Di Balik Foto Bekal Makan Siang

Bagi yang mengikuti saya di instagram, pasti sudah tau bahwa saya punya akun lain bernama @bekal.makansiang. Akun instagram ini dulu memang sengaja saya buat khusus untuk dokumentasi menu-menu bekal saya ke kantor. Tak terasa, kini jumlah followernya malah sudah melebihi akun pribadi saya. Kalah pamor memang ini muka narsis dibanding foto makanan.

feeds instagram @bekal.makansiang

Karena instagram bekal makan siang ini awalnya hanya iseng, maka foto-foto di sini pun saya upload dengan santai juga. Tanpa effort yang gimana-gimana, apalagi edit yang neko-neko. Rata-rata foto bekal saya hanya punya 1 angle, 1 kotak bekal, dan sejujurnya hanya dari 1 ponsel pula. Ponsel murah pula, Xiaomi Redmi 4A yang bulan ini berulang tahun ke-2.

Jika sebelumnya saya sempat membuat postingan Frequently Ask & Question soal teknis bekal.makansiang, kali ini mau bahas khusus untuk foto-fotonya saja. Ini beberapa hal yang saya terapkan dalam memotret bekal.makansiang menggunakan ponsel murah:

Cahaya Ilahi

Karena bekal makan siang saya ditujukan untuk makan siang, maka pemotretan tentu dilakukan pagi hari. Saya biasanya memotret di halaman belakang rumah yang berlimpah matahari pagi. Memotret terlalu siang akan menyebabkan cahaya yang terlalu keras, sehingga foto makanan saya terlalu silau.

Berikut contoh makanan yang dipotret pada jam yang tepat, versus dipotret terlalu siang. Jadi ingat selalu bahwa bangun kesiangan tidak hanya menyebabkan rejeki dipatok ayam, tapi juga membuat foto bekalmu tidak bagus.

Kiri: Cahaya terlalu keras, Kanan: Cahaya Ilahi Pagi Hari

Warna-warni ala Bekal Makan Siang

Jika dahulu saya hanya punya kotak bekal satu warna, kini saya lebih suka menggunakan kotak bekal warna warni. Dengan begini, saya bisa membuat makanan lebih kontras. Jadi strateginya, makanan diletakkan dalam kotak dengan warna yang berbeda dengan warna makanan.

Misalnya untuk masakan berwarna merah, saya taroh di box hijau. Untuk sayuran hijau, saya letakkan di kotak warna kuning. Lauk-pauk berwarna kuning, saya taroh di kotak biru. Tentu saja saya pernah juga salah box, dan hasilnya si makanan tidak terlihat stand out dan malah menyaru di dalam kotak.

Ini contohnya:

Menggunakan fitur HDR

Seperti saya sampaikan sebelumnya, ponsel yang saya pakai ini ponsel murah. Tentunya kemampuan kamera nya tidak bisa menyamai ponsel-ponsel high-end. Apalagi jika hanya mengandalkan non HDR. Jadi untuk foto-foto bekal makan siang, saya istiqomah pakai fitur HDR agar foto sedikit lebih tajam.

Sayangnya fitur HDR ini memperlambat shutter banget, terutama saat kondisi cahaya minim. Yang ada hasil foto blur parah, apalagi tangan saya gampang grogi  Karena itulah point pertama Cahaya Ilahi sangat penting. Itu juga sebabnya saya jarang foto-foto bekal saat malam hari. eh lagian namanya juga bekal makan siang, kok malam malam.

Tanpa Zooming

Yang jelas, saya gak pernah pakai zoom di kamera ponsel saat memotret. Lha wong tanpa zooming saja kualitas fotonya pas-pas an. Kalau zoom pastinya makin turun donk kualitas fotonya. Jadi lebih baik saya mendekatkan diri secara manual, dibanding harus menurunkan kualitas foto.

Styling, Kadang-kadang

Iya, kadang-kadang bahkan cenderung jarang kalo ini sih. Sebagaisobat missqueen, saya gak punya properti ala foodgramer yang lucu-lucu. Jadi yang biasa saya lakukan ya memaksimalkan apa saja yang ada di rumah. Misalnya cutil, talenan, cobek, dedaunan di kebun, bumbu dapur yang ditebar-tebar, dan apa saja yang ada di rumah.

Rumus untuk styling ini kembali ke poin No. 2: Warna. Jadi bisa apa saja selagi warna nya kontras. Tentu saja properti tambahan ini tidak boleh mengganggu pemeran utama. Jangan sampai malah fokus penonton ke condiment dan si pemeran utama terabaikan. Karena diabaikan itu sakit, kakak.

Jadi begitulah kira-kira hal-hal sepele di balik foto-foto di akun instagram bekal.makansiang. Bukan trik dan tips penting sih, tapi mungkin dapat meyakinkan pemirsa sekalian, bahwa bekal-bekal makan siang itu memang diambil dari ponsel murah. Kalau mau tau bagaimana hasilnya jika dipotret dengan ponsel mahal, bisa lah beliin saya dulu iphone X atau samsung S10, begitu.

Sekian dan terima ponsel mahal.

7 komentar pada "Di Balik Foto Bekal Makan Siang"

  1. Ada yang bilang motret genre makanan itu paling susah, bahkan ada yang nanya harus pakai lensa berapa mm. Aku mah nggak ngerti karena yang pake ponsel model bekal makan siang aja udah bagus. Eh nggak diceritakan apa background kebun kecil di belakang rumah itu bisa cakep di foto

    1. untuk food fotografi serius memang sepertinya rumit sih. apalagi ada banyak jenis makanan yang butuh dipotret cepat karena mudah berubah bentuk dan warna. Tapi bekal.makansiang ini kan hanya foto look saja dan tidak untuk keperluan komersial profesional. Jadi siapapun seharusnya bisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.