Press "Enter" to skip to content

Menabung Untuk Traveling

Sebagai jelata banyak mau, saya ini tentu butuh berpenghasilan untuk bertahan hidup. Bagaimana kalau bepergian termasuk bagian dari kebutuhan bertahan hidup?

caranya ya cuma 1: pesugihan NABUNG!!.

Karena itu selain menabung untuk masa depan, saya juga menabung untuk traveling.

Selain untuk traveling, sebenarnya skema ini mungkin dapat juga diterapkan untuk hobi-hobi lain. Sudah sadar kan, kalau tidak semua hobi itu murah. Banyak juga hobi yang perlu dana dan karena hobi, tentu kita berusaha untuk memenuhi.

Tidak salah, yang jadi masalah adalah ketika keuangan kita morat marit karena perencanaan yang buruk, hanya demi memenuhi kebutuhan non primer.

Sebelum menabung, tentu kita sudah tau donk elemen apa saja yang keluar untuk suatu perjalanan. Mari kita buat dahulu daftar kebutuhan traveling:

  1. Tiket perjalanan dari lokasi asal ke destinasi
  2. Akomodasi tempat tinggal di destinasi
  3. Tiket masuk tempat wisata
  4. Transportasi selama di kota tujuan
  5. Makan dan belanja
  6. Kebutuhan pribadi lainnya

Dari ke 6 biaya tersebut, biasanya pengeluaran yang paling dipersiapkan adalah No 1 dan 2. Besarnya biaya ini tergantung pilihan destinasi masing-masing. Maka tak heran jika banyak sekali artikel tentang tips jitu memperoleh tiket promo. Tidak sedikit traveler yang sudah membeli tiket sejak setahun sebelumnya demi menekan budget traveling. Prinsipnya booking aja dulu, perkara cuti pikir keri.

Selanjutnya tentu kita harus melakukan riset untuk mengetahui dan memperkirakan budget pengeluaran pada nomor 3 dan seterusnya. Dari sini kita kemudian juga tau berapa anggaran total traveling yang perlu dipersiapkan. Atau jika dibalik, kita jadi tau apakah rencana traveling kita ini sesuai dengan kondisi finansial kita sekarang atau tidak.

meratapi saldo rekening yang gak nambah-nambah

Dalam mempersiapkan anggaran, ada beberapa tipe dan cara menabung untuk traveling. Masing-masing cara memiliki kelebihan masing-masing. Kita bisa menyesuaikan mana yang paling cocok untuk diaplikasikan sesuai kondisi keuangan kita. Cara yang satu bisa jadi cocok untuk si A, tapi belum tentu cocok untuk si B.

Jadi, ini beberapa jenis menabung untuk traveling yang bisa dicoba

Rutin Menabung Tiap Bulan

Saat memiliki gaji rutin, saya tipe yang selalu menyisihkan anggaran rutin untuk traveling. Sekalipun ketika saya belum punya rencana akan pergi ke mana. Semakin lama saya tidak pergi ke mana-mana, semakin banyak pula tabungan traveling saya. Pokoknya pergi gak pergi, tiap bulan nyelengin aja dulu. Saya kira ini bisa juga diaplikasikan untuk yang punya hobi lain.

Dengan menabung tipe ini, jika sewaktu-waktu ingin bepergian tanpa rencana saya tidak perlu mengutak-atik dana lain. Atau ketika tiba-tiba ada penawaran tiket promo dari maskapai, saya sudah ada anggaran jika memang kepengen beli. Memang saya tu untuk traveling tipe yang lebih sering dadakan kaya tahu bulat.

alternatif mobil untuk dagang Tahu Bulat

Kekurangan dari tipe menabung untuk traveling seperti ini adalah, uangnya segitu-gitu aja. Jadi akhirnya jalan-jalan saya ya di situ-situ aja yang sesuai budget. Kelebihannya, setiap saat ingin bepergian, dana sudah ready dan tidak perlu menabung lagi dari awal.

Menabung Sesuai Budget Liburan

Bagi traveler yang sudah punya destinasi impian, menabung tipe ini lebih jelas dan terstruktur. Tentu saja sebelumnya kita melakukan riset dan estimasi budget yang dibutuhkan sesuai perjalanan yang direncanakan. Setelah mengetahui total biaya yang diperlukan, baru deh di-breakdown berapa yang harus ditabung setiap bulannya, dan butuh waktu berapa lama.

Kalau ke Antartika, perlu nabung berapa lama ya

Instrumen untuk menabung tipe ini juga bisa disesuaikan. Misal dengan membuat Tabungan Berencana dengan jatuh tempo disesuaikan hari keberangkatan, atau seperti dream saver di Jenius. Jangan lupa untuk menambahkan margin error anggaran, karena dengan jangka waktu tertentu, bisa saja ada perubahan harga yang pastinya bikin budget bertambah.

Kombinasi

Sudah punya rencana traveling, tapi juga  punya tabungan rutin. Jadi dari rencana itu, kita tinggal nambahin target nabung seperti di tipe 2. Misal tadinya belum ada rencana bepergian, tapi ternyata ada promo tiket pesawat ke negara yang sudah kita idam-idamkan.

Dengan punya tabungan rutin khusus traveling, kita bisa beli tiket pesawat ke destinasi impian. Sedangkan untuk akomodasi dan biaya lain-lainnya, dibreakdown tiap bulan hingga bulan keberangkatan. Dengan tipe kombinasi seperti ini, liburan ke destinasi impian bisa tercapai, tanpa harus merusak cash flow bulanan.

Menabung dari Pendapatan Tidak Tetap

Ada juga teman saya yang menabung dari setiap pendapatan sampingan yang dia peroleh. Ada jenis-jenis orang yang bisa memperoleh pendapatan lain di luar gaji rutin. Baik pendapatan insidental dari kantornya, atau menjalankan pekerjaan lain di luar pekerjaan utama.

Jadi uang gaji sudah jelas pos-pos alokasinya, benar-benar tidka diutak atik. Sedangkan untuk kebutuhan traveling, dikumpulkan dari pendapatan non rutin.

Misalnya untuk blogger yang juga bekerja sebagai karyawan dan setiap bulan menerima gaji rutin. Pada saat memperoleh job berkaitan dengan blog, bisa menggunakan rekening khusus yang terpisah dengan rekening gaji dan transaksi harian.

Bisa juga misalnya honor jadi pembicara yang bukan dari pekerjaan utam kita. Atau honor kepanitiaan, atau uang uang lain yang di dapat secara insidental di luar pendapatan utama.

Dengan menyimpannya di rekening terpisah, kita jadi bisa menganggarkan dan merencanakan perjalanan tanpa mengguncang stabilitas keuangan bulanan.

Tak lupa rajin berdoa agar sering dapat job

Traveling ABIDIN

Ada juga tipe yang bepergiannya kalau ada event aja. Misalnya Traveling ABIDIN -atas biaya dinas-, atau outing kantor atau bisa juga kondangan trip, atau jalan-jalan ala sugar baby. Untuk traveler seperti ini biasanya tidak membutuhkan anggaran lengkap. Tapi bisa jadi juga tetap membutuhkan anggaran lebih untuk keperluan pribadi, atau oleh-oleh.

Kalau bepergian ABIDIN, jangan lupa foto bareng buat laporan

Jadi kalau masih ada yang bertanya ‘Gimana sih caranya biar bisa jalan-jalan terus?’

jawaban saya masih sama:

NABUNG!!

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.