Halal Ubud Burger: Terhits se-Ubud

Tiba di Ngurah Rai International Airport Bali, saya bergegas menuju pintu keluar. Di sana telah menunggu 1 unit sepeda motor yang saya sewa untuk berkeliling Bali selama hampir seminggu. Setelah proses serah terima sepeda motor selesai, saya langsung menjalankan aplikasi peta online di ponsel dengan tujuan Ubud. Saya harus tiba sebelum siang untuk menunaikan penasaran pada Burger ter hits se Ubud, Halal Ubud Burger.

Dengan panduan suara pada aplikasi peta online, saya tiba di Ubud setelah menempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Usai menyelesaikan urusan check-in hostel dan beristirahat sejenak, saya kembali menghidupkan aplikasi peta online dengan tujuan Halal Ubud Burger yang hanya berjarak 6 menit bersepeda motor.

Melewati jalan raya Ubud-Gianyar yang padat dengan kedai makanan maupun pertokoan, signage Halal Ubud Burger nyaris kurang terlihat. Saya sempat terlewat sedikit meski sudah berusaha berkendara pelan-pelan. Untunglah karena bersepeda motor, untuk berputar kembali cukup mudah dibanding jika mengendarai mobil.

Varian Halal Ubud Burger

Sapaan ramah langsung meyambut begitu saya menjejak kaki ke dalam kedai. Ada banyak varian burger yang disediakan Halal Ubud Burger. Selain Burger, juga terdapat menu lain seperti sandwich, soup dan juga salad. Karena namanya Ubud Burger, tentu saja saya memilih untuk memesan Burger nya. Menurut pegawai di sana, varian paling laris di sini adalah mushroom burger dan green chili burger. Sebagai pemilik lidah Indonesia tulen, burger lombok ijo ini lebih membuat saya tertarik. Satu porsi burger lombok ijo dihargai Rp. 66,000.

Saya terkejut ketika pesanan datang. Satu nampan berisi burger dengan diameter bun yang besar, pun ketebalan yang cukup membuatnya tinggi. Tak cukup hanya itu, french fries yang menjadi pendampingnya turut memenuhi nampan. Burger Lombok ijo terdiri dari roti bun, patties, sayuran, keju dan taburan lombok ijo yang sungguh menggugah selera. Tak hanya tampilannya yang memukau, paduan rasa berbagai elemen menyatu dalam satu gigitan untuk kemudian pecah di mulut. Porsi satu tangkup burger beserta french fries juga sukses membuat saya kekenyangan hingga tak perlu lagi makan makam.

Free Refill Drink

Sebagai pendamping Burger Lombok Ijo, saya memilih minuman Lemon Tea. Tidak lain dan tidak bukan karena khusus Sweet Lemon Tea ini Free Refill sak kembunge! *sobat miskin survival ogah rugi. Walaupun pada akhirnya saya hanya menghabiskan satu gelas lemon tea dingin saja, tanpa menggunakan fasilitas refill.


Selain lemon tea, masih banyak pilihan minuman lainnya, namun yang pasti tidak ada minuman beralkohol sebagaimana pada kebanyakan outlet makan di Ubud. Uniknya, alih-alih menggunakan sedotan plastik, Halal Ubud Burger menyediakan sedotan kertas.

Ambience & Facilities

Ruang Santap Lantai 2

Halal Ubud Burger terdiri dari 2 lantai. Open Kitchen dan meja kasir terletak di lantai pertama, juga meja panjang untuk bersantap yang menghadap ke jalan. Ada juga beberapa meja santap di lantai 2. Selain area makan, di lantai 2 juga terdapat mushola lengkap dengan berbagai perlengkapan sholat. Jarang-jarang saya menemukan tempat makan pinggir jalan dengan mushola yang cukup seperti di sini.

2 komentar pada "Halal Ubud Burger: Terhits se-Ubud"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.