Press "Enter" to skip to content

Serunya Pucuk Coolinary Festival Jogja

Meskipun suka makan, saya biasanya tidak selalu datang dan antusian ke festival-festival kuliner. Tapi ketika tau Pucuk Coolinary Festival akan diselenggarakan di Jogja, saya antusias sekali.

Kenapa? Simak sampai akhir ya.

Entry Point Pucuk Coolinary Festival

Sekarang ini ada banyak sekali festival-festival kuliner. Tema dan konsepnya pun bisa macam-macam. Biasanya saya malas ke festival kuliner, karena pada dasarnya saya tidak terlalu suka keramaian. Belum lagi mau makan aja, harus beli tiket masuk festival dulu.

Ketika sudah masuk ke festival, ternyata tenant yang ada, banyak yang tidak saya kenal. Akhirnya jajan kulinernya jadi gambling, gak tau makanan yang dibeli sesuai selera lidah atau tidak. Memilih akan kulineran apa jadi was was, dan gak jarang beneran dapat Zonk. Manalah harga di festival seringkali lebih mahal dibanding harga normal.

Akibatnya pulang dari festival kuliner jauh dari kekenyangan dan happy.

Pucuk Coolinary Festival ini sebelumnya pernah diadakan di Bandung dan Malang pada 2018. Di tahun 2019, Yogyakarta menjadi kota pertama dilaksanakan festival ini. PCF Jogja diselenggarakan di Lapangan Parkir Mandala Krida selama 2 hari, 30 dan 31 Maret 2019. Jam buka PCF Jogja cukup panjang, dari pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam.

Lalu, apa yang membuat Pucuk Coolinary Festival ini berbeda dengan festival-festival kuliner lainnya?

Free Entry

Berbeda dengan pengalaman buruk saya di festival-festival kuliner, Pucuk Coolinary Festival ini berbeda sekali. Festival yang diadakan selama 2 hari ini, FREE ENTRY. Jadi saya datang ke lokasi, bener-bener hanya bayar parkir saja. Dengan tidak dikenakan biaya masuk, pengunjung bisa keluar masuk berkali-kali pula dalam 2 hari festival. Jadi datang untuk sarapan, lalu pulang dulu. Kemudian datang kembali untuk makan siang dan makan malam.

Pengunjung Senang, Tenant Untung

Rupanya selain free entry bagi pengunjung, Tenant yang turut serta pun juga tidak dikenakan biaya sewa booth. Efeknya tentu saja ke harga jual ke pengunjung juga tetap normal, alias tidak menjadi mahal. Baik pengunjung maupun tenant sama sama dimanjakan dalam Pucuk Coolinary Festival ini.

100++ Tenants

Jika di atas saya pernah kecewa dengan festival kuliner dengan tenant2 tidak di kenal, PCF Jogja ini berbeda. 100++ Tenant Kuliner yang bergabung di sini adalah tenant-tenant yang sudah dikenal kelezatannya dalam dunia kuliner.
Sebut saja Bakso Klenger, Sate Klathak Pak Jede, Ayam Mbah Cemplung, Tengkleng Hohah, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti, dan masih banyak lagi.

Oseng Mercon Bu Narti kemasan Kaleng pun bisa dibeli di sini

Jadi kalau di kebanyakan festival kuliner saya bingung mau milih booth karena gak kenal, di PCF Jogja saya bingung mulai dari mana. Saking banyaknya dan semuanya pengen diicipin. Yup, saking terlalu banyak pilihan.

Yang hobby Nge-vlog bisa kulakan konten nih

Dengan adanya 100++ Tenant, penataan area festival disusun berdasarkan zonasi sesuai karakter masing-masing tenant. Penataan ini memudahkan pengunjung untuk menentukan rasa favoritnya. Terdapat 3 Zona dalam Pucuk Coolinary Festival:

Zona Gurih

Saat masuk dari entry poin, pertama kalinya pengunjung disambut dengan Zona Gurih. Ini termasuk zona favorit saya, karena selain tidak terlalu suka manis, saya ini juga agak takut pedas. *cemen

Sate Buntel sedang dibakar

Makanan favorit saya di Zona Gurih adalah Sate Buntel Priyayi Solo. Sate Buntel ini dibuat dari daging kambing cincang, kemudian dibuntel (dibungkus) dengan lembaran lemak kambing. Penyajiannya seperti sate kambing, dengan bumbu kecap berisi irisan bawang dan cabe. Tak lupa irisan tomat dan kubis sebagai penyegar. Ternyata, Sate Buntel Priyayi Solo ini menjadi Tenants terfavorit pilihan pengunjung dalam PCF Jogja.

Memang Juara!!

Zona Manis

Zona ini cocok banget untuk penggemar dessert. Segala macam sajian manis baik rasa lokal maupun non lokal, ada di sini. Berhubung sudah banyak jajan di zona gurih dan zona pedas sebelumnya di Zona Manis ini saya tidak banyak jajan.

aneka jajanan pasar juga ada di Zona Manis Pucuk Coolinary Festival Jogja

Meski tidak banyak jajan, tapi lumayan juga jajanan yang sempat saya cicip. Di antaranya Churos, Bakpia Kukus Tugu, Asinan, Parsley Gelato, dan yang terakhir Arlecchino Gelato. Memang kalau ke festival kuliner asyiknya rame-rame dengan kawan. Jadi bisa studi banding rasa tanpa harus mendietkan dompet.

Arlecchino Gelato

Antrian paling fantastis di Zona Manis ada di Kue Balok Parikesit. Agar pengunjung tidak harus berdiri lama, di sini pembeli bisa order dulu, untuk diambil lagi 1-1,5 jam kemudian. Ya, sefantastis itu. Rasanya? Nikmat manis dengan lelehan cokelat. Beruntung saya sudah pernah mencicipi sebelumnya, jadi tidak kulakan stok sabar untuk mengantri.

Zona Pedas

Sepertinya Zona terakhir ini malah menjadi zona terfavorit pengunjung. Dibanding kedua zona lainnya, Zona Pedas paling ramai pengunjung hingga saat saya datang kursi-kursi makan penuh semua. Berbeda dengan di 2 Zona sebelumnya, yang saya selalu bisa menemukan kursi kosong. Di Zona Pedas, semua kursi terisi. Jadi kami malah sharing table dengan pengunjung lain. Nambah kenalan, nambah teman, tak jarang malah saling berbagi makanan pula.

Kursi di Zona Pedas yang penuh terisi

Di Zona ini pula diadakan Spicy King Noodle Contest berhadiah jutaan. Sungguhlah gila ya, makan mie gratis bisa dapat hadiah jutaan. Tak perlu takut kepedesan, karena paket-paket Teh Pucuk Harum dijual dengan harga yang lebih murah pula di sini.

di Festival Kuliner juga jadi punya alasan untuk sepiring berdua

Tidak hanya itu, masih ada bagian-bagian menarik lain dari Pucuk Coolinary Festival yang membuatnya sangat berbeda dengan kebanyakan festival kuliner. Misalnya bagi-bagi 10,000 tusuk Sate Klathak Pak Jede Gratis, sesi Happy Hours di mana pengunjung bisa dapat harga spesial di jam-jam tertentu, juga door prize Yamaha NMax yang diundi setiap harinya.

Kru Sate Klathak Pak Jede sedang menyiapkan 10000 tusuk sate gratis

Menariknya lagi, di Pucuk Coolinary Festival pengunjung dapat memvoting tenant favoritnya dari masing-masing zona. Tenant terfavorit ini kemudian akan mendapatkan hadiah sebesar 15 Juta rupiah. WOW banget kaaan. Dan bisa ditebak, ini daftar juara tenant terfavorit masing-masing zona:

Zona Gurih : Sate Buntel Priyayi Solo

Zona Manis : Salad Nyoo — sayangnya saya gak nyobain–

Zona Pedas : Tengkleng Hohah

Pengunjung sedang voting di Zona Gurih

Bahkan sampai saat menulis ini pun, saya masih terbayang keseruan Pucuk Coolinary Festival. Rencananya dalam waktu dekat PCF akan dilaksanakan di 4 kota lagi, yaitu Medan, Palembang, Makassar, dan Denpasar. Saran saya, jangan sampai melewatkan festival kuliner seseru ini saat hadir di kotamu ya…

 

9 Comments

  1. Ima satrianto Ima satrianto April 2, 2019

    Aku juga masih kebayang enaknya sate kere, pedesnya tengkleng, manisnya banrolls, dan juga teh pucuk harum yang kuminum siang itu hampir 3 botol. Semoga ada lagi ya event Pucuk Coolinary Festival.

    • aqied aqied Post author | April 2, 2019

      di Sate Kere nya aku malah lebih suka sate dagingnya. lebih empuksss dan sama maknyuss nya.

  2. Indah Juli Indah Juli April 2, 2019

    Beneeer, suka zonk kalau ke festival kuliner karena malah bingung mau makan apa.
    Untuk Pucuk Coolinary ini terbagi 3 zona ya, jadi bisa milih mau makan apa dulu.

    • aqied aqied Post author | April 2, 2019

      bingung makan apa, trus udah beli mahal-mahal, ternyata belum tentu sesuai selera. sedih aku tuh

  3. Elisabeth Murni Elisabeth Murni April 2, 2019

    Waaaa rindu sate bunteeeeel. Hiks nyesel akutu kemarin nggak main ke sini.

    • aqied aqied Post author | April 2, 2019

      apakah kita perlu mengadakan trip boga kolesterol?

  4. vika vika April 2, 2019

    Duh aku ga kebagian 10000 sate klathaknya. Semoga tahun depan ada lagi

    • aqied aqied Post author | April 2, 2019

      aku pun tidak mengantri, karena sudah kebanyakan makan sate kere dan sate buntel

  5. aji sukma aji sukma April 2, 2019

    Aku baca ini sambil minum teh pucuk dan nyemil kwaci rebo dong btw!!!

    Ya gimana, aku tetap gak ada alasan buat makan sepiring berdua di acara ini. Lha wong ke sini segerombolan sm bani ghibaher! hufff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.