Press "Enter" to skip to content

Buku Investapedia, Sebuah Kelahiran Pertama

Banyak teman yang kaget ketika tiba-tiba awal Oktober lalu saya mempublikasikan Investapedia, buku pertama yang saya lahirkan. Memang hanya sedikit yang tau bahwa saya menulis buku di beberapa bulan belakangan ini. Saya tidak ingin menjadikan proses penulisan buku Investapedia sebagai alasan blog ini terbengkalai. Karena nyatanya, setelah draft naskah selesai pun, blog ini tetap terabaikan.

dasar pemalas

Ya intinya emang males aja.

Seperti pernah saya sambatkan di postingan blog terdahulu, saya ini bukan orang yang suka menulis. Apalagi kalau membaca tulisaan teman-teman saya yang langganan lomba blog, yang rutin terbit artikel di saana sini. Duh minder banget lah pokoknya. Makanya saya juga gak sempat bercita-cita bisa menerbitkan buku solo.

Awal bermulanya…

Sampai kemudian pada akhir tahun lalu, saya dikontak Mb Ayun teman bloger yang editor di salah satu penerbit. Mb Ayun menawarkan ke saya untuk menulis buku tentang keuangan dan investasi, yang sebenarnya lumayan sesuai dengan latar belakang saya. Tawaran ini belum saya seriusi sampai awal tahun 2020. Meski demikian, sejak penawaran itu saaya jadi makin rajin belajar dan update informasi, juga banyak ngobrol tentang pengalaman perduitan teman-teman saya.

Dasar tidak serius, pada februari 2020 saya kembali dihubungi Mb Ayun. Kali ini penawarannya lebih jelas sampai proyeksi timeline waktunya segala. Asli saat itu saya bimbang luar biasa. Tapi setelah curhat sana sini dan berpikir cukup serius padahal biasanya malas berpikir, akhirnya saya bersedia mulai mencoba. Rasanya sayang sekali kalau kesempatan ini dilewatkan begitu saja.

“ Jika Kamu Bukan Anak Seorang RajaBukan Juga Anak Seorang Ulama Besar Maka: Menulislah “. — Imam Al Ghazali

Membuat Outline

Tahap pertama yang perlu saya lakukan adalah, membuat outline dari rencana naskah. Tentu sebelum bikin ini, saya sudah berdiskusi dulu tentang topik besar yang rencananya ingin dibahas dalam buku ini. Selain outline, biasanya penulis juga menyertakan contoh tulisan atau preview sebagian sub-bab dari outline yang dibuat. Tapi saat itu saya belum sempat bikin, jadi hanya menyertakan contoh artikel yang pernah tayang di blog lain sebagai gambaran style penulisan.

Untuk menyusun outline ini, tentu saja saya juga membaca banyak buku-buku tentang keuangan dan investasi sebagai referensi minimal daftar isinya. Dari berbagai referensi ini kemudian saya jadi bisa menentukan alur saya mau bagaimana, apa yang di banyak buku belum ada, apa yang penting banget dan harus ada di semua buku, dan sebagainya. Mirip-mirip lah dengan kajian literatur saat menulis Tugas Akhir kuliah.

Tidak lama kemudian outline saya disetujui. Gak pake revisi pula. wow saya terkaget-kaget. karena ketika outline disetujui, maka sejak hari itu pula masa penulisan saya dimulai. Waktu yang dikasih penerbit adalah 2 bulan. Artinya kalau 20 Februari ouline saya disetujui. maka seharusnya naskah lengkap bisa diserahkan per 20 April 2020.

Proses Menulis Naskah

2 bulan kemudian….

Ternyata naskah belum selesai, dan saat itu pandemi masih ramai-ramainya. Sadar diri kalau bersalah, saya mengajukan permohonan relaksasi tenggat penyelesaian naskah. Rupanya saat itu bertepatan dengan tanggal libur panjang penerbit menghadapi Ramadhan dan Lebaran. Akhirnya saya diberi perpanjangan tenggat hingga 2 Juni 2020. Wow, waktu yang sungguh panjang.

2 Juni 2020 ternyata lagi lagi naskah saya belum final. Payah banget lah saya. Namun ternyata karena efek pandemi, penerbit juga banyak melakukan penyesuaian dan perubahan timeline. Di bulan Juni ini saya diinfo kalau belum bisa kembali memberi deadline baru karena adanya perubahan-perubahan di penerbit. Tapi naskah tetap diselesaikan, karena bisa saja naskah saya masuk jadwal terbit baru dan harus segera disetor.

ilustrasi pura-pura nulis naskah
ilustrasi pura-pura menulis naskah

Akhir Juni, saya kembali dapat kabar kalau naskah saya ditargetkan naik cetak Agustus atau September. Ini berarti draft naskah utuh harus sudah saya serahkan ke penerbit sekitar awal Juli. wow tentu saja hari-hari di Juni-Juli ini banyak saya habiskan tanpa tidur. Salah sendiri kemarin-kemarin berleha-leha. *tampar diri sendiri. Pada akhirnya, naskah baru bisa saya kirimkan ke redaktur pada 15 Juli 2020.

Sambil menunggu, saya deg-degan parah. Siap-siap banget lah kalo nanti harus dapat PR dari editor. Ya karena saya minder banget dengan tulisan sendiri.

Proses Editing & Layout

Ternyata sehari setelah kirim draft lengkap, saya kembali dikontak editor untuk menambahkan beberapa bagian kecil. Alhamdulillah ternyata yang saya takutkan tidak terjadi. Walau saya tau sih, di meja editor sana pasti editornya pusing menyunting naskah saya yang berantakan. hihihi

Bulan Agustus saya mulai proses MoU dengan penerbit. Rasanya seperti mimpi. Gak percaya banget kalau bakal mengalami sendiri yang namanya nerbitin buku, trus MoU dengan penerbit. di fase ini saya banyak ngerusuhin editor, Aji Sukma, dan Mb Sasha. Dua teman yang sudah pernah lebih dulu menerbitkan buku.

Akhir Agustus, tau-tau dikirimin rancangan mentah desain cover donk. Ada 4 opsi cover yang ditawarkan ke saya, dan pada akhirnya saya jatuh cinta pada desain yang sekarang jadi cover di buku Investapedia ini. Kesannya bersahabat, dekat, bertumbuh, dan hijau seperti warna duit dollar. Saya pikir ini lebih cocok supaya calon pembaca tidak membayangkan isi buku yang kaku dan ndakik-ndakik. begitu.

Terbit!!!

Saya kemudian disibukkan dengan berbagai kegiatan lain yang membuat saya tidak memperhatikan kalender ataupun rencana terbit buku Investapedia. Sampai kemudian di awal Oktober, tiba-tiba ada notifikasi di instagram dari akun penerbit.

KAGET DONK!!

Saya dikabari Mb Ayun sang editor baik hati bahwa buku saya masih anget banget baru keluar mesin cetak. Terharu banget, dan makin ambyar ketika kiriman buku fisik untuk penulis sebanyak 5 eksemplar, sampai ke rumah. Rasanya campur aduk sekali ketika lihat naskah yang berkali-kali telat selesai itu, pada akhirnya beneran bisa jadi bentuk buku.

tampilan buku Investapedia di e-commerce

Apakah cerita berakhir sampai di sini?

TENTU TIDAK monmaap norak

Lagi-lagi saya makin deg-deg an ketika buku Investapedia ini mulai dipasarkan. Saya takut banget kalo buku ini nantinya tidak menyenangkan bagi pembaca. Atau isinya kurang oke, atau bahasanya tidak dipahami, atau segala apalah pokoknya banyak banget ketakutan saya.

Tapi ternyata dari respon dan review yang masuk, kebanyakan bernada positif. Tanggapan-tanggapan ini bahkan dari orang-orang yang tidak saya kenal. Ada yang menyampaikan langsung ke saya, banyak pula yang saya kepoin dari akun penjual di e-commerce. Sebagian respon pembaca ini tentu dengan noraknya saya pamerkan di highlight profil instagram saya.

Terakhir kemudian saya diajak untuk bedah buku Investapedia secara daring dengan reviewer Financial Bloger idola saya Bang Dani Rachmat. Rekaman acara bedah buku ini masih bisa ditonton bebas sampai sekarang.

Jadi, begitulah perjalanan kelahiran Buku Investapedia. Senangnya lagi, buku ini juga tersedia secara digital lewat Google Play Book. Jadi aksesnya semakin luas. Distribusi buku fisiknya juga luas banget. Saya ketik “investapedia” di e-commerce bisa ketemu banyak banget hasil. Di jaringan toko buku besar seperti Gramedia dan Togamas juga tersedia. Ah terharu sekali rasanya.

Terima kasih kalian semua yang sudah mendukung, dengerin tiap saya sambat, ngeladenin kalo saya ngerusuh, sampai para pembaca yang kasih respon dengan manisnya. Tentu saya tau pasti buku ini masih banyaaak sekali kurangnya. Jadi selain kasih respon manis, boleh banget kasih masukan yang membangun pula.

Akhir kata, salam olahraga *loh?

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.