Press "Enter" to skip to content

5 Hal Asyik yang Bisa Kamu Lakukan Saat Solo Traveling di Bali

Postingan ini terbit akibat wacana saya merapikan folder foto-foto traveling yang super berantakan. Nyatanya saya malah keasyikan nostalgia masa-masa seminggu solo traveling di Bali bersepeda motor sendirian. Tanpa itinerary yang saklek, dan menikmati liburan sesukanya.

Walo sendirian bisa nyampe sini lhooo

Dan apakah folder foto akhirnya berhasil dirapikan? TENTU TIDAK!!! Ada yang senasib dengan saya? Gapapa folder foto berantakan, asal hidup tetap lurus. Subhanallah ukhti.

Seminggu di Bali, beberapa teman mulai mempertanyakan bagaimana bisa saya tidak mengunjungi destinasi-destinasi populer? Misalnya berfoto ala-ala di gerbang Pura Lempuyang, chill sembari menanti senja di Pantai Kuta, atau menyebrang ke Nusa Penida.

atau surfing di pantai, begitu?

Ah nyatanya tanpa mengunjungi destinasi hits instagramable kekinian itu, saya tetap menikmati liburan dengan happy. Tanpa diburu-buru waktu, tanpa membuat target berapa banyak destinasi yang harus daya kunjungi, apalagi target jumlah foto dan video yang harus saya hasilkan. Trip tanpa deadline memang selalu menyenangkan.

Jadi ke mana saya selama seminggu di Bali? Ini 5 di antaranya

  1. Sunrise di Desa Pinggan

Dinginnya kawasan Kintamani memang luar biasa. Tapi demi menuntaskan mimpi masa kecil, saya tetap bangun dan bergegas melarikan sepeda motor ke Desa Pinggan. Seharusnya Desa ini dapat ditempuh 10 menit dari tempat saya menginap. Namun hawa dingin dan tebalnya kabut membuat saya memilih berjalan lambat-lambat.

taman bunga yang berkabut dalam perjalanan ke Desa Pinggan

Sejak kecil, saya sering melihat gambar desa berselimut kabut dalam kalender-kalender. Pada keterangan lokasi, disebutkan Kintamani-Bali. Sejak itu saya bercita-cita dapat menyaksikan sendiri pemandangan yang sebelumnya hanya saya lihat di Kalender. Dan saya menuntaskannya di pagi yang beku itu.

Kintamani

Jalan menuju Desa Pinggan memang tidak mudah. Selain elevasi yang cukup ekstrim, tak jarang kita akan berpapasan dengan truk-truk besar yang memaksa kita minggir ke tepian jurang karena jalanan yang tidak terlalu lebar. Jadi pastikan skill berkendaramu oke dan kondisi kendaraanmu prima ya. Percayalah ketika sampai di Sunrise Point Desa Pinggan, semuanya terbayar.

Desa berselimut kabut di Kintamani

 

Sebut saja Rumah Thanos di Kintamani, Bali

 

  1. Menyusuri Danau Batur

Pura di Tepi Danau Batur

Ini salah satu unpredictable journey sih bagi saya. Sama sekali tidak ada rencana dan ekspektasi apa-apa saat mengarahkan google maps mencari jalan pulang dari Kintamani ke Gianyar. Momen berkendara menelusuri Danau Batur ini salah satu perjalanan paling memorable bagi saya.

Tepian Danau Batur ini hampir memiliki kontur dan pemandangan yang cantiknya keterlaluan. Kontur pegunungan dengan hamparan rumput dan bebatuan, bersanding manis dengan birunya Danau Batur. Rasanya ingin berhenti setiap menit dan menjepretkan kamera ke segala arah. Tak heran Keenan Pearce mengambil spot ini untuk berskateboard dalam salah satu web seriesnya.

Tepi Danau Batur

 

di tepi Danau Batur

 

  1. Ngopi di Kintamani Eco Bike Coffee

Sebagai penggiat Ngopi Tiap Pekan, saya punya wishlist ingin ngopi Kintamani di Kintamani. Alhamdulillah, keinginan ini terwujud dengan manis di Kintamani Eco Bike Coffee. Coffeeshop ini terletak di jalur Panelokan, saya sengaja mampir dalam perjalanan saya ke penginapan di Desa Batur, Kintamani. Dari area outdoor halaman belakang kafe, kita dapat menikmati sajian kopi kintamani dengan latar Gunung Batur. Syahdu…

Ngopi Kintamani di Kintamani

 

Sayangnya mendung dan kabut sungguh tebal
akhirnya tertutup kabut sempurna

Saya tau lokasi ini atas rekomendasi seorang teman. Sayangnya mendung dan kabut yang terlalu tebal, membuat pemandangan ke Gunung Batur menjadi terhalang. Tak apa, saya bisa kembali lagi ke sana lain musim.

  1. Blusukan di Ubud Art Market

Siapa yang tidak bahagia melihat berbagai barang lucu yang Bali banget berjajar sepanjang jalan. Walaupun tidak hobi belanja karena tidak punya duit, saya selalu senang blusukan di pasar. Bagi saya, pasar adalah tempat terbaik untuk kita menyaksikan langsung denyut ekonomi suatu daerah.

Memperhatikan pedagang-pedagang yang sibuk, lalu lalang pelancong, dan mengamati produk-produk lokal unggulan daerah. Tidak sedikit juga pengunjung yang selain berbelanja, juga berfoto-foto di sekitar Pasar Seni ini. Ya bagaimana, memang instagramable sih

  1. Jogging dan Sunset di Campuhan Ridgewalk

Walau sedang berkibur, mager tidak baik dipelihara lama-lama. Pas banget di Ubud ada jogging trek yang juga bisa untuk menikmati sunset maupun sunrise. Campuhan Ridgewalk ini sudah mulai populer sejak digunakan dalam syuting film Julia Robert.

Jalan setapak berkontur dengan padang ilalang, rupanya tak hanya menarik para runner. Tidak sedikit pengunjung Campuhan Ridgewalk yang sengaja datang untuk berfoto. Sayangnya saat itu langit sedang mendung. Sepertinya saya harus kembali lagi saat cerah, agar dapat menyaksikan semburat warna senja dengan pohon-pohon kelapa sebagai foreground.

 

Bali memang menyenangkan sekali untuk dieksplore dengan sepeda motor. Saya jadi ketagihan dan berencana untuk kembali lagi. Makanya akhir-akhir jadi sering cek harga tiket pesawat di aplikasi Pegipegi. Siapa tau ada tiket pesawat murah ke Bali atau promo tiket pesawat. Selain untuk mengecek jadwal dan harga pesawat online, di aplikasi pegipegi juga ada Travel Tips, jadi membantu banget untuk Solo Travelers spontan macam saya menemukan rekomendasi destinasi atau tips-tips traveling ketika di suatu daerah.

Kamu sedang merencanakan perjalanan ke mana?

 

 

11 Comments

    • aqied aqied Post author | Juli 21, 2019

      hahaha, mungkin belum tentu cocok dan sesuai dengan selera banyak orang. Tapi buatku yang udah ngelakoni ini semua, beneran menyenangkan walaupun sendirian

  1. Nasirullah Sitam Nasirullah Sitam Juli 22, 2019

    Oh, jadi kemarin pas iseng tanya di Bali itu apa aja ya? Ternyata situ bikin tulisan yang lain. Baiklah, hahahahha

    • aqied aqied Post author | Juli 22, 2019

      iyaaaaaaaaaa, hahahaahahaha

  2. Alid Abdul Alid Abdul Juli 22, 2019

    Ah Campuhan Ridgewalk touristy kok ahahaha. Batur juga, Kintamani juga. Jadi kayaknya dari ujung utara sampai selatan touristy kabeh deh ehehehe. Cuma kan tinggal pilih saja yang mana yg mau dikunjungi.

    Btw ini ke Solo apa ke Bali sih?

    • aqied aqied Post author | Juli 22, 2019

      oiya bingung juga sih, sebenarnya Solo atau Bali ya

  3. aji sukma aji sukma Juli 22, 2019

    Owh ternyata bukan folder fotoku aja yang berantakan. *kesimpulan baca blogpost ini*

    • aqied aqied Post author | Juli 22, 2019

      selain kisah cinta, ternyata folder juga berantakan ya?

  4. Ardian Kusuma Ardian Kusuma Juli 23, 2019

    Terakhir ke Bali 8 tahun yang lalu. Perlu balik lagi karena belum sempet ketemu mas JRX, Superman Is Dead. Mau misuh bareng-bareng.

    • aqied aqied Post author | Juli 23, 2019

      oiya, kemaren ku ke Bali belum kulonuwun sama yg punya Bali.
      pantesan kehujanan mulu

  5. Indah Juli Indah Juli Juli 23, 2019

    Empat kali ke Bali, ku malah belum pernah ke Kintamani dan Danau Batur.
    Tapi keknya, ku nggak bakal traveling sendirian/solo traveling, secara tidur sendiri di kamar hotel aja takut.
    Salut lah sama dirimu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.