Kenapa Ke Bromo (Lagi)?

Saya hampir tidak pernah merencanakan ke Bromo jauh-jauh hari. Berkali-kali ke Bromo, rata-rata dadakan atau impulsif. Begitu juga saat berwacana dadakan untuk kembali menyapa Bromo pertengahan April lalu. Dan lagi tak hanya kali ini saja saya menjumpai pertanyaan yang sama seperti yang lalu-lalu.

Kenapa ke Bromo lagi?

Lawatan terakhir saya ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini sebenarnya sudah cukup lama. Bertepatan dengan Jazz Gunung 2015, yang lagi-lagi tiketnya saya beli dengan sangat impulsif. Seharusnya tak lagi menjadi pertanyaan jika saat ini saya ingin kembali lagi ke Bromo. Rentang 3 tahun sangat mungkin telah banyak yang berubah. Misalnya saja signage super besar yang sempat kontroversial di kalangan traveler itu. Siapa tau saya bisa berfoto di depannya sehingga menuai kontroversi di kalangan blogger ghibah, bukan? Lumayan untuk sebuah usaha panjat sosial.

jeep bromo aja 

Selain upaya panjat sosial, sebenarnya ada satu tujuan utama yang selalu saya rindukan jika ke Bromo:

(more…)

Arunika dari Banjaroya

Apa yang terbersit pertama kali mendengar Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo?

Ya, Durian. Namun siapa sangka tak hanya harum durian yang bisa disajikan salah satu desa wisatanya, Banjaroya. Misalnya berjuta warna kala mentari terbit dari tepi waduknya.

 

(more…)

24 Jam di Bejiharjo

Gunungkidul sudah tidak asing lagi sebagai destinasi wisata di propinsi Istimewa Yogyakarta. Selain deretan pantai nan cantik yang semakin hari semakin bertambah spotnya, marak pula wisata minat khusus. Desa Bejiharjo, salah satu desa di kawasan  Karangmojo, Gunungkidul menawarkan ragam wisata minat khusus. Kontur alam dengan batuan karst, aliran sungai bawah tanah, serta bermacam-macam gua dengan karakteristik unik, menjanjikan petualangan yang berbeda.

Asyiknya Goa Pindul saat Weekdays

Di sini saya coba merangkum bagaimana menghabiskan 24 jam di Bejiharjo bersama operator wisata resmi Dewo Bejo.

(more…)

Numpang Buka Puasa di Singapore

Ceritanya tahun lalu, saya salah satu dari pembeli tiket free seat Air Asia yang asal aja milih tanggal. Prinsipnya beli aja dulu, berangkatnya ntar gampang. Dan ternyata setelah beli baru nyadar kalau tanggal yang saya pilih itu saat Ramadhan. Saat itu saya baru beli tiket berangkat aja.

Pergi-pergi saat puasa itu sebenarnya asyik juga. Pertama, gak perlu mikir mau makan siang apa dan di mana. Kedua, gak bakal lapar mata dikit-dikit kepengan jajan ini jajan itu. Puasa boo’. menahan diri yekaaan. Permasalahannya ya paling di capek dan dehidrasi aja kalau memang banyakan jalan dan aktivitas yang bikin capek.

pertama kali naik Scoot

Absurdnya, pas beli tiket pulang, malahan pengen njajal maskapai Scoot punya Singapore. Pertimbangan pertama selain sama sama low cost, rute Scoot ini pake transit di Singapore selama 19 jam. Jadi lah iseng-iseng ambil flight ini, biar mampir ke negri singa kan. Makin absurd lagi karena tujuan akhir di Indonesianya malahan Surabaya, bukannya Jogja.

(more…)

Treking (sok) Hore di Air Terjun Tretes, Jombang

“aku mau ke Tretes lagi asalkan naik Helicity” Aqied, 2017

Mendaki gunung melewati lembah,
Sungai mengalir indah ke samudra,
Bersama teman bertualang…

Bersama teman bertualang

Lagu ceria ini kami nyanyikan sama sama saat menelusuri perjalanan panjang menuju Air Terjun Tretes, Agustus 2017 lalu. Saya turut bersenandung juga meski napas dan energi tinggal sisa sisa. Sembari dalam hati merutuki kealpaan saya mengumpulkan informasi tentang air terjun raksasa ini.

(more…)

2 Jam di Putrajaya: KURANG!!!

Namanya juga ngetrip dadakan, atau malah bisa dibilang bukan ngetrip juga sih. Kalau kata Alid –si juragan tahu micin dari Jombang– malahan numpang pipis ke KL. Jadi saya gak sempet buat banyak banyak baca yang berakibat gak banyak ekspektasi juga. Rencana buat mampir ke Putrajaya ini ya dadakan juga. Malahan gak ngerti-ngerti amat sebenarnya Putrajaya itu apaan. Taunya ya kota dengan arsitektur serba keren aja. Apalagi bagi anak ndeso dari pelosok negri macam saya.

(more…)

Foto Ala Buku Tahunan

Hello, 2018

Ternyata sudah lewat setengah bulan lebih di tahun 2018 dan belum ada postingan baru di blog ini. Sampai-sampai saya dicolek mbak Pink di twitter. Di situ saya merasa gagal menjadi blogger yang sok hits. Padahal hits dari mananya, lha wong banyakan yang gak kenal daripada yang kenal yekan.

mana yang bilang saya gak hits?

(more…)