapa warung makan, meski tidak semuanya buka 24 jam.

Saat pagi tiba, bisa juga membeli ikan dari pemancing untuk dibakar bersama teman-teman setenda. Nikmat, bukan?

Waduk Sermo dapat ditempuh +/- 1-1,5 jam dari Kota Jogja. Untuk menuju area camping, sebaiknya arahkan peta di Google Maps ke Taman Bambu Air.

Dengan lokasi yang cukup dekat, dan fasilitas yang memadai, camping di Waduk Sermo dapat menjadi pilihan aktivitas mengisi akhir pekan yang mudah dan murah. Jika tidak berencana menginap, saya sarankan untuk berkunjung pada jam-jam sunset di sore hari. Atau datang lebih awal untuk bisa menyapa matahari pagi.

Karena jika siang dan sudah terik, panasnya seperti terbakar api cemburu . Eh lha kok?

7 Comments

  1. Nasirullah Sitam Nasirullah Sitam Maret 26, 2019

    Aku jadi ingat, teman-temanku kadang mancing di sna loh hahahahhha.
    Pernah dapat ikan juga, tapi ya hampir seharian mancingnya.

    • aqied aqied Post author | April 2, 2019

      eh tetangga tenda kami mancing malam-malam cepet tuh dapatnya. apa ikan-ikannya tergantung musim ya?

  2. Mesra Berkelana Mesra Berkelana Maret 26, 2019

    Menarik kondisi pas musim kemarau?
    Itu kira2 bulan apa airnya bisa surut segitu mbak?

    -Jun

    • aqied aqied Post author | April 2, 2019

      itu foto kemarau nya pas bulan Oktober. Jadi musim kemarau akhir akhir banget, tapi jangan sampe kebablasan musim hujan

  3. Elisabeth Murni Elisabeth Murni April 2, 2019

    Syahdu juga ya Sermo buat ngecamp. Gakperlu treking-trekingan udah dapat view ciamik.

    • aqied aqied Post author | April 2, 2019

      benaaaaar, cocok banget buat camping manja.
      suhunya juga pas, gak kedinginan dan gak kesumukan

  4. ainun ainun April 20, 2019

    yaampun view sunset dan sunrise nya cantikk, pantulan cahaya paginya luar biasa apikk
    aku juga mau nih camping ceria disini. Kapan mb kesana lagi #ehhh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.