Press "Enter" to skip to content

Stay Safe, Stay Home Stay Sane

Saya menulis postingan ini dini hari, 30 April 2020. Menengok kalender, berarti sudah sekitar 1,5 bulan sejak pertama kali kantor memberlakukan Kerja dari Rumah per 16 Maret 2020 lalu. Stay Home Stay Safe, anjuran yang menyebutkan bahwa di masa pandemi yang penularannya berisiko tinggi ini, tetap tinggal di rumah adalah keadaan paling aman. Sebulan kemudian, mulai muncul permasalahan baru, bagaimana agar tak hanya aman, namun juga Stay Home Stay Sane?

Kerja di Rumah (KdR) sebenarnya sudah sempat saya jalani di masa jeda antara pekerjaan terakhir, sampai ke profesi baru saya sekarang. Jadi untuk membuat timeline pekerjaan dan mengatur jam kerja, sebenarnya bukan sesuatu yang asing. Yang menjadi berbeda tentunya adalah ini profesi yang masih baru bagi saya, dan kali ini kerja dari rumah terjadi karena dipaksa oleh keadaan yang tidak menyenangkan. Sungguh rasanya lebih berat. Walau di sisi lain saya cukup bersyukur masih diberi kesempatan bekerja dan berpenghasilan tanpa keluar rumah.

udah gak tau mau ngapain lagi

Alhamdulillah selama lebih dari sebulan ini, saya lumayan berhasil meminimalisir aktivitas di luar rumah. Kalau dihitung total hanya 3 kali saya keluar dari rumah, itu pun hanya kurang dari 2 jam. Saya sangat berterima kasih sebesar-besarnya pada orang-orang dengan profesi yang masih harus di luar rumah. Tentu karantina mandiri di rumah saya tidak akan berjalan lancar tanpa bantuan bapak kurir, abang ojek online, mbak mas tenaga kesehatan, dan masih banyak lagi.

Stay Home?

Biasanya, saya memang tidak masalah jika harus #DiRumahAja 24 jam. Sebelum-sebelumnya pun hari-hari libur tidak selalu saya habiskan di luar rumah. Ada masa-masa saya begitu menikmati rebahan gak ngapa-ngapain sepanjang weekend setelah berhari-hari capek kerja. Ada kalanya juga membuat janji untuk jumpa dengan teman untuk berbincang dan bertukar cerita.

Sesekali saya juga merencanakan perjalanan untuk menyegarkan kembali pikiran, dan menambah pengalaman baru. Bisa bepergian bersama rekan perjalanan, atau sengaja menikmati perjalanan mandiri alias solo traveling. Sebagaimana yang sudah direncanakan akan terlaksana bulan ini, namun terpaksa gagal oleh keadaan. Padahal piknik merupakan salah satu upaya saya menjaga kewarasan, selain rebahan dan ngopi-ngopi bersama teman.

Lantas sekarang bagaimana saya menjaga kewarasan ketika yang bisa saya lakukan tinggal rebahan? Bagai makan duren, rebahan seharian itu asyiknya sekali dua kali aja. Kalo berbulan-bulan? mbleneg. Makanya saya pikir setelah berhasil untuk Stay Home & Stay Safe, yang perlu dilakukan berikutnya adalah STAY SANE!

Stay Connected

Memiliki teman-teman yang asyik, bagi saya adalah anugrah, sedangkan memiliki teman toxic adalah musibah. Makanya saya senang ketika mulai bosan di rumah, tiba-tiba diajakin ngopi-ngopi bareng. Bertemu orang yang berbeda dari rutinitas, seringkali memberi insight baru dari saling bertukar cerita. Mungkin di sisi lain saya juga bahagia karena kok ternyata masih ada yang mau berteman dengan saya.

Sayangnya, kondisi pandemi ini tidak memungkinkan bagi kami untuk berkumpul. Bahkan agenda besar tahunan #BukberDuoEbret juga terpaksa dibatalkan. Namun terhalang raga tak menghalangi untuk tetap terhubung. Jadi ketika dirasa butuh berbagi sambat, maka kenapa tidak membuat janji untuk ngopi-ngopi virtual?

stay home stay sane, ya walaupun ngopi-ngopi virtualnya gak bisa dari atas bukit begini

Stay Smart

Ngerasa gak sih, dengan bekerja dari rumah ada beberapa plot waktu yang tersimpan. Misalnya waktu tempuh rumah ke kantor, waktu menggambar alis yang presisi, hingga waktu berfikir keras hari ini pakai baju apa. Plot waktu itu, jika dikumpulkan ternyata lumayan lho. Dan biasanya berujung dialokasikan ke waktu rebahan. Padahal kata orang-orang otak itu seperti pisau yang makin diasah makin taja. sedangkan makin banyak rebahan gak pake otak, bisa bikin makin tumpul.

Sadar diri kalau kemampuan otak segitu-gitu aja, khawatir donk kalo makin tumpul. Ditambah lagi sejak lama memang ada beberapa topik yang pengen saya pelajari, tapi gak pernah sempat. Saya pikir, mungkin ini memang waktu yang tepat untuk mencoba mempelajari sesuatu yang baru. Apalagi sesuai dengan profesi baru saya sekarang, yang mau gak mau wajib terus belajar. Beruntung di era ini ternyata banyak sekali kanal online course yang digratiskan dengan kelas-kelas yang menarik. Saya sampe daftar berbagai kelas dari tingkat lokal sampai online course gratisan kampus-kampus ivy league!

Belajar sambil rebahan, biar stay home stay smart

Stay Healthy

Situasi seperti ini tentu membuat kita kembali ingat pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Apalagi konon kabarnya virus ini tipe yang perlu dilawan dengan imun yang kuat. Karena itu biar di rumah aja, sebaiknya tetap jaga makan, jaga kebersihan, dan jaga badan biar sehat. Gak terus-terusan rebahan klumbrak klumbruk koyo kumbahan. Tidur, makan dan gerak masing-masing dalam porsi yang cukup dan waktu yang tepat.

tak lupa berfoto sebelum makan

Lagipula kalau badan sehat, tentu lebih mudah untuk merasa happy. Gak terhambat gangguan kesehatan saat menyelesaikan pekerjaan kantor. dan potensi untuk stress juga lebih kecil. Kebayang gak sih kalo sampai sakit di situasi seperti ini, pasti parno dan stress nya lebih berkali lipat dibanding sakit di situasi normal. Jadi, saya emang berusahaaaa banget supaya jangan sampai sakit.

Stay Happy

Ini yang terpenting, dan jujur agak berat juga kadang-kadang. Sudah lewat dari sebulan kondisi seperti ini, dan kita masih belum tau kapan akan berakhir. Gak bisa denial lagi kalau semuanya baiik-baik saja. Lha memang kenyataannya dunia sedang gonjang ganjing karena wabah ini. Hampir semua sektor kena dampaknya dan belum tau kapan bakal berakhir. Jadi ya wajar kalau ada rasa tidak tenang dalam menjalani hari-hari #DiRumahAja .

Menurut saya, untuk tetap waras dalam situasi yang serba gak tenang ini ya menjaga suasana hati. Makanya saya menghindari apa saja yang berpotensi nambah-nambahin stress. Seperti ribut di grup whatsapp, menonton pertikaian di social media, membaca berbagai hoax yang sliweran di sana sini, meladeni orang yg berpotensi bikin emosi, dan lain sebagainya.

menonton pertikaian netizen dengan anggun

Sebalik nya, saya mulai melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat saya happy, tanpa harus keluar rumah. Seperti kembali mengulik beberapa metode seduh kopi, membaca komik-komik lama, menonton film yang bikin bahagia, atau bahkan sengaja gak ngapa-ngapain. Iya, gak ngapa-ngapain itu bisa bikin saya yang sobat rebahan ini bahagia. Asalkan tidak membuat kita jadi menelantarkan banyak kewajiban. Bukankah raga dan jiwa juga butuh dikasih hak istirahat?

Stay Home Stay Sane

Kita masih tidak tau, akan berapa lama harus berada di rumah terus untuk tetap aman. Benar kata Bang Nicholas Saputra, mungkin malah saat ini kita yang perlu beradaptasi dengan keadaan. Saat ini mungkin terasa berat karena belum terbiasa. Tapi mau jadi terbiasa atau tidak, kita sendiri yang paling tau bagaimana harus membiasakannya, bukan?

2 Comments

  1. Indah Juli Indah Juli Mei 3, 2020

    Kapan ngopi bareng online lagi?
    Kalau anak-anak, aku juga sih, selama koneksi internet masih lancar jaya, nggak ada di rumah aja ­čÖé

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.